Minggu 16.30 WIT, suasana di depan hotel grand abe.. t4 rapat pleno kpu kota jayapura. Su macam mau perang.. !!!
Kota jayapura sbenarnya tidak se rawan ini.. ini krena untuk mengamankan pemenang yg dipaksakan !!!
Semakin menguatkan kalau bisnis kapitalis ekstraktif di Papua selalu jalan bareng dengan militerisme
Iklim teror diciptakan lewat pengerahan aparat yang masif. Orang Papua dipaksa jadi penonton di tanah sendiri
Begitulah kelakuan kolonialis
Unair: "Penggunaan narasi dalam karangan bunga tidak sesuai dengan etika dan kultur akademik insan kampus"
Prabowo: "Ndasmu etik!"
Hormat untuk BEM FISIP Unair.
Proyek berskala besar yang dijalankan pemerintah Indonesia di Papua merusak hutan-hutan sehingga sumber pangan orang asli Papua hilang. Papua kini diserbu makanan dari luar, makanan tradisional pun terancam hilang https://t.co/e7sg3lbknH
Pengembangan Proyek Strategis Nasional food estate seluas dua juta hektare di Merauke, Papua Selatan, mendatangkan ketakutan bagi orang asli Papua. Ribuan tentara Indonesia dikirim ke Merauke. “Seolah-olah zona perang,” kata pastor Pius Cornelius Manu https://t.co/v5DrwApQys
"Saya merasa kecewa karena saya sendiri sudah tidak ada jalan keluar lain yang saya harapkan untuk bisa melindungi dan menyelamatkan tanah dan manusia di wilayah tanah adat saya." - Hendrikus Woro, pejuang lingkungan hidup dari suku Awyu.
😭😭😭
#SelamatkanHutanPapua
The social and environmental damage from the loss of ecosystem services due to extensive deforestation and habitat loss associated with oil palm plantations amounted to 96.63 trillion rupiah ($6.30 billion).
https://t.co/6NIzlOFpPS
Proyek PSN Merauke merampas hak masyarakat adat, hak hidup, hak atas tanah, hak mengelola sumber daya alam, hak atas pembangunan, hak atas pangan dan gizi. Penggundulan hutan, pengrusakan rawa dan lahan gambut, akan meningkatkan krisis ekologi.
The Susi Air pilot from NZ was not released by the Indonesian military and police, but was released by TPNPB Ndugama based on the Nduga regional election political promise with Edison Gwijangge
Salib tidak hanya tegak di rumah ibadah, melainkan berdiri di hutan-hutan adat. Ekspresi politik ini menjadi penanda teritorial dan menegaskan diri bahwa tidak ada yang boleh merebut sejengkal tanah milik mereka.