ya kan...... aku mau baca buku, mau crochet, mau poetry, mau ngelukis, mau crafting, mau berkebun, etc tanpa mikirin nanti ke depannya gmn... when yah slow living
TOLONG YA KALI INI GUE MARAH.
temen2ku bantu deh viralin kasus ini, tutup deh kalo bisa itu pesantrennya, gila banget ya Allah, ga kebayang kalo itu adikku tu orang udah abis🤬
gaada pelajaran ttg consent, menstruasi, pelecehan dan kekerasan seksual, body autonomy and privacy MALAH BEGINI yaAllah we really are so so so doomed as a nation
IN INDONESIA, the cost of one book equals a week's worth of living expenses.
And the PRESIDENT of our country ignores the low value of his own country's currency! Oh, we are so doomed.
kalau ada cowok kena kekerasan seksual, yang ngerendahin laki-laki. ada cowok korban KDRT, yang ngerendahin laki-laki. ada cowok nangis pun, yang ngerendahin laki-laki juga
but they have the audacity that “misandry” has real effects in our society, or that women being feminists is encouraging “gender wars”
so, who is the problem here?
Karena akarnya dari kebencian terhadap femininity. Feminine traits yang ada dalam perempuan dianggap lemah. Makanya aneh banget kalo liat ada perempuan yg ikutan teriak bota boti bota boti, lo ikutan ngelanggengin misoginisme tolol.
ummm temen gua yg tdinya hate pemerentah tb tb pro prabowo karena perpres yg anti lgbt itu... emang kayanya homophobic bakal ngedukung apapun itu asal anti lgbt, mungkin kalo isr4el menyuarakan anti lgbt mereka juga bakal dukung 😀😀😀😀
Kamu tau gk?
Di Singapura, AQUA (600 ml) harganya 15 ribu 💀
terlihat lebih mahal tapi kalau kita lihat lebih detail:
🇸🇬 Singapura
- Gaji rata" = 70 juta
- Harga AQUA = 15 ribu
Maka, dengan gaji di Singapura bisa beli 4.785 botol
🇮🇩 Indonesia
- Gaji rata" = 3,3 juta
- Harga AQUA = 4 ribu
Maka, dengan gaji di Indonesia CUMAN bisa membeli 825 botol
Banyak yang bilang,
"Gaji di Singapura memang tinggi, tapi biaya hidupnya juga tinggi."
Padahal, di Indonesia malah lebih lucu
Biaya hidupnya tetap terasa mahal, tapi pendapatan masyarakatnya jauh lebih rendah