Tau gak bahayanya kasus ini?
Selain nama Indonesia bisa jelek di mata ilmuwan dunia ya.
Tapi pemalsuan data untuk dipresentasikan di forum ilmiah itu dampaknya bisa luas. Mungkin ada researcher lain yang ga tau kalo mereka fake, kemudian kutip penelitian mereka, dan dijadiin bahan praktek/treatment.
Ini tuh semestinya kan bawa data dan temuan ilmiah. Nah bayangin temuan ilmiahnya fake.
Masa' harus nunggu ada yang jadi korban dari orang2 norak yang sekadar pengen keluar negeri gratis sih?
Minimal kemenkes turun tangan sih. Ngejagain marwah keprofesian dan keilmuwan soalnya.
BREAKING!
Warga Papua Selatan hari ini resmi gugat Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, yang keluarkan Surat Keputusan (SK) No. 591 berisi rencana mengubah 486 ribu hektare tanah adat mereka jadi PSN Pangan dan Bioenergi.
Gugatan ini jadi bukti bahwa “Pesta Babi” adalah realita yang terjadi di Papua Selatan hari ini. Di mana kebijakan negara jadi alat legitimasi pemusnahan ruang hidup masyarakat.
Kenapa warga menggugat?
Rupiah Anjlok ke Level 17.600 per Dolar AS, Prabowo: Rakyat di Desa Enggak Pakai Dolar AS
"Rupiah begini, dolar begitu. Orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok, iya kan?"
@exhorizonjkt makasih min udh denger saran dr warga buat jadi referensi coba ini diliat punya exol taipe siapa tau bisa jadi bahan diskusi kalian 🙏
https://t.co/bV7q4Vw6Zw
disini jelas soalnya berapa donasi, buat apa beritanya di tulis jadi nnt yg terima keliatan di mutasi juga gampang 🤝
@exhorizonjkt Sekedar saran aja yaa min. Kalo emg mau tema nya nyesuain sama konsep lama EXO. Mending ikutin contoh @exo_lab kaya gini. Semua tetep gunain 1 tone yg sama meskipun ngambil lebih dari 1 referensi tema. Semangat min🫶🏻
Halo EXO-L Indonesia,
Terima kasih atas kritik dan saran yang telah disampaikan. Saat ini kami sedang melakukan diskusi lebih lanjut untuk meninjau kembali beberapa hal.
Terima kasih atas pengertian dan dukungannya 🙏🏻
Regards, EXhOrizon JKT Team
@inidhilafadhila@exhorizonjkt terus sama sampe kapan batas waktu donasinya ini udh sisa <1bulan lagi mrk cari vendor yg mau ngerjain project segede ini dengan waktu yg mepet ada kah ? ini yg kudu dipikirin juga sii
@inidhilafadhila@exhorizonjkt nahh bener kak kalo bisa mah di tentuin aja gak si jumlahnya donasi terus pake kode unik di belakangnya, sm tulis berita pengirimannya tujuan buat apa jadi jelas. kalopun gak sampe target ngitungnya pun gampang drpd range yg terlalu lebar agak sulit jadinya ..
Saran dan kritik terbuka untuk para admin @exhorizonjkt
Tolong yaa didengerin saran yg udah exo-l kasih dari kemarin. Karna ini project ga bakal sukses kalo dari pusatnya gamau ikutin kritik dan saran yg diberikan.
Kita sebagai fans juga pengen kok project nya berjalan lancar, happy semua. Tapi tolong saran dan kritik nya juga digubris yaa, biar semua sama sama enak.
Kalo semisal ga nerima saran dan kritik, ga usah bikin project gede buat di jakarta nanti.
PUNTEN YA MIN IJIN 🙏🏻🙏🏻
@exhorizonjkt aku cuma mau menyampaikan sedikit kritik & saran.
1. tolong bikin laporan RAB untuk kebutuhan EXHORIZON nanti.
-> misal beneran kita harus butuh handbanner maka kita harus tau dulu berapa sih goal buat handbanner supaya bisa dapat semua di day 1 & 2.
2. hapus gift untuk staff ( sorry kalau ini sensitif tapi staff sudah bukan tangung jawab kita ) dilihat dr keuangan lebih baik gift untuk staff di alihkan ke yg lain, karena per hari ini donasi sepertinya belum cukup apa-apa.
3. tolong bikin planing A&B ketika fanpro ini di ACC atau tidak, supaya kita tau jika beberapa hari sebelum konser gak gedebukan kalau salah satu dr project tersebut tidak di acc ( ini jg fans berhak tau )
4. benerin dresscode day 1
-> misal di jadikan dalam 1 tema saja, mau wara pastel atau warna gelap.
5. tolong baca setiap kritikan fans (project tidak akan berjalan ketika kalian tidak mau baca arahan & masukan dari fans).
begitu ya kira-kira masukanya, kurasa jika masih kurang kita bisa berdiskusi terbuka sama fans, bikin forum supaya semua bisa masuk & ngasih masukan.
thank you 🩵
Buat temen2 yang pengen upgrade hp ke Galaxy S26 Ultra biar fancamnya paripurna, pada doain ka Andi deh buruu. Udh pasti bagus pol zoomnya buat konseran!!! Pori2 lo juga kayaknya bisa keliatan deh
TAPIIII….. berhubung mood gw lagi bagus kayaknya gw mau giveaway jg deh??
RT dulu deh sm reply AYO yg banyak. Kalo rame baru gw kasi tau giveaway apa😙😙😙
Guys, ada fakta dari Labuan Bajo yang menurut gue adalah salah satu gambaran paling konkret tentang bagaimana Indonesia bekerja siapa yang kerja, siapa yang dapat cuan.
Taman Nasional Komodo.
Salah satu destinasi wisata paling terkenal di dunia. UNESCO World Heritage Site.
Rumah bagi Komodo satu-satunya tempat di dunia hewan ini hidup liar.
PNBP Penerimaan Negara Bukan Pajak dari TN Komodo: Rp100 miliar per tahun.
Yang diterima Kabupaten Manggarai Barat daerah yang tanahnya ditinjakkan para turis, yang warganya jadi guide, yang infrastrukturnya dipakai wisatawan: Rp0.
Bukan sedikit.
Bukan kecil.
NOL.
Dan ini yang bikin gue tidak habis pikir:
PAD Manggarai Barat total pendapatan asli daerah mereka hanya Rp127 miliar per tahun.
Sebagian besar dari pajak hotel dan restoran di daratan.
Artinya: kalau saja ada skema bagi hasil yang wajar dari TN Komodo anggaran daerah Manggarai Barat bisa hampir dua kali lipat dari yang sekarang.
Dua kali lipat.
Untuk daerah yang selama ini masuk kategori tertinggal.
Yang infrastrukturnya masih sangat perlu dibangun.
Yang sekolah dan puskesmasnya masih sangat kurang.
Siapa yang kerja dan siapa yang dapat cuan:
Warga Manggarai Barat yang hidup berdampingan dengan Komodo selama ratusan tahun.
Yang menjaga kawasan itu.
Yang jadi guide.
Yang jual jasa perahu.
Yang bangun homestay.
Mereka yang kerja.
PNBP Rp100 miliar per tahun mengalir ke kas pusat. Jakarta.
Mereka yang dapat cuan.
Dan daerah yang tanahnya adalah daya tarik utama tidak dapat apa-apa dari pengelolaan resminya.
Ini bukan anomali ini adalah pola:
Nikel Sulawesi diekstrak oleh perusahaan besar, royalti ke pusat, daerah penghasil dapat bagi hasil yang tidak sepadan dengan kerusakan lingkungan yang mereka tanggung.
Batu bara Kalimantan dikeruk selama puluhan tahun, daerah penghasil dapat dana bagi hasil yang tidak pernah cukup untuk rehabilitasi kerusakan lingkungan yang ditinggalkan.
Gas Natuna salah satu cadangan gas terbesar di Asia Tenggara. Daerahnya masih tergolong terpencil dan kurang berkembang.
Dan sekarang: Komodo Labuan Bajo yang sudah jadi ikon pariwisata kelas dunia daerahnya dapat nol dari PNBP resminya.
Sumber daya ada di daerah.
Uangnya mengalir ke pusat.
Daerahnya tetap kekurangan.
Soal argumen "konservasi membutuhkan pengelolaan terpusat":
Gue paham argumen ini.
TN Komodo membutuhkan standar konservasi yang ketat.
Tidak bisa diserahkan sepenuhnya ke daerah tanpa pengawasan.
Tapi pertanyaannya bukan apakah pengelolaan harus terpusat.
Pertanyaannya adalah: apakah tidak bisa ada skema bagi hasil yang adil sambil tetap menjaga standar konservasi?
Banyak negara lain punya model ini.
Dana konservasi yang sebagian dialokasikan kembali ke komunitas lokal untuk biaya pendidikan, infrastruktur, pemberdayaan ekonomi warga sekitar kawasan justru terbukti membuat konservasi lebih efektif.
Karena warga punya insentif untuk menjaga, bukan hanya diperintahkan untuk menjaga.
Yang paling ironis:
Harga tiket masuk TN Komodo untuk wisatawan asing sempat dinaikkan menjadi Rp3,75 juta per orang yang memicu protes keras dari pelaku wisata lokal karena mengancam keberlangsungan bisnis mereka.
Jadi: tiketnya mahal untuk wisatawan.
PNBP-nya masuk kas pusat.
Warga lokal tidak dapat bagi hasil.
Dan pelaku wisata lokal malah terancam oleh kebijakan harga yang tidak mempertimbangkan ekosistem bisnis mereka.
Semua pihak kena dampak negatif.
Kecuali kas pusat.
Soal respons Titiek Soeharto:
Gue hargai bahwa Titiek mengangkat isu ini secara publik.
Itu hal yang benar untuk dilakukan.
Tapi perlu dicatat:
ini bukan masalah baru.
Keluhan soal tidak ada bagi hasil PNBP ke daerah penghasil pariwisata sudah ada bertahun-tahun. Bukan hanya Manggarai Barat tapi banyak daerah lain yang punya kawasan konservasi atau destinasi wisata nasional tapi tidak dapat bagi hasil yang memadai.
Kalau DPR baru sorot ini sekarang pertanyaannya: selama ini kemana?
Rp100 miliar per tahun keluar dari tanah Manggarai Barat. Dari daya tarik yang namanya Komodo hewan yang tidak hidup di tempat lain di muka bumi ini.
Dan daerahnya dapat nol.
Itu bukan sistem yang tidak sempurna.
Itu sistem yang secara aktif mengambil dari daerah yang sudah kekurangan dan memberikannya ke pusat yang sudah punya lebih banyak.
Dan kalau ini terjadi di TN Komodo yang sudah terkenal di seluruh dunia bayangkan berapa banyak sumber daya di ribuan daerah lain di Indonesia yang mengalami hal serupa hanya saja tidak ada kunjungan reses DPR yang kebetulan mengangkatnya ke permukaan.
Bagaimana bisa perayaan Ulang tahun di tempat yang mahal dianggap sederhana.
Padahal, disaat ratusan juta itu tak seberapa bagimu, ada rakyat yang untuk bertahan hidup pun harus berjuang di tempat sampah mengais rejeki
Lalu begitu lucunya kalian menanggapi orang yg protes.
Guys, ada analisis dari analis intelijen militer Selamat Ginting yang menurut gue adalah salah satu kritik paling substansif bukan soal politik semata, tapi soal sistem militer yang dirusak yang perlu dipahami semua orang.
Dan ini bukan serangan personal terhadap Teddy. Ini tentang preseden berbahaya yang sedang dibangun.
Mulai dari fakta yang paling dasar:
Teddy Indra Wijaya Seskab baru saja naik pangkat menjadi Letkol.
Dia lulusan Akmil 2011.
Dan menurut Peraturan Panglima TNI 2022 lulusan 2011 baru bisa menjadi Letkol setelah 23 tahun masa dinas.
Artinya baru layak sekitar 2034.
Sekarang 2026.
Dia baru jadi Letkol.
Selisihnya: 8 tahun lebih cepat dari yang seharusnya.
Dan ini bukan pertama kalinya:
Naik dari Kapten ke Mayor sudah melebihi teman seangkatannya.
Naik dari Mayor ke Letkol melebihi lagi.
Dan semuanya menggunakan mekanisme yang menurut Selamat Ginting tidak ada dalam aturan TNI: disebut "kenaikan pangkat reguler dipercepat" istilah yang menurutnya diadakan-adakan karena Teddy juga tidak memenuhi syarat untuk KPLB kenaikan pangkat luar biasa yang biasanya diberikan kepada prajurit yang mengorbankan jiwa raga di medan tempur.
KPLB pun sudah pernah diberikan kepada Teddy dua kali sebelumnya tanpa ada prestasi tempur yang setara dengan pengorbanan yang biasanya menjadi syarat.
Soal posisi Seskab dan ini yang paling kritis secara hukum:
UU TNI Nomor 34 Tahun 2004 Pasal 47 menyebut ada 10 posisi sipil yang boleh diduduki perwira aktif TNI tanpa harus pensiun dulu.
Daftarnya: Kemenko Polkam, Kemenhan, Lemhannas, Wantanas, BIN, BSSN, Basarnas, BNN, Mahkamah Agung kamar militer, dan Sekretaris Militer Presiden.
Sekretaris Kabinet tidak ada dalam daftar itu.
Artinya — secara hukum Teddy seharusnya pensiun atau mundur dari dinas militer dulu sebelum menjabat Seskab.
Seperti yang dilakukan AHY ketika mau ikut Pilkada Jakarta 2017.
Seperti yang dilakukan Sugiono, Iftitah Sulaiman, dan perwira lain yang memilih jalur politik.
Tapi Teddy tidak melakukan itu.
Dia tetap aktif di TNI sambil menjabat Seskab.
Dan ada keanehan lain yang Selamat Ginting soroti:
Kalau Seskab setara eselon 2 seperti yang diklaim pemerintah maka pangkat yang sesuai adalah Brigadir Jenderal bukan Letkol.
Artinya Teddy sekarang sebagai Letkol bahkan belum memenuhi syarat pangkat untuk jabatan Seskab yang dia pegang.
Proyeksi yang mengerikan menurut analisis Ginting:
2026 — Letkol.
2027 — Kolonel.
2028 — Brigadir Jenderal
baru memenuhi syarat pangkat untuk Seskab.
Naik pangkat tiap tahun.
Melompati angkatan-angkatan di atasnya.
Termasuk melampaui 6 angkatan senior yang belum Letkol sampai sekarang.
Dampak ke moral dan sistem TNI dan ini yang paling serius:
Selamat Ginting bilang dia menerima banyak pesan WhatsApp dari perwira tinggi bintang 1 sampai 4 yang resah dengan kasus Teddy.
Dan ini bisa dipahami kenapa.
Bayangkan ada perwira lulusan 2006
5 angkatan di atas Teddy yang sudah seskoat,
sudah Diklatpim 2,
sudah semua syarat terpenuhi sampai sekarang belum Letkol.
Sementara Teddy lulusan 2011 tanpa memenuhi syarat pendidikan yang sama sudah Letkol karena dekat dengan Presiden.
Apa yang terjadi pada moralitas dan integritas sistem kenaikan pangkat TNI kalau ini dibiarkan?
Perbandingan sejarah yang paling mengena:
Selamat Ginting menyebut contoh dari Mesir panglima militer yang hanya berpengalaman sampai Mayor di lapangan, tapi karena dekat dengan lingkaran istana tiba-tiba jadi Jenderal dan memimpin pertempuran.
Hasilnya: memalukan Mesir secara militer.
Dan di dalam negeri sendiri ada preseden dari zaman Soekarno.
Ketika Presiden menempatkan tokoh yang tidak layak sebagai Kepala Staf AD TNI tidak terima.
Pelantikannya hanya dihadiri korp musik pemadam kebakaran.
TNI menolak hadir. Panglima tidak bisa masuk Markas Besar karena dikuasai yang menentang. Berujung pada Peristiwa 17 Oktober 1952.
Sejarah punya cara mengingatkan.
Rekomendasi Selamat Ginting — dan ini yang paling jelas:
Pensiunkan Teddy.
Kalau mau jadi Seskab, pensiun dulu dari militer.
Baru tempatkan di sana.
Kalau masih aktif di TNI, kembalikan ke Kopassus kirim ke Papua, pimpin Kompi menghadapi OPM.
Kopassus bukan tugasnya buka tutup pintu. Seharusnya buka tutup pertempuran."
Dan peringatan yang paling keras:
Kalau Prabowo teruskan ini bisa jadi hak angket di DPR mempersoalkan Presiden melanggar UU TNI. Prabowo bisa jatuh hanya gara-gara menyelamatkan orang-orang ini."
Ini bukan soal Teddy Indra Wijaya sebagai pribadi.
Dia mungkin orang yang kompeten dan loyal.
Ini soal sistem yang dirusak ketika loyalitas personal mengalahkan mekanisme yang sudah dibangun bertahun-tahun untuk menjaga integritas institusi militer.
TNI bukan perusahaan keluarga di mana bos bisa mempromosikan siapapun yang dia mau kapanpun dia mau.
TNI adalah institusi dengan hierarki, aturan kenaikan pangkat, dan persyaratan pendidikan yang dibangun bukan untuk menghalangi orang tapi untuk memastikan yang naik benar-benar siap memimpin.
Ketika aturan itu dilanggar karena kedekatan dengan presiden pesan yang diterima oleh ribuan perwira yang mengikuti aturan adalah: kerja keras dan prestasi tidak sepenting berada di lingkaran yang tepat.
Dan ketika TNI mulai berpikir seperti itu kita semua yang rugi.