Teman timun, pola ini sudah terjadi sejak bapaknya nyalon jadi walkot for the first time ya. Bawaslu (ad hoc saat itu) menerima laporan, sudah panggil instansi sebelah untuk klarifikasi, ga datang.
KPU: KAMI TIDAK VERIFIKASI SYARAT, KAMI ANGGAP BENAR.
"Apakah KPU datang ke Diknas untuk verifikasi surat keterangan yang dipakai Gibran untuk persyaratan pendidikan?"
"TIDAK DATANG"
"Tidak datang ya? Catat!"
"Karena tidak ada laporan"
"Bukan soal tidak ada laporan, kan harus verifikasi? KPU daerah aja datang untuk verifikasi ke mana-mana? Ke sekolah calon, ke dinas pendidikan kalau paket C?"
"Karena surat keterangan dikeluarkan oleh instansi yang berwenang, kami anggap benar."
"Itu kan anggapan? Kan harus verifikasi, dicek? Kalau begitu instrumen apa yang dipakai untuk verifikasi?"
"..."
BAWASLU:
"Biasanya kan Bawaslu bareng KPU untuk mengecek persyaratan?"
"Tidak ada informasi sama sekali. Kami hanya boleh masuk ruangan, tidak boleh membawa hape dan kamera."
"Siapa yang tidak memperbolehkan?"
"KPU"
your first heartbreak should always be the academic failure in prime years of your life after being called gifted child your whole life. that hits you right in the spot.
Sudah kejadian sebenarnya. 2 teman kami, 2 mahasiswa udah jadi tersangka karena kasus makar 27 Agustus kemarin. Padahal dia cuma kritik pemerintah di story Instagram nya. Kita hanya berusaha bersuara buat Aceh.
Lu bayangin gw dulu di pesantren kita bikin mie pake gayung, minum sirup bikinnya di ember, gk prnh keracunan. Itu yg di jawa timur bisa ampe keracunan gmn gila nya itu program setan emg
Semester kemaren ada yg izin minta penundaan UAS soalnya di minggu itu dia baru PERSIAPAN lomba ๐ trus minta susulan setelah lomba dan minta take home aja. Pas waktunya udah mepet sama input nilai
ada orang kok kebolak balik gitu ya prioritasnyaโฆ
kan yang wajib tuh kuliahnya baru ngerjain yang sunnahnya yaitu organisasi, lomba, duta dll ๐คท๐ป
KLARIFIKASI KORBAN
Semalam Faturohman lagi nongkrong biasa di depan gang rumahnya. Tiba-tiba masuk rombongan orang dari luar, bikin rusuh, ikut intel DPR.
Langsung digebukin di tempat, terus diseret ke DPR dipaksa ngaku jadi provokator. Padahal dia cuma lagi duduk-duduk di rumah sendiri.
ANJIRR REZIMM BANGSATT