Prinsip hidup gue:
“Gue tau kualitas diri gue, gue gak pernah takut kehilangan siapapun dan gak pernah takut tidak dipilih karena orang pilih gue pakai mata tertutup juga gak akan menyesal. I know my worth.” 😝😝🤝
Setelah berhenti menyukai seseorang, gue menyadari bahwa ternyata perasaan tidak menyukai siapapun itu menyenangkan dan menenangkan. Gue punya banyak sekali waktu untuk mencintai diri gue lebih dari kemarin. Dan itu sangat membahagiakan.
kita seringkali mikirin hal hal yg ga seharusnya kita pikirin, makanya sering stress.
padahal itu ranahnya Allah. all we shud do cuma doa dan ikhtiar. sisanya Allah yg atur☺️
Jadi ingat pas gue ISPA selama kurang lebih 10 hari teman-teman sana sini nyaranin mp biar cepat pulih, tapi gue keukeuh istirahat yang cukup, pakai masker tebal dan jauhin orang-orang, hidrasi, dan minum obat secukupnya itu pun a*bro*** karena gue percaya tubuh gue pun sedang berjuang menyembuhkan dirinya selagi sakit yang ecek-ecek ya jangan manjain tubuh karena mereka rancangan Tuhan Yang Maha Gacor.
jangan baper kalo misalkan temen2 kalian udah jarang yg ngucapin "happy birthday" pas kalian ultah. ga ngucapin "congrats" pas kalian dilamar, nikah, atau punya achievement baru. ga ngucapin "turut berduka cita" ketika ada kerabat kalian yg berpulang. ga ngucapin "GWS" pas kalian lagi sakit, dan lain lain. it's okay loh.. karena kita semua lagi ada di fase hidup yg berbeda. dan ga semua orang punya tenaga untuk ngirim pesan ke kita🙏
PELECEHAN!!! KESEL BANGET!
Sengaja banget ini nyentuh kupingnya!
Sentuhan fisik yang tidak diinginkan oleh anak, seperti mengelus rambut atau menyentuh bagian tubuhnya, apalagi yang sensitif, seperti telinga, termasuk ke dalam pelecehan pada anak. Apalagi di video ini anaknya nampak tidak nyaman!
Anak yang mengalami pelecehan seksual berpotensi mengalami PTSD, depresi, ansietas, rasa malu, gangguan tidur, tidak aman, hingga tidak percaya pada orang dewasa. Bahkan pada kondisi berat bisa berujung pada self-harm.
Jangan normalisasi tindakan seperti ini ya!
Sumber:
Hailes (2020). Long-term outcomes of childhood sexual abuse: an umbrella review.
Jujur baca kolom komentar rada susah gue ngejelasin bolak-balik kalo ini beda sama tonsilitis alias radang amandel.
Jadi betul Difteri ini bisa menyerang tonsil, tapi dia penyebabnya spesifik, yaitu kuman C. Diphtheriae yang menghasilkan racun alias toksin difteri, dan ini sifatnya akut. Beda sama amandel yang bisa kena berulang-ulang yang penyebabnya macem2 dan bisa dilakukan operasi pengangkatan amandel.
Kalau Difteri ini gak bisa dioperasi sayang2ku, karena dia menyerang semua saluran napas atas dari rongga hidung, tonsil, sampai laring, bahkan pada kasus yang ekstrim ke tracheanya juga. Gak mungkin kan semuanya diangkat??
Terus ada juga yang jadi worry karena lagi amandel + ada putih2nya. Nah disinilah alasan kenapa sekolah kedokteran umum itu makan waktu sampai 6 tahun, agar bisa membedakan mana yang amandel biasa mana yang difteri, karena ya mirip-mirip. Jadi jangan self diagnosed dan overly worried yah..
Terus aku yakin yang komen disini rata-rata adalah usia balita lebih 20 tahunan. Gak usah khawatir cinta, Difteri ini banyaknya menyerang anak usia balita sampai usia sekolah. Jadi balita lebih 20 tahun aman, kecuali lu nakes yang kontak dengan pasien difteri, nah itu baru lu perlu minum obat profilaksis difteri (termasuk guweh).
Lebih lengkapnya silakan baca AI generated content dibawah. Sekian dan terimakasih.
@ElysiaXBT "Experience is best teacher"
Saya inget banget tulisan yang ada dibuku tulis itu waktu sekolah
Dulu ndak terlalu notice saya anggap sebagai kata mutiara aja
Tapi setelah gede baru paham maknanya