!2DFess | Salam dari kami berdua yang mencari kawan baru, sebab baru diberi nyawa oleh penulis. Apabila tertarik untuk berkawan, bisa tinggalkan jejak berupa repost dan akan kami hampiri nanti!
- Canon.
@realtybreaker Mendengar sambungan darimu, tak bisa aku sembunyikan lagi ketika aku mengulum senyuman tipis. "Pekerjaan mencuci pakaian memang pekerjaan berat. Tapi aku jadi terpikirkan jika sabun dituangkan pada jemuran yang basah saat hujan, apakah akan bersih tanpa perlu repot ya?" +
@2DimensiMenfess + payung merah yang meneduhkan kita dari hujan.
Sempat aku melirik padamu sebelum aku memusatkan perhatian ke depan, menatap pejalan kaki atau apapun yang melintas di hadapanku.
"Ara~ hujannya deras sekali. Apakah aku sudah mengangkat jemuran ya?"
@2DimensiMenfess Setelah memperhatikanmu sesaat tampaknya engkau enggan untuk beranjak mencari tempat teduh, apa yang membuatmu seperti itu? Pertanyaan itu tak aku suarakan karena aku merasa tak memiliki hak untuk bertanya.
Aku berdiri berdiri di sampingmu dalam diam, dengan +
@virtueternal "Tidak selalu begitu."
Ia menghela nafas ringan, kemudian menoleh pada sang adam dengan senyuman tipis.
"Ada yang menuju ke arah lebih baik, tetapi ada pula yang sebaliknya— menuju kehancuran. Teknologi itu sendiri digunakan untuk hal yang tidak baik."
@vulpesennea - Setelahnya ia berjalan terlebih dahulu menuju toko kue kecil di ujung jalan, tak perlu lama hingga ia sampai dan segera membuka kunci pada pintu kaca lalu mendorongnya hingga terbuka lebar.
"Silahkan masuk."
Aroma manis vanila bisa tercium ketika pintunya terbuka.
@vulpesennea "Ah! Iya benar, semacam tungku." Mengangguk dengan tersenyum lembut ketika membenarkan tebakan sang adam. Ia bisa melihat jelas bahwa ada rasa keingintahuan yang besar.
"Mari, ikuti aku. Tempatnya tidak jauh kok." -
@2DimensiMenfess "Ah, Tuan~ apa kau pendatang di kota ini? Aku hanya ingin bilang berhati-hatilah saat berjalan malam sendirian, karena belakangan ini rumor aneh sedang menyebar di kota."
@vulpesennea "Itu bukan makanan," jawabnya mengkoreksi terlebih dahulu.
Sambil tersenyum ia menatap pria itu, "Itu sebuah benda untuk mematangkan makanan, kebanyakan digunakan untuk membuat kue atau makanan lain yang perlu proses pembakaran." Jelasnya. -