ㅤ ㅤ ㅤ
ㅤ ㅤ ㅤㅤ ㅤ ㅤㅤ ㅤ ㅤ
أقسمتُ بالأمسِ أنّي لن أحنُّ لك
واليومَ أسألُ عن كفارةَ القسمِ
Kemarin aku bersumpah untuk tidak lagi merindukanmu. Dan hari ini aku bertanya tentang denda apa yang harus aku bayar ketika aku melanggar sumpah?
ㅤ ㅤㅤ ㅤ ㅤ ㅤ ㅤㅤㅤㅤ ㅤ
Tidak usah berkecil hati. Gagal juga bagian dari kehidupan. Mungkin sekarang kita tidak sedang diperankan untuk menikmati keberhasilan. Mungkin sekarang kita sedang diperankan untuk mengambil pelajaran.
dia sudah menghindar, tapi kamu terus mengejar.
dia sudah menjauh, tapi kamu masih berharap.
sampai nanti, dia bersama yang lain dan kamu tetap sendiri.
sampai nanti, dia hidup bahagia dan kamu masih berharap bisa bersamanya.
bangunlah, tidurmu terlalu sore.
Bukan nggak punya kesempatan. Kesempatan itu sering datang tapi kamu enggak pernah siapkan diri. Abai dan seenaknya. Setiap kesempatan yang datang harus disambut dengan persiapan yang matang.
Kalau kamu fokus dengan dirimu sendiri, kamu enggak akan punya waktu buat iri sama orang lain. Waktumu habis memperbaiki diri sendiri dan mengejar hal-hal yang kau tuju selama ini.
Kawan, jangan terburu-buru naik ke atas. Apalagi sampai menginjak punggung-punggung orang lain. Memaksa mereka meringkuk dan kau berdiri di atas punggung mereka. Jangan.
Naiklah ke atas dengan usahamu yang lebih keras. Jika ada yang mendukung atas keinginan mereka, berterima kasih. Rangkul. Jangan sedih jika pun tidak ada.
Jika kau tak punya uang membeli tiket, langkah kakimu sekarang. Berjalanlah. Kau butuh banyak waktu dan banyak tenaga. Jangan itung-itungan lelah dengan dirimu sendiri.
Sakitmu berasal dari dirimu sendiri,namun engkau tidak menyadarinya,obatnya berada di dalam tubuhmu sendiri namun engkau tidak mengetahuinya,engkau menyangka tubuhmu lemah,padahal sejatinya tersimpan suatu gelombang alam yg sangat besar sekali...
-Imam Ali Kw-
Orang-orang dewasa selalu melihat kalau ada remaja nakal itu adalah bentuk kegagalan para remaja. Mereka sering lupa, mereka memiliki kontribusi banyak atas kekacauan itu.
Banyak orang dewasa lebih suka menyudutkan. Memberi penghakiman sepihak. Dibanding mengurai persoalan dan menemukan sumber kekusutan yang terjadi pada remaja-remaja.
Bangsa yang terbiasa menyelesaikan segala sesuatu dengan kekerasan tapi masih kaget jika kekerasan terjadi di lingkungan remaja. Padahal, orang-orang dewasa juga mempertontonkan itu. Main hakim berombongan.