Pemerintah Denmark akan melarang anak-anak main sosial media. Rencana ini menyusul kebijakan yang akan diberlakukan pemerintah Australia pada 10 Desember 2025 mendatang.
Berbeda dengan Australia yang akan melarang penggunaannya untuk anak di bawah usia 16 tahun. Denmark memberikan batasannya bagi anak di bawah usia 15 tahun.
"Apa yang disebut media sosial ini berkembang dengan cara mencuri waktu, masa kanak-kanak, dan kesejahteraan anak-anak kita, dan kami akan menghentikannya sekarang," ujar Menteri Digitalisasi Denmark, Caroline Stage Olsen, mengutip Reuters.
Sebuah analisis dari otoritas persaingan dan konsumen Denmark pada Februari 2025 menemukan anak muda Denmark menghabiskan rata-rata 2 jam 40 menit setiap hari di media sosial.
Sementara itu, Olsen menyebut 94% anak-anak Denmark di bawah usia 13 tahun memiliki profil di setidaknya satu platform media sosial, dan lebih dari separuh dari mereka yang berusia di bawah 10 tahun juga memilikinya.
"Jumlah waktu yang mereka habiskan online, jumlah kekerasan, tindakan menyakiti diri sendiri yang mereka saksikan secara online, terlalu berisiko bagi anak-anak kita," katanya.
Dengan kondisi ini, Olsen mengatakan pemerintah akan berupaya cepat dalam menerbitkan regulasinya. Namun ia juga menyatakan tak ingin terburu-buru agar regulasi yang dibentuk nantinya bisa tepat dan tidak rentan diakali oleh industri teknologi yang mengelola platform media sosial.
📸: Dok. Ritzau Scanpix via AP/ Thomas Traasdah.
Follow WhatsApp Channel kumparan untuk dapat Informasi terpercaya dikirim langsung ke WhatsApp kamu. Ketik https://t.co/LTFgN0m78w di browser kamu sekarang, agar bisa share informasi tanpa ragu.
#newsupdate #update #teknosains #quote #mediasosial #denmark #internasional #anak #carolinestage #info #infoterkini #berita #beritaterkini #bicarafaktalewatberita #kumparan
Seekor kucing manx, "memerintah" Talkeetna, Alaska, dari 1997 sampe 2017. Kota kecil ini emang nggak punya wali kota resmi, tapi warga pilih Stubbs karena bosen sama politisi manusia.
Ini dia kisah Epik Stubbs, Kucing yang Jadi Wali Kota Talkeetna, Alaska. 🧵
Jadilah Singa Meski Diam
Pernahkah kau merasa dijauhi, tanpa tahu sebabnya, hingga angin bisik-bisik membawa kabar: ada yang menyebar cerita tak benar tentangmu? Dan yang paling menyakitkan bukan fitnahnya, tapi bahwa mereka yang kau anggap teman justru percaya—tanpa pernah bertanya. Tanpa tabayun.
Tapi jangan biarkan hatimu dikendalikan oleh penilaian mereka. Kehormatanmu tak lahir dari mulut orang lain, tapi dari ketulusanmu menjalani hidup.
Dan jika mereka menjauh hanya karena satu sisi cerita, bersyukurlah. Mungkin itu cara Allah membersihkan lingkaranmu. Pertemanan yang sejati tak tumbang hanya karena desas-desus.
Ingatlah pepatah lama:
“Teman sejati tak butuh penjelasan. Musuh pun tak akan percaya meski kau beri seribu alasan.”
Maka bila ada yang langsung percaya kabar buruk tanpa pernah mencarimu, ucapkan Alhamdulillah—ternyata dia bukan temanmu. Ia hanya penonton yang menunggu adeganmu jatuh, dan saat itu datang, ia bertepuk tangan paling keras.
Sebagaimana bait hikmah yang dinisbatkan kepada Imam Syafi’i:
أَمَا تَرَى الأَسَدَ تُخْشَى وَهِيَ صَامِتَةٌ؟
وَالكَلْبُ يُخْسَى لَعَمْرِي وَهُوَ نَبَّاحُ
“Tidakkah kau lihat, singa ditakuti meski diam?
Sedangkan anjing diusir, demi hidupku, walau menggonggong nyaring.”
Bait ini mengajarkan: diamnya orang mulia bukan kelemahan. Dan suara keras bukan selalu pertanda kebenaran.
Tak semua yang dekat itu benar-benar teman. Kadang mereka tak peduli apakah cerita itu benar atau salah. Mereka diam-diam hanya menunggu dirimu jatuh dan segera menjauh. Itulah kualitas pertemanan mereka.
Tak perlu dijelaskan.
Tak perlu diluruskan kepada yang tak berniat mendengarkan.
Biarkan saja…
Ada yang pergi tanpa perlu dimengerti,
karena persahabatan itu tak lagi berarti,
dan kehadirannya pun tak pernah sungguh menyertai. Tak perlu disimpan di dalam hati.
Tabik,
Nadirsyah Hosen
Naskah Akademik
PEMBELAJARAN KODING DAN KECERDASAN ARTIFISIAL
Pada Pendidikan Dasar dan Menengah
Februari, 2025
Silahkan didownload di sini:
https://t.co/I3cdIwRsHo
Satu waktu saya masuk ke ruangan kelas sebuah sekolah di China pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung (tentunya dengan seizin siempunya sekolah). Di dalam kelas itu, sebagaimana di sekolah-sekolah lainnya, terdapat meja dan kursi untuk siswa dan juga meja dan kursi untuk guru.
Lin Qingzhong, guru sekaligus Kepala Sekolah di sekolah tersebut mengatakan bahwa setiap siswa boleh berganti tempat duduk di mana pun ia suka. Tapi yg tidak boleh sama sekali duduk di kursi guru. Kendati pun guru tidak sedang menggunakannya atau bahkan guru sedang tidak ada di dalam kelas. Hukuman berat bagi pelanggarnya (btw, guru piket dan supervisor harian mengawasi semua tingkah laku siswa dan termasuk gurunya melalui CCTV di ruang ‘command center’).
Saya tanya kenapa? Sembari mencontohkan kelas di ‘barat’ yg bahkan memberlakukan ‘no chair for teacher in the classroom’ agar guru lebih aktif dan fleksibel berinteraksi dengan siswanya.
Beliau belum menjawabnya sampai kemudian ia mengajak saya ke ruangannya sambil mengambil 2 buah buku. Sambil menunjukkan buku pertama berbahasa Mandarin ia menjawab bahwa leluhur kami tidak mengajarkan murid bertindak ‘tidak sopan’ kepada gurunya, termasuk duduk (atau berdiri) di tempat guru mengajar adalah nir adab. Terserah ‘barat’ mau melabel bahwa kuno atau konservatif. Tapi faktanya kami bisa mengalahkan ‘barat’, lanjutnya.
Sambungnya lagi, dan pendahulumu juga memberitahukan itu (tentang aturan antara murid terhadap guru dan ilmu) dalam buku klasik ini. Buku itu berbahasa Inggris. Tapi pengarangnya begitu akrab dibenak saya: Imam Az Zarnuji. Buku itu berjudul: Instructions of Student: The Method of Learning (diterjemahkan oleh G.E. Von Grunebaum dan Theodora M. Abel pada tahun 1947. Sementara buku aslinya sendiri ditulis pada abad ke-12).
Buku pertama berbahasa Mandarin itu saya lupa judulnya. Tapi buku kedua, sampai hari ini saya masih ingat. Karena sejatinya buku ‘panduan’ pedagogik yg ternyata diterapkan pada sistem belajar dan mengajar di China adalah kitab klasik fenomenal yg berjudul aslinya Ta’lim al Muta’allim Thariq al Muta’allum karya Imam Az Zarnuji yg di sekolah-sekolah agama (pesantren) diajarkan.
Sementara kita (sebagiannya) malah mengikut ‘barat’ yg malah hasilnya membentuk karakter siswa yg ‘kurang ajar’ terhadap gurunya. Sehingga hasilnya ya kita mendapatkan rata-rata IQ 78 karena ada adab penuntut ilmu yg dilupakan atau ditinggalkan. Mengambil istilah klasik: kita kehilangan keberkahan dari guru dan ilmu.
Mau sampai kapan? Mau mengejar ketertinggalan? Semua jawabannya bergantung pada respon dan jawaban kita sekarang.
Sebarkan kawan2...
5 menit yang sangat menyejukkan, begini seharusnya Islam diajarkan, dan diamalkan, tidak ada Agama yg menistskan kemanusiaan, tidak ada!!. Jangan beragama secara terbalik.
Salim sungkem guru...
Blio adl Romo Yai Faiz Syukron Makmun, Katib Syuriah PBNU.
La imágen del niño músico llorando, fue elegida como una de las fotografías más emotivas de la historia moderna.
Esta foto le fue tomada a un niño brasileño de 12 años (Diego Frazzo Turkato) tocando el violín en el funeral de su maestro, que fue quien lo rescató del ambiente de pobreza y delincuencia en el que vivía.
En esta imagen, la humanidad habla con la voz más fuerte del mundo:
“Cultiva el amor y la bondad en un niño para sembrar las semillas de la compasión, y solo así construirás una gran civilización, y una gran nación”.
📸 (Fotógrafo: Marcos Tristao)
[utas] Ungku Saliah Ulama Teladan Asal Piaman
Padang Pariaman, Prokabar -Mungkin banyak diantara kita bertanya tanya siapa foto kakek yang terpajang disetiap warung nasi Padang. Tak sedikit juga kita penasaran siapa orang yang ada di foto tersebut.
Persatuan, bukan seragam, tapi sepasang sandal yg berbeda
Persatuan, bukan sama rata, tapi sama rasa
Persatuan, bukan memaksa, tapi menghargai
Mata tak pernah protres, kenapa mulut yg menikmati makanan, padahal mata yg pertama menemukan. Lanjutkan sendiri. Tubuh kita bersatu.
Sahabat yang hobi belanja online, yuk belanja pake Mandiri Direct Debit. Jangan lupa daftarkan #mandiridebit Sahabat di e-commerce pilihan untuk transaksi lebih praktis. Simak info selengkapnya di https://t.co/z98YAHMIuB #mandiripromo
Sahabat, yuk pesan menu lezat dari Hokben. Pastikan melakukan transaksi pembayaran dengan #mandiriemoney agar Sahabat bisa lebih hemat yah. Cek info lengkapnya di link berikut https://t.co/mXiWyTdxqi #mandiripromo