Dulu kami kirim putra2 terbaik melalui Indonesia Mengajar dan Guru Garis Depan utk mengabdi ke pelosok sbg pengormatan thdp setiap jengkal wilayah NKRI.
Memberi stigma buruk pada Papua, Malut, dan daerah terluar NKRI sbg tujuan mutasi hukuman sama dgn menghukum daerahnya juga.
PRESIDEN PERNAH BILANG: “GA ADA YANG LEBIH GENTING DARI PERUT LAPAR”
TAPI SIAPA YANG BIKIN PERUT ITU LAPAR?
PERUT LAPAR LAHIR DARI KORUPSI, KEBIJAKAN YANG SALAH, DAN KEKUASAAN YANG GAGAL MENGURUS RAKYAT NYA
PERUT LAPAR KARENA SISTEM YANG TERUS MEMPRODUKSI KELAPARAN
Gue kerja sampai meninggal juga gak bakal punya duit segini :)
Ternyata Indonesia tu kaya banget kan, dikorupsi sampai berjilid-jilid aja masih gak bangkrut
Bukan riba yang ngeri, tapi:
1. Kebodohan. Sebelum akad KPR, semua hitungan sudah dijembrengin. Cicilan tiap bulan itu ada porsi pokok dan bunga. Pokok utang akan selalu berkurang. Bacalah semua yang diberikan kepada kalian pada saat akan membeli rumah. Pelajari dan tanyakan agar kalian benar-benar paham.
2. Kemunafikan. Sejak awal dia sudah tau bahwa KPR itu ada bunganya, tapi tetap diambil, lalu di kemudian hari teriak-teriak "ngerinya riba"? Gimme a break.
3. Ketiadaan kemampuan berpikir. Liat point no. 1, sehingga jika pokok utang adalah 250jt, pada saat dilunasi, tidak mungkin pokoknya bertambah jadi 260 juta. Selama 4 tahun pokok utang akan terpotong sedikit demi sedikit. Berbeda dengan pembiayaan kendaraan bermotor, ketika KPR dilunasi, maka yang wajib dilunasi adalah pokok utangnya saja. Paling hanya penalti pelunasan lebih awal, itupun jika masih dalam batas waktu yang ditentukan.
4. Penyebaran kebohongan yang dilakukan oleh akun yang mengaku "dakwah." Lucu banget. Ngefitnah tapi mengaku dakwah.
Gue dulu mikir orang2 begini egois, tapi pas gue masuk ke grassroot, ternyata pemikiran "jangan berkembang biak sebelum berkembang baik" itu sebuah privilege loh.
Apanya yang mau diprotes?
Bytedance udah commit ngasih pesangon + garden leave 1 bulan, dst. Semua sudah sesuai dengan regulasi yang ada. Apanya yang diprotes? Keliatan kalo mau caper aja itu
Ya mungkin sudah habis masanya. Model bisnisnya juga terlihat sudah kalah dari segala aspek, sehingga dilakukan efisiensi
REKTOR ITB KE KOMISI X DPR:
KAMI CUMA DIBIAYAI APBN 18%, UKT 26%, SISANYA CARI SENDIRI!
INI KAMI SANGAT BERAT!
DI MALAYSIA, KAMPUS DIBIAYAI APBN 45%.
DI CHINA, 70-80%.
DI SINGAPURA, ANGGARANNYA 10x ITB, 50% DARI APBN.
KITA KAYA KAMPUS DI AMERIKA YANG CUMA 10% APBN.