Berbeda karakter, berbeda cerita, berbeda kehidupan.
Namun saat bicara PERSIB, semuanya punya tempat yang sama. Dari berbagai generasi dan latar belakang, kita dipertemukan oleh satu rasa yang sama.
Karena PERSIB hadir bukan untuk sebagian orang. PERSIB ada untuk kita semua💙
#PERSIB #LivesInsideUs #ManahJeungGetih
Inkonsistensi dalam berkomentar adalah cerminan karakter.
Ada hari dimana Timnas kalah dan pemain tim A gagal perform, lalu berbondong hujat supaya tidak dipanggil.
Ada juga hari dimana Timnas kalah dan pemain tim B gagal perform, tapi setengah mati dibela, “kita tidak boleh tunjuk-tunjuk kesalahan pada individu tertentu”.
“Kalau kamu yang salah, ya kamu yang salah.kalau saya yang salah, bentar dulu ada konteksnya, ini bukan salah saya saja.”
63:11 😇
The MVP has found his new home. 💙
Yang paling dibicarakan, yang paling diperebutkan, kini resmi menjadi bagian dari #PERSIB
Mariano Peralta resmi bergabung sebagai #SumangetAnyar untuk menambah daya serang #PERSIB
Let’s make history together, Mr. MVP! 🇦🇷
Sebuah obituari mendalam dari ZenRS mengulas sisi lain dari Andie Peci, sosok pengorganisir sejati yang menghabiskan seluruh detak hidupnya demi buruh dan Bonek Persebaya.
Selengkapnya di web Pandit Football:
https://t.co/r50M3Viqje
Sebuah obituari mendalam dari ZenRS mengulas sisi lain dari Andie Peci, sosok pengorganisir sejati yang menghabiskan seluruh detak hidupnya demi buruh dan Bonek Persebaya.
April, 13 tahun yang lalu, Andie Peci dibacok dan dipukuli sekitar 12 orang berbadan besar.
Peci dianiaya beberapa saat setelah ia mengikuti aksi damai mendukung Persebaya Surabaya 1927 yang tak diakui eksistensinya oleh PSSI.
Karena sepak bola, pria2 beringas itu hendak menculik Peci. Namun Peci menolak, melawan, dan menangkis sabetan2 celurit pelaku. Tangan Peci berdarah, beberapa bagian tubuhnya lebam. Di rumah sakit, Peci menerima 29 jahitan pada tangannya.
Teror itu tidak pernah menghentikan Peci. Dia bersuara semakin lantang, semakin aktif turun ke jalan. Sampai hari ini, para pelaku pembacokan itu tidak pernah terungkap. Siapa otak di balik penyiksaan itu tidak pernah tersingkap.
Hari ini, Peci meninggal dunia, meninggalkan jejak kenangan berupa keberanian dan idealisme pilih tanding.
Peci, sebuah kehormatan bisa mengenalmu. Selamat jalan. Semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Innalillahi wa innailaihi rojiun.