- Ada orang-orang yang nunggu jam 20.01 biar tarif LRT turun jadi Rp10.000.
- Ada orang-orang yang bela-belain naik Busway sebelum jam 07.00 pagi biar hemat Rp1.500.
- Ada Ojol yang motornya disita petugas saat nganter makanan demi ngejar setoran.
- Ada yang checkout pas tanggal kembar (7.7, 8.8, dst.) demi gratis ongkir dan cashback.
- Ada yang numpang Wi-Fi gratis buat hemat kuota internet.
- Ada yang sengaja transfer lewat bank atau QRIS tertentu biar bebas biaya admin.
- Ada yang memilih bayar pakai metode pembayaran tertentu demi dapat cashback atau poin.
- Ada kurir yang tetap narik meski hujan deras karena kalau berhenti, penghasilannya ikut berhenti.
- Ada orang yang nunda makan siang supaya uangnya cukup sampai akhir bulan.
- Ada orang yang membandingkan harga di beberapa minimarket cuma buat hemat beberapa ribu rupiah.
- Ada orang tua yang menahan beli kebutuhan sendiri supaya uang sekolah anak tetap aman.
- Ada pedagang kecil yang tetap buka sampai larut malam berharap ada pembeli terakhir.
- Ada pekerja yang lembur bukan karena ingin, tapi karena butuh tambahan penghasilan.
- Ada keluarga yang menghitung pengeluaran harian sampai ribuan rupiah supaya kebutuhan bulanannya cukup.
- Ada orang yang rela antre panjang demi dapat sembako atau barang yang lebih murah.
- Ada orang yang berburu promo belanja karena selisih puluhan ribu sangat berarti.
- Ada pekerja yang jalan kaki beberapa kilometer demi menghemat ongkos transportasi.
- Ada orang yang menunda ganti HP atau motor karena uangnya diprioritaskan untuk kebutuhan rumah tangga.
- Ada yang bawa bekal dari rumah supaya uang makan bisa dihemat.
TAPI ADA JUGA ORANG YANG NUMPUK 74 KILOGRAM EMAS DIRUMAHNYA !!!
OH INDONESIAKU !!!
@txttransportasi Di buat tanpa pager kayak di LN pasti jd cakep, tapi harus gercep jgn sampe ada pedangang kaki lima.
Kalo mau di kumpulin aja pedagang di salah 1 sisi biar rapih.
🔴⚫️🔥 Rúben Amorim: “There are ambitions that accompany you throughout your career and, for me, coaching Milan has always been one of them”.
“I know perfectly well what AC Milan represents: history, prestige and extraordinary fans all over the world. It is a challenge that I face with pride and enthusiasm, with full awareness of what these colors mean”.
“I can't wait to start and live every day the passion that animates Milan”.
Gue nemu harga bensin di Amerika langsung dari foto pompa bensin beneran.
Terus gue bandingin sama Pertamax Indonesia yang baru naik.
Hasilnya agak mencengangkan:
Pertamax RON 92 Indonesia sekarang: Rp16.250/L
Bensin setara di Amerika?
Louisiana: Rp17.862/L
Texas: Rp17.391/L
California: Rp28.158/L
New York: Rp21.299/L
Tapi tunggu dulu.
Kalau masukin faktor gaji minimum, ceritanya jadi makin brutal.
JADWAL PIALA DUNIA 2026 🌎🏆
Bookmark postingan ini biar gak ada pertandingan yang kelewatan! 🔥
Repost dan share ke teman, tongkrongan, dan grup keluarga. Siap-siap begadang selama sebulan penuh 😅
Wajib baca jika mau selamat....✋️✋️✋️
TIPS SELAMAT DARI KRISIS 2026 2030:
SURVIVAL MODE ON!
1. Stop kredit dulu, jangan nambah cicilan atau utang baru. Beresin yang ada aja.
2. Fokus yang ada, jangan nafsu besarin bisnis dulu. Fokus rawat yang sudah jalan biar tetap stabil.
3. Amankan kerjaan, tahan diri buat resign. Di masa krisis, punya gaji tetap itu kemewahan.
4. Hemat pangkal selamat, potong pengeluaran yang nggak penting. Self-reward boleh, tapi secukupnya.
5. Hati-hati investasi, jangan gampang tergiur bisnis baru atau MLM yang janjinya muluk-muluk.
Dunia kegelisahan
WA dari temen. Siang. Jam 12.
"Bro, ponakan lo sering mual di mobil gak?"
"Iya parah. Tiap perjalanan muntah."
"Coba buka Settings iPhone lo."
"Hah? Emang kenapa?"
"Accessibility → Motion → Vehicle Motion Cues."
"Aktifin."
"Ini ngapain?"
"Udah aktifin aja. Besok perjalanan gak muntah."
Aku aktifin.
Besoknya, ponakkanu gak muntah pertama kalinya.
Semalem liat postingan akun Atalanta yang ngedesain ulang logo mereka, jadi penasaran buat nyari tahu logo Milan dan beberapa tim Serie A dari masa ke masa.
Ternyata Milan pernah memakai logo bulat utuh tanpa ada tambahan huruf ACM dan tahun 1899 seperti yang dipakai Atalanta sekarang.
Perubahan paling ekstrim tentu penggunaan lambang Il Diavolo doang pada tahun 1980an yang bisa kita nikmati di jersey away musim ini.
Tahun 2000, dua founder Netflix terbang ke Dallas buat nawarin perusahaan mereka dijual ke Blockbuster. Harganya $50 juta. CEO Blockbuster ketawain mereka di ruangan itu, terus suruh pulang.
Bulan Desember kemarin, Netflix beli Warner Bros dan HBO. Harganya $83 miliar.
Balik ke tahun 2000. Netflix waktu itu startup kecil yang rugi terus. Bisnisnya kirim DVD lewat pos, subscriber-nya cuma 300 ribuan, bakar duit tiap bulan. Reed Hastings sama Marc Randolph lagi cari jalan keluar, dan mereka berharap Blockbuster bisa jadi penyelamat. Soalnya Blockbuster waktu itu perusahaan raksasa. 9.000 toko, 60 juta pelanggan, revenue $6 miliar setahun. Raja rental video dunia.
Tawaran Netflix simpel: Beli kami $50 juta, kami yang urus sisi online-nya, kalian promote di toko-toko kalian. Yang fisik dan yang digital jalan bareng.
John Antioco, CEO Blockbuster, nganggap ini lelucon. Dia bilang hype dot-com itu kebesaran. Di bukunya, Randolph nulis mereka "diketawain keluar ruangan." Ditolak mentah-mentah dan disuruh balik ke California.
Sebenernya keputusan Antioco masuk akal waktu itu. Ngapain bayar $50 juta buat startup yang rugi kalau lo raja industri dengan revenue $6 miliar?
Beberapa bulan kemudian dot-com bubble emang pecah beneran. Banyak startup mati. Keputusan Antioco terlihat tepat.
Masalahnya, dia salah baca apa yang dijual. Dia pikir Netflix jualan "nonton film." Padahal yang Netflix bangun itu business model tanpa late fees, tanpa harus nyetir ke toko, plus data soal apa yang orang mau tonton.
Dan "late fees" itu justru sumber profit Blockbuster. Hal yang paling dibenci pelanggan, tapi yang bikin kas mereka tetep hidup. Netflix hapus itu total.
Tahun 2010, Blockbuster bangkrut. Dari 9.000 toko, sekarang sisa satu di Bend, Oregon, yang malah jadi tempat foto turis.
Netflix sekarang? Market cap-nya $440 miliar. Yang dulu mau dijual $50 juta, sekarang malah beli HBO sama Warner Bros seharga $83 miliar.
Reed Hastings yang diketawain di ruangan itu, net worth-nya sekarang $5.6 miliar. Dan dia mulai kariernya jadi sales vacuum cleaner keliling rumah.
Menurut gue ini "no" paling mahal yang pernah diucapkan orang.
Gak habis pikir sama taktik gila founder Canva dulu. Demi dapet modal bisnis, dia nekat latihan selancar berbulan-bulan sampe babak belur cuma buat ngejar investor yang lagi liburan di pantai.
Nama ceweknya Melanie Perkins. Dulu pas masih kuliah di Australia, dia punya mimpi bikin platform desain yang gampang banget dipake semua orang. Pas dia nyari modal ke San Francisco, dia malah diketawain dan ditolak sama 100 lebih investor di sana karena idenya dianggap konyol.
Tapi bukannya nangis terus pulang kampung, si Melanie ini malah muter otak pake strategi gila yang gak masuk akal sehat. Dia denger info kalo ada investor raksasa yang lagi dia incar tuh hobinya main kitesurfing (selancar layang).
Karena dia gak punya akses buat ketemu di kantor, dia nekat latihan olahraga ekstrem itu berbulan-bulan sampe badannya babak belur dihantam ombak. Tujuan utamanya cuma satu, biar bisa ikutan nyebur ke laut dan dapet celah waktu buat presentasi pas si bos lagi istirahat di pinggir pantai.
Bener-bener taktik nyari modal paling ekstrem. Tapi gila, dedikasi nekatnya itu berhasil ngeluluhin hati para investor. Tahun 2013 Canva resmi rilis, dan sekarang malah sukses jadi aplikasi raksasa bernilai ratusan triliun.
Jadi buat lu yang tiap hari pake Canva buat bikin tugas atau revisi desain kerjaan, sungkem dulu sama kegigihan mbak Melanie yang ampir kelep di laut demi lu semua.
Guys, Ahok baru ngomong sesuatu soal Chromebook dan MBG yang menurut gue paling jujur dan paling berani dari siapapun yang gue dengar dalam beberapa bulan terakhir.
Dan dia ngomongnya
bukan sebagai pembela Nadiem.
Dia ngomong sebagai orang yang paham betul bagaimana sistem pendidikan dan teknologi seharusnya bekerja.
Soal Chromebook dan kenapa Ahok marah:
Ahok bilang dengan sangat tegas:
pengadaan Chromebook itu sebenarnya adalah kebijakan yang sangat masuk akal secara logika.
Chromebook itu bukan laptop biasa.
Operating system-nya berbasis cloud sekali beli langsung include semuanya, tidak perlu diperbarui terus-menerus.
Harganya jauh lebih terjangkau
dari laptop konvensional.
Dan yang paling penting sistemnya dirancang agar anak tidak bisa nonton video porno, tidak bisa judi online, dan seluruh aktivitas belajar bisa dipantau.
Ahok kasih contoh nyata.
Ada guru di Jawa Barat yang punya empat sertifikat internasional bisa mengajar di level dunia. Ujiannya hanya 10 dolar.
Bayangkan kalau semua guru Indonesia bisa akses sertifikasi seperti itu lewat Chromebook yang terhubung Starlink di daerah terpencil anak di kampung tiba-tiba bisa belajar setara dengan anak di Kanada atau Australia.
Itu bukan mimpi.
Itu sudah bisa dilakukan sekarang dengan teknologi yang ada.
"Bayangin kalau semua anak kita di kampung ada Starlink juga kan.
Anak di kampung kita tiba-tiba belajar setara dengan orang di Kanada atau di Amerika atau di Australia."
Lalu kenapa Ahok merasa ini sengaja dihambat:
Ahok bilang dengan sangat hati-hati karena takut diproses hukum lagi tapi dia tetap bilang:
"Saya pikir ini sengaja."
Logikanya sederhana dan sangat keras.
Kalau rakyat pintar, rakyat kritis, rakyat bisa akses informasi dari mana saja mereka lebih sulit dikuasai.
Lebih sulit dibohongi.
Lebih sulit dimanipulasi menjelang pemilu.
Sistem yang membiarkan rakyat bodoh dan miskin adalah sistem yang menguntungkan mereka yang berkuasa.
Karena rakyat yang bodoh dan miskin lebih mudah disuap dengan sembako, lebih mudah digiring dengan hoaks, lebih mudah dikontrol dengan ketergantungan pada program-program yang terkesan murah hati tapi tidak memberdayakan.
MBG- makan bergizi gratis menurut Ahok adalah contoh dari cara berpikir yang sama.
Daripada kasih rakyat laptop yang bisa membuka pintu dunia, lebih mudah kasih makanan yang habis dimakan dan orang tetap tergantung besok makannya dari mana.
"Kalau saya tanya mau bikin sekolah bagus,
kasih makan bergizi atau rakyat punya laptop yang bisa komunikasi ke mana-mana?"
Yang paling menohok soal survei dan legitimasi:
Ahok tidak berhenti di situ.
Dia lanjutkan dengan sesuatu yang sangat pedas.
Pemerintah melakukan survei.
Rakyat bilang mereka suka makanan gratis.
Lalu itu dijadikan legitimasi untuk program MBG.
Seolah-olah karena rakyat minta ya sudah diberikan.
Tapi Ahok membaliknya:
kalau kamu memberikan sesuatu kepada orang yang tidak pernah tahu bahwa ada pilihan yang jauh lebih baik tentu mereka akan pilih yang ada di depan mata.
Itu bukan preferensi yang genuine.
Itu keterbatasan informasi yang dimanfaatkan sebagai justifikasi.
"Mereka juga pintar.
Dia survei, Pak.
Rakyat suka makanan itu jadi legitimasi."
Dan soal Nadiem yang sekarang dituntut 27 tahun:
Ahok tidak membela Nadiem secara personal.
Tapi dia bilang satu hal yang sangat logis dan sangat sulit dibantah:
Menteri itu tidak pernah menyentuh
anggaran secara langsung.
Menteri membuat kebijakan.
Yang mengeksekusi adalah birokrasi di bawahnya.
Kalau ada yang salah dalam eksekusi pertanyaannya adalah:
apakah menteri yang memerintahkan secara eksplisit?
Apakah ada aliran dana yang bisa dibuktikan masuk ke kantong menteri?
PPATK sudah menjawab:
tidak ada.
Nol aliran dana ke Nadiem dari siapapun.
"Saya pikir ya ini soal profesionalisme.
Menteri kan enggak pernah nyentuh anggaran perantaran kan, kecuali dia nyuruh ya atau terima ya."
Ahok tidak sedang bicara soal
Chromebook sebagai produk.
Dia sedang bicara soal pilihan fundamental sebuah bangsa:
apakah kita mau membangun rakyat yang pintar dan mandiri, atau kita mau mempertahankan sistem di mana rakyat tetap bergantung pada belas kasihan penguasa?
MBG memberikan makan hari ini.
Chromebook bisa mengubah nasib seumur hidup.
Dan ketika kebijakan yang lebih transformatif justru dipersoalkan secara hukum sementara program yang lebih konsumtif dirayakan sebagai prestasi itu bukan kebetulan.
Itu adalah pilihan yang sangat disengaja oleh mereka yang paling diuntungkan dari rakyat yang tetap tidak berdaya.
GIORGIO FURLANI OUT! Itulah koreografi dari Curva Sud Milano hari ini, yang mendesak CEO Milan untuk segera pergi meninggalkan klub.
Gelombang peotes bukan hanya ada di stadion, sebelum pertandingan, Curva Sud juga melakukan sorakan "Furlani Out" di luar stadion.