maaf apabila gak edgy seperti kamu, aku pembaca buku fiksi mainstream heartwarming. maaf apabila aku gak baca buku dengan pemikiran idealis dan filosofi marxism. aku seeking meaning thru feeling at ease dan kamu adalah savior yang baca buku tebal minimal 500 halaman, aku rimspek
ngeliat besok those upper class ngumpul di istana negara all smiles and laughs for independence day while people in aceh, ntt, and papua still struggling... we really live in a dystopia country 🥲
Gue deserve tinggal di negara 4 musim dan selimutan di sofa ongkang-ongkang kaki nikmatin fireplace di ruang tamu sambil liatin salju turun di luar jendela.
Keinget dulu pernah nonton reels tentang "Why your bias is your bias" dari pov therapist and as a fan. Aku percaya bgt bahwa "your bias isn't random" and there's actual psychology behind why we choose our bias. Ketika kita milih bias sebenernya it's not just a visual preference or music, tapi justru ada alasan lainnya di luar visual. Misal nih dari sekian member grup kenapa kita biasin si A bukan B atau C, ternyata emang ga asal pilih aja, ada alasan psikologisnya.
relate bgt wkwk mau pindah kerja tapi update cv aja bingung krn yg dikerjain macem2 tp no expertise, terlanjur keterusan 'jalani ajalah in this economy', tau2 umur udah menginjak kepala orang, makin susah kemana2 wkwkkwk nasib generalist
jujur stlah bekerja as an hr kdg yg bikin seleksi SE SULIT ITU bukan dr HR nya melainkan dari USER nya 😇 pernah smpe di titik aku yg kayak “mba/mas mending cari yg lain deh disini ribet bnget km kesian mana gaji umr doang”