In VA Class, I learned that Indo was the forefront of voice acting in Asia around the 80-90s and this is one of the reason why so many early 2000s shows has much love and effort put unto them in the dubbing scene.
Narasumber bukan entitas yang statis. Mereka bisa berubah. Bisa menarik pernyataan. Bisa menyangkal juga. Dan perubahan itu tidak selalu berarti bahwa mereka sejak awal berbohong.
Ada banyak kemungkinan, bisa jadi
mengalami tekanan, mendapat ancaman hukum, mengalami intimidasi fisik atau digital, atau mungkin ada tawaran lain.
Karena itu, dalam jurnalisme atau dalam hal ini film dokumenter, perubahan sikap narasumber tidak otomatis dibaca sebagai bukti bahwa laporan sebelumnya salah, dan Papua baik-baik saja. Tetapi juga tidak boleh diabaikan begitu saja. Justru di situlah pentingnya verifikasi berlapis dan prinsip informed consent.
Narasumber adalah manusia yang berada dalam relasi kuasa. Semoga Mama Yasinta sehat selalu.
Ya kalau di sini, anaknya yang jadi Lembaga Dana Pensiunnya 😅
Gw sampai skrg masih transfer uang bulanan ke mama sebesar UMR Semarang buat hidup.
Pengelolaan dana pensiun buat sampai kyk gini tuh masih jauh banget.
@gadisalun Not really. Mereka budayanya emang pasif-agresif juga dengan sesamanya, bahkan ada frase2 kayak “har du lust”, yang artinya, “kalau kamu mau.”
Tapi maksudnya ini perintah, bukan arti literalnya.
More on Swedish passive-aggressive phrases here
https://t.co/S15bJfzx26
It's so weird to see a leader openly said that they don't need an experts to build a country.
But I guess, he and other higher up in gov doesn't want people to challenge their project no matter how bad it will affect country
Prabowo says “smart” people are free to leave if they believe the nation is moving toward a “dark age”:
“Matanya buram, Indonesia gelap. Indonesia terang. Ada yang mau kabur, kabur saja. Kau kabur saja ke sana. Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman. Silakan. Mau kabur ke mana. Hei orang-orang pintar, bukalah berita, lihatlah kita ditempatkan sebagai tempat yang paling aman di dunia sekarang. Kabur saja deh. Iya, kabur saja, biar kita enggak gaduh.”
(https://t.co/De208Bdtzc)
Ada budaya-budaya Betawi dalam instalasi Natal di Jakarta.
Warna merah, putih, hijau memang identik dengan natal. Namun, warnanya dibuat lebih soft dan mengambil inspirasi dari warna es selendang mayang.
Akhir kata, selamat Natal dan selamat bersukacita.
"Crisis does not build character, it reveals it," dan itu terlihat jelas dalam bencana kali ini. Amburadul dalam mitigasi hingga pascabencana. Omongan dan kelakuan pejabatnya juga tdk padu, meremehkan skala bencana. Sampai 9 hari listrik belum nyala, bantuan pangan jg tdk merata
Idk, negara lain yg terrainnya lebih jelek dari bandung tapi bisa tuh bikin jalur transportasi kereta.
Kalaupun kereta ga bisa, opsi transum lain di bandung ga diberdayakan. angkot dan bis yg headway nya banyak yg bisa sampai 30 menit lebih
Aku nunggu bus bisa 1.5 jam ❤
Di luar komentar nyeleneh nan ajaib perokok satu ini, tapi faktanya memang masih cukup banyak ditemukan perokok di stasiun.
Pengalaman naik kereta beberapa kali nemu penumpang merokok saat berhenti di stasiun, misalnya ketika jeda nunggu persilangan kereta.
@KAI121 harus lebih tegas soal aturan bebas rokok ini.
Saya ada di Jakarta saat kerusuhan May '98, seminggu tidur di kantor.
Soal pemerkosaan perempuan di tempat umum, ingat cerita bahwa seorang OB melindungi korban & pengemudi taksi berani membantu & menyelamatkan perempuan yang ditelanjangi.
Orang baik tetap ada.
Terharu saya.