Ada fase di mana:
Kamu udah nggak peduli dilihat orang.
Nggak haus pengakuan.
Nggak takut disalahpahami.
Bukan dingin.
Tapi akhirnya paham:
Ketenangan lebih mahal
daripada pembuktian.
Tidak ada yang lebih hina daripada menghina seorang yang bekerja menafkahi keluarganya.
Jualan es teh itu pekerjaan halal dan mulia.
Tidak ada satu pun bagian "goblok" di sana.
Saya gak terima.
Beliau juga gak terima, beliau tarik nafas panjang, saya tahu beliau menahan tangis.
Ada yang tahu kontak bapak penjual es teh itu? Atau kepada siapa saya bisa kontak untuk ikut bantu?
Kita bisa melihat sebenar-benarnya sifat manusia bukan dari caranya memperlakukan kawannya, melainkan dari caranya memperlakukan orang-orang di bawahnya