Banjir dateng. Air naik. Org panik. Listrik mati.
Hari pertama, kedua, yg gerak duluan ya warga sendiri. Tetangga nolong tetangga. Relawan lokal. Bikin perahu seadanya. Masak apa yg ada. Terus org rekam. Upload.
Bukan buat drama. Tapi krn emg belum ada yg dateng.
Beberapa hari kemudian, bantuan mulai keliatan. Aparat turun. Tenda berdiri. Pejabat muncul. Lalu keluar kalimat: “jangan menggiring-giring seolah pemerintah tdk kerja.”
Laaaah???
Orang normal melihat bencana sebesar ini: sedih, menangis, penuh harap, ingin membantu sebesar-besarnya, berharap bantuan datang dari manapun itu demi meringankan penderitaan warga
Orang kurang normal: "Ada yang tidak suka dengan Indonesia ini"
Rezim terjahat, gue gak peduli lo dibayar berapa sama rezim ini.
Kalau lo masih belain mati-matian seolah rezim ini tanpa salah dan gak ada sisa empati dan moral, nyawa semua orang korban rezim ini juga ada di tangan lo.
@intinyadeh “Lu kritik, gue bungkam”
“Lu kasih tau, gue gak mau tau”
“Lu dukung gue, gue kasih lu kekuasaan”
Mungkin itu motto pemerintah era Pak Prabowo saat ini.
tsunami aceh 2004 diperlakukan sebagai bencana nasional, dan dinilai tepat dan berhasil hingga mendapat apresiasi dunia. almarhum pak kuntoro mendapat penghargaan pbb karena dinilai sukses mimpin program pemulihan aceh akibat tsunami itu. sekarang bencana sumatra itu lintas provinsi. bukan hanya satu provinsi. dapaknya dinilai lebih berat dan luas dari tsunami dulu. lebih mendesak mestinya diperlakukan sbg bencana nasional dg segala konsekwensinya. waraslah. 😢
1006 orang meninggal. Belum ada yang dipenjara. Belum ada status bencana nasional. Presidennya sibuk jalan ke luar negeri. Kabinetnya nolak bantuan luar. Menterinya sibuk mantau donasi. DPRnya iri ama influencer yang ke lapangan. Uda gila negara ini
When the Prophet Muhammad (SAW) died, many Muslims were in shock. Umar (RA) couldn’t even accept it. But Abubakr (RA) reminded them:
“Whoever worships Muhammad, know that Muhammad is dead. But whoever worships God, He is Ever-Living and never dies.”
That is Islam.
We do not worship Muhammad. We follow him. He was a messenger, not a mediator. He lived like us, felt pain like us, and died like us. He never claimed to be divine or the only way to reach God.
In Islam, your connection with God is direct. No middleman.
“We are closer to him than his jugular vein.”
Yes, believing in the Prophet is essential. Not because he stands between you and God, but because he delivered God’s message.
But your prayer, your worship, your dua… it goes straight to the One who hears all things.
Cultuurstelsel adalah sistem tanam paksa yang diterapkan oleh pemerintah kolonial Belanda di Hindia Belanda (sekarang Indonesia) dari tahun 1830-1870. Sistem ini mewajibkan petani untuk menanam tanaman komoditas ekspor Belanda. ☺️