@MurtadhaOne1@HaloBCA@DitjenPajakRI semoga setiap 0.000001 rupiah menjadi 1 tahun kalian semua dibakar, di gorok di neraka. Setiap siksaan yg kalian akan dapatkan akan mengingatkan kalian atas tangisan dan kemarahan rakyat yg kalian peras. Semoga surga diharamkan bagi kalian dan keluarga kalian.
dapet info abu erupsi krakatau udah sampe bogor, depok, hingga jaksel.. ini ada saran dari kakak yg berpengalaman handle abu vulkanik, bisa diterapkan ya temen2, stay safe! semoga kita semua selalu dilindungi.. si ndut terserah
malaysia & brunei sepakat bawa persoalan asap ke mekanisme asean:
- bikin ratusan sekolah tutup
- indonesia dianggap "tidak becus" & gak kredibel nangani karhutla
- perjanjian asean soal ini gak ada sanksi otomatis,
- harus lewat konsultasi damai
- kalau mekanisme asean buntu
- malaysia-brunei bisa bawa kasus ke mahkamah internasional (icj)
Milan lagi main-main sama neraca keuangannya
Sampai saat ini Milan sudah belanja lebih dari €100 juta musim panas ini.
Ramos (€70-74 juta) dan Gila (€30 juta) sudah resmi.
Belum ada penjualan pemain besar yang benar-benar masuk kas.
Yang jadi pertanyaan:
Ini rencana terukur yang sudah dihitung matang oleh RedBird, atau lagi main api dengan neraca keuangan klub? 🧵👇
Faktanya seperti ini:
1/ Belanja agresif tanpa penjualan signifikan
Milan memulai window dengan dua pembelian mahal hampir berurutan.
Ramos menjadi transfer termahal dalam sejarah klub, Gila menyusul sebagai penguatan lini belakang.
Sampai hari ini, kas dari penjualan pemain besar masih di atas kertas.
Corriere dello Sport bahkan sudah menulis sejak awal Agustus: “Prima bisogna cedere” — Milan harus menjual dulu sebelum bisa belanja lagi dengan nyaman.
https://t.co/54fbcDpi3e
2/ Fondasi keuangan yang sebenarnya cukup kuat
Musim 2024/25 Milan mencatat fatturato (total pendapatan/omset klub = gabungan hak siar, tiket, sponsor, dan komersial) dengan rekor €494,5 juta (naik 10% dari musim sebelumnya).
Ini angka tertinggi sepanjang sejarah klub.
Lebih penting lagi: ini adalah tahun ketiga beruntun klub mencetak profit.
RedBird berhasil mengubah budaya keuangan Milan dari era yang sering merugi menjadi lebih disiplin.
Sumber: laporan bilancio resmi + analisis Felice Raimondo dan Calcio e Finanza.
https://t.co/jjKmJCmaLt
https://t.co/lLGouKzTmV
3/ Ruang costo rosa UEFA masih ada… untuk saat ini
Costo rosa (gaji + amortisasi pemain) berada di kisaran 65% dari batas UEFA yang 70%.
Artinya secara teknis masih ada ruang untuk menambah beban skuad.
Tapi ruang itu akan cepat menyusut jika :
Penjualan tidak terjadi sebelum 1 September, dan
Absen Liga Champions benar-benar memukul pendapatan.
Angka ini juga dari laporan bilancio Raimondo di atas (rincian resmi klub per 30 Juni 2025).
4/ Dampak absen Champions League
Tidak lolos ke Liga Champions diperkirakan memangkas sekitar €80 juta potensi pendapatan (market pool + prize money + impact komersial).
Ini yang membuat strategi “belanja dulu, jual belakangan” terasa berani.
RedBird dan Amorim seolah bertaruh bahwa investasi di skuad sekarang akan membuahkan hasil di lapangan cukup cepat untuk menutup lubang tersebut di musim depan.
PianetaMilan — [Bilancio Milan 2024 e previsione 2025](https://t.co/PHEq30F2aT)
5/ Sinyal jelas dari Amorim
Pada 13 Agustus, Amorim secara resmi menandai empat pemain sebagai epurati (pemain yang dicoret dari proyek tim, dianggap tak lagi masuk rencana pelatih):
Tomori, Odogu, Fofana, dan Nkunku.
Ini bukan sekadar rotasi. Ini sinyal bahwa pelatih ingin membersihkan skuad dan membuka ruang (baik di lapangan maupun di neraca).
Beberapa nama lain seperti Leão, Gimenez, dan Estupiñán juga terus disebut-sebut dalam radar penjualan.
Tuttosport — [Milan, Ramos e Gila non bastano](https://t.co/J1JJA8JDyi)
Kesimpulan sementara
Di atas kertas, Milan sedang menjalankan strategi “invest first, balance later”.
Mereka punya fondasi fatturato yang kuat dan masih ada sedikit ruang di Financial Fair Play.
Tapi risikonya nyata:
Tansfer window tinggal dua minggu lagi (tutup 1 September). Kalau penjualan besar (terutama Leão atau salah satu epurati) gagal terwujud dengan harga yang wajar, neraca bisa tertekan.
Sebagai Old Milanisti, saya melihat dua kemungkinan:
A. Ini langkah berani dan terukur dari Cardinale + Amorim untuk membangun skuad kompetitif secepat mungkin.
B. Ini taruhan yang cukup tinggi, dan kita akan tahu hasilnya dalam 14 hari ke depan.
Kalian lebih condong ke mana?
Percaya Milan bisa menjual tepat waktu dan menyeimbangkan buku keuangan,
atau ini berpotensi jadi bom waktu finansial?
Tulis pendapatmu di bawah. Saya ingin dengar sudut pandang kalian.
Forza Milan. 🔴⚫
(artikel ini ditulis 18 Agustus 2016, 11.25 WIB)
Lagi-lagi episode gong dari Bocor Alus Tempo!
Menurut Bocor Alus Politik:
Raffi Ahmad ini bukan sekadar artis, guys.
Dia punya jejaring bisnis dan politik yang luar biasa di pemerintahan sekarang.
Tahu ga, kelen, kalau dia dipertimbangkan jadi Menpora menggantikan Dito Ariotedjo?
Tapi yang paling penting, Raffi itu penghubung politik dan komunikasi para pejabat.
Banyak pejabat ingin menyampaikan sesuatu; itu biasanya lewat Raffi.
- Dia itu kenal banyak direksi-direksi BUMN, dan ada komisaris yang terafiliasi dengan dia
- Kepala BP BUMN, Donny Oskaria, itu pamannya Nagita.
- Jejaring dengan BUMN ini dibangun sejak lama, karena dulu dia bekerja sama dengan orang-orang BUMN.
- Dekat sama Prabowo dari 2014, dan Jokowi dari 2018
- Punya hubungan bisnis dengan Haji Isam dan Kaesang.
Popularitas Raffi juga dimanfaatkan para pejabat.
Dia pas PIlkada 2024, dijadikan juru kampanye Andra Soni di Banten dan bantuin Ahmad Luthfi di Jateng.
Dan pas Pilpres 2024, Raffi ikut membangun citra Prabowo di mata Gen Z, sekaligus memobilisasi influencer agar mendukung Prabowo.
FOTO: WIKIMEDIA (NETMEDIATAMA)
BREAKING NEWS !!!
Danantara di tahun 2025 hanya mampu menghasilkan Rp12,7 T yang disetor ke negara.
Sementara total market cap asetnya mencapai 17.000 T.
Artinya, return yang diberikan ke negara hanya 0,075%. Hanya nol koma nol tujuh lima persen.
Laporan ke pak presiden
300 persen kemarin dasarnya APA??
Guys, ada laporan baru dari lembaga riset Celios yang menurut gue adalah salah satu yang paling mengerikan yang pernah gue baca tentang kondisi ekonomi Indonesia.
Judulnya: Republik Oligarki Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026.
Dan datanya bukan dari sembarang sumber.
Dari Forbes.
Dari LHKPN.
Data yang sudah terverifikasi dan tidak bisa dibantah.
Fakta pertama yang langsung bikin gue sesak napas:
50 orang terkaya Indonesia hanya 50 orang total kekayaannya mencapai Rp4.600 triliun per 2026.
APBN Indonesia?
Rp3.800 triliun.
Artinya 50 orang itu lebih kaya dari seluruh anggaran negara yang digunakan untuk membiayai 270 juta rakyat Indonesia selama satu tahun penuh.
Satu tahun.
Gaji PNS, subsidi BBM, bayar utang, bangun jalan, biaya militer, semua program sosial semuanya masih kalah dari 50 orang itu.
Dan setiap harinya harta 50 orang itu naik Rp13 miliar per hari.
Sementara upah pekerja harian di Indonesia bergerak di kisaran Rp2.000 sampai Rp5.000 per jam.
Fakta kedua ketimpangan di antara pejabat negara sendiri:
Total kekayaan pejabat negara era Prabowo-Gibran: Rp1 triliun lebih.
Dan dari seluruh pejabat itu 73% kekayaannya hanya dikuasai oleh 12 orang.
Dua belas orang.
Yang masing-masing punya kekayaan di atas Rp1 triliun.
Siapa?
Salah satu yang terbesar adalah Menteri Pariwisata Widya Kusuma.
Ada juga Menteri Perumahan Rakyat.
Keduanya masuk dalam daftar lima pejabat terkaya.
Fakta ketigayang paling menohok soal TNI dan Polri:
Setiap tamtama TNI prajurit paling bawah butuh 252 tahun masa tugas untuk menyamai kekayaan Panglima TNI.
Dua ratus lima puluh dua tahun.
Kalau mulai kerja umur 20 baru bisa menyamai kekayaan atasannya di umur 272 tahun.
Itu bukan angka. Itu absurditas.
Di Polri sedikit "lebih baik" polisi golongan paling rendah butuh 139 tahun masa tugas untuk menyamai kekayaan Kapolri.
Ketimpangan ini bukan hanya antara rakyat dan orang kaya. Tapi di dalam institusi yang sama.
Di antara satu korps yang sama.
Fakta keempat anggota DPR versus konstituennya:
Anggota DPR Gorontalo kekayaannya 800 kali lipat dari rata-rata masyarakat Gorontalo yang mereka wakili.
Anggota DPR Yogyakarta 400 kali lipat dari rata-rata masyarakat Yogyakarta.
Orang-orang yang mengklaim mewakili rakyat hidupnya 400 sampai 800 kali lebih kaya dari rakyat yang katanya mereka wakili.
Dan mereka yang membuat undang-undang. Mereka yang memutuskan kebijakan pajak. Mereka yang menentukan siapa yang dapat subsidi dan siapa yang tidak.
Dan ini yang membuat seluruh gambar itu menjadi sangat gelap:
Celios mengajukan satu pertanyaan yang sangat sederhana: kalau 50 orang terkaya itu dipajaki hanya 2% dari total kekayaan mereka negara dapat berapa?
Rp93 triliun per tahun.
Sembilan puluh tiga triliun.
Setiap tahun.
Dari pajak 2% saja atas kekayaan 50 orang.
Itu lebih dari cukup untuk membiayai rekonstruksi bencana besar.
Untuk membenarkan semua perlintasan kereta berbahaya di Jawa yang butuh Rp4 triliun.
Untuk menggaji 8 juta guru honorer setahun penuh.
Untuk menutup seluruh defisit BPJS Kesehatan.
Hanya dari 50 orang.
Hanya 2%. Per tahun.
Tapi itu tidak terjadi.
Dan Celios menjelaskan kenapa:
Karena orang-orang yang punya kekayaan itu — adalah orang-orang yang sama yang membiayai kampanye politik, yang duduk di dewan komisaris BUMN, yang punya akses langsung ke pengambil keputusan.
Pajak kekayaan sudah masuk dalam rencana Kementerian Keuangan paling lambat 2028 kata mereka. Tapi implementasinya? Masih "akan akan akan" saja. Tidak pernah benar-benar dieksekusi.
Sementara yang terus dipajaki adalah kelas menengah yang sudah ngos-ngosan. Kelas menengah Indonesia turun 1,1 juta orang dalam setahun tapi mereka yang paling mudah dikejar pajaknya karena datanya ada, penghasilannya kelihatan.
Seperti kata peneliti Celios: berburu di kebun binatang. Hewannya kelihatan, tinggal tembak. Sementara yang benar-benar harus dipajaki terlalu kuat untuk disentuh.
Dan ini yang paling mengerikan dari seluruh laporan ini:
Ketimpangan yang ekstrem ini bukan hanya masalah ekonomi. Ini adalah bahan bakar untuk sesuatu yang jauh lebih berbahaya.
Celios menelusuri pola historis dan hasilnya konsisten. Ketika ketimpangan mencapai titik ekstrem dan orang-orang hopeless tidak melihat jalan keluar yang rasional mereka tidak lari ke gerakan buruh atau gerakan sosial yang terorganisir.
Mereka lari ke kelompok-kelompok yang menawarkan identitas, musuh bersama, dan rasa memiliki.
Di Italia 1930-an orang yang di-PHK direkrut oleh Black Shirt. Di Jerman industri tutup, pengangguran meledak, orang mencari pegangan.
Di Indonesia sendiri kerusuhan 1998 dan berbagai gejolak sosial sesudahnya, ketika ditelusuri, akar masalahnya selalu sama: ketimpangan ekonomi yang dibalut isu identitas.
Dan tanda-tandanya sudah mulai terlihat sekarang ormas-ormas yang berdemo bukan ke instansi pemerintah tapi ke lembaga bantuan hukum masyarakat sipil, bayaran demo yang menjadi solusi pengangguran, program-program besar yang menyerap tenaga kerja tapi dengan cara yang menciptakan ketergantungan bukan kemandirian.
Solusi yang Celios rekomendasikan dan ini sangat konkret:
Satu — pajak kekayaan 2% untuk 50 orang terkaya. Langsung hasilkan Rp93 triliun per tahun. Bukan mimpi Brazil dan Colombia sudah melakukannya dengan komite audit independen.
Dua — moratorium MBG. Hentikan sementara, perbaiki tata kelola dari akar, baru jalankan lagi dengan tepat sasaran fokus ke daerah 3T dan keluarga miskin ekstrem, bukan merata ke semua sekolah termasuk swasta di Jabodetabek.
Tiga — kembalikan 20 triliun yang diambil dari anggaran kesehatan ke Kementerian Kesehatan untuk program stunting yang sudah terbukti efektif. Benefit yang dihasilkan: Rp400 triliun. Versus MBG yang belum jelas benefit konkretnya.
Empat — pajak windfall untuk komoditas yang sedang untung besar batu bara, sawit, nikel, minyak. Mereka untung dari harga global yang tinggi, sementara rakyat menanggung subsidi energi. Ini bukan soal nasionalisasi ini soal keadilan distribusi keuntungan.
Indonesia bukan negara miskin. Indonesia adalah negara yang kekayaannya terkonsentrasi pada sangat sedikit orang, yang sistem pajaknya melindungi orang kaya dan membebani kelas menengah, dan yang program-program besarnya lebih banyak menciptakan celah korupsi baru daripada menyelesaikan masalah lama.
50 orang lebih kaya dari APBN. 12 pejabat kuasai 73% kekayaan seluruh pejabat negara. Tamtama butuh 252 tahun untuk menyamai Panglima. Anggota DPR 800 kali lebih kaya dari konstituennya.
Dan solusinya sudah ada. Jelas. Terukur. Bisa dijalankan hari ini.
Yang tidak ada adalah kemauan politik untuk melakukannya. Karena yang harus meloloskan kebijakan pajak kekayaan itu adalah orang-orang yang sama yang akan paling terdampak olehnya.
Itu bukan korupsi yang bisa ditangkap KPK. Itu adalah struktur. Dan struktur hanya bisa diubah kalau tekanan dari bawah lebih kuat dari kenyamanan di atas.
⚠️ Disclaimer: Berdasarkan laporan Celios "Republik Oligarki Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026" dan wawancara peneliti Celios Bima Yudistira. Data bersumber dari Forbes dan LHKPN yang dapat diverifikasi publik. Ini analisis berbasis riset independen bukan tuduhan hukum kepada individu manapun.
Gara2 penjualan anjlok, dua CEO Honda Indonesia sdh dipecat.
Padahal maybe kesalahan utama ada pd product strategy yg merupakan domain kantor pusat Jepang.
Urusan desain dan fitur biasanya langsung dikendalikan dari Jepang.
Gua Jadi Rutin Minum Kopi Pagi Karena Jurnal Ini!
Banyak perdebatan kapan sih seharusnya kita minum kopi biar optimal, ada yang bilang pagi hari, bahkan ada yang bilang malam hari pun tidak apa-apa.
Nah ternyata ada penelitian yang bahas tentang timing minum kopi ini.
Yuk kita bahas!
Selama ini kita mikir kopi cuma buat ngusir ngantuk. Ternyata gak disangka-sangka juga punya efek untuk menurunkan risiko penyakit jantung!
Penelitian menunjukkan bahwa minum kopi pagi-pagi (jam 4 pagi - 12 siang) bisa menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung hingga 48% dan semua penyebab hingga 29%.
Hasil ini berdasarkan penelitian skala besar dari European Heart Journal (2025), yang meneliti lebih dari 40 ribu orang dewasa selama 20 tahun.
Efek ini dibandingkan antara minum kopi pagi hari dengan minum kopi kapanpun.
Nah karena itu deh, gue pokoknya sebelum jam 12 siang tuh pasti udah minum kopi. Demi kesehatan jantung yang lebih baik kan!