Orangutan mungkin korban yg kasat mata. Tetapi, Kalimantan kehilangan banyak fauna dan flora lain yg lebih kecil dan mungkin terlewatkan, termasuk keragaman jasad renik mikroba akibat bencana ini. Pembakaran hutan demi sawit ini menghancurkan keragaman biodiversitas yg tersisa di Kalimantan. Ini seperti palu godam setelah pembalakan, pertambangan dan perkebunan.
KALIAN LEBIH PERCAYA MEDIA LUAR ATAU LOKAL TERKAIT PEMBERITAAN KEBAKARAN DI KALIMANTAN?
karena media luar benar benar menguliti masalah ini dari sisi yang paling dipertanyakan, seperti:
- The Guardian: menyoroti praktik tebang-bakar dan kedekatan api dengan habitat orangutan, membangun narasi bahwa karhutla berkaitan dengan kerusakan lingkungan yang lebih besar.
- ABC News: mempertanyakan efektivitas penegakan hukum dan menekankan bahwa dampak asap sudah menyeberang ke Malaysia hingga mengganggu ratusan ribu siswa.
- Al Jazeera: menggambarkan karhutla sebagai krisis kemanusiaan, dari keterbatasan perlindungan relawan sampai jutaan orang yang terancam gangguan pernapasan.
- Reuters: kenaikan hotspot di Kalimantan menjadi indikator bahwa situasi kembali memburuk dan menguji kesiapan mitigasi pemerintah.
- AP News: menyoroti keterbatasan tim darat dalam menjangkau titik api terpencil, sekaligus memperlihatkan persoalan tata kelola lahan gambut.
- Mongabay: degradasi biodiversitas dan ancaman langsung terhadap habitat orangutan di Kalimantan.
- Amnesty International: karhutla diposisikan sebagai krisis hak atas kesehatan dan lingkungan yang sehat, bukan cuma persoalan kebakaran biasa.
bahkan media seperti BBC menyoroti empat perusahaan yang diselidiki terkait karhutla di Kalimantan, sekaligus mempertanyakan apakah penegakan hukum akan benar-benar menyasar seluruh pihak yang terindikasi terlibat
dia bisa loh milih menunda keberangkatan buat beresin masalah yang ada di indo dulu, apalagi kondisi rakyat lagi kesulitan parah. tapi nyatanya rakyat emang bukan prioritas di mata dia.
jika rakyat gak bisa membuka mata dia, vladimir putin tolong lah diapain si wowo ini biar kapok, anjink emosi kali aku liatnya.
Lihat satwa ini
Di saat ketakutan akibat karhutla
dia menghampiri manusia
Instingnya berkata manusia bisa menolongnya
Instingnya berkata manusia bisa melindunginya
Itulah khalifah di muka bumi
Itulah amanah peran yg dititipkan Tuhan kepada kita.
Sadarlah, berubahlah, dan berwelas asihlah.
Sudah saatnya kembali menjadi manusia sejati
Yang fitrahnya menjaga
Yang fitrahnya merawat
Dan sejatinya mampu menjalani hidup yang selaras alam
Orang utan ditemukan berguling-guling dalam kondisi lemas di kebun sawit di Ketapang, Kalimantan Barat.
Orang utan itu diduga lemas karena menghirup asap kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan gangguan pernapasan.
RIP SUAKA MARGASATWA KERUMUTAN!
Rumah Harimau Sumatera Lenyap Jadi Arang!
Mencekam dan membagikan kebiasaan lama yang tak pernah usai: Suaka Margasatwa Kerumutan di Riau salah satu benteng pertahanan terakhir ekosistem alam dan habitat Harimau Sumatera kini luluh lantak dibakar oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab!
Pohon-pohon hijau yang tinggi menjulang berubah jadi hamparan arang hitam. Tak ada lagi naungan bagi satwa langka, semuanya ludes dilahap si jago merah karena keserakahan manusia.
📍 Realita Pahit & Rincian Krusial yang Harus Dibuka ke Publik:
1. Pembunuhan Pelahan Harimau Sumatera & Satwa Endemik
Kerumutan bukan sekadar HUTAN KAYU BIASA, melainkan kawasan konservasi benteng habitat Harimau Sumatera yang statusnya sudah Sangat Terancam Punah. Saat rumah mereka dibakar, satwa ini terdesak keluar menuju permukiman warga yang ujung-ujungnya berakhir dengan konflik, perburuan, atau kematian.
2. Pola Lama: Bakar, Lenyap, Lalu Jadi Perkebunan Sawit?
Kita semua tahu pola sistematis ini: Hutan lindung/suaka dibakar -> statusnya dianggap rusak/kritis -> lalu tiba-tiba diusulkan alih fungsi jadi kawasan perkebunan kelapa sawit atau konsesi industri. Butuh waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk memulihkan ekosistem gambut dan hutan Kerumutan, itu pun JIKA tidak diubah statusnya secara senyap oleh oligarki!
3. Di Mana Ketegangan Penegakan Hukum?
Riau kembali membara, dan yang dikorbankan adalah ruang hidup masyarakat adat, kualitas udara, serta keanekaragaman hayati. Penangkapan eksekutor lapangan saja TIDAK CUKUP jika aktor intelektual dan pemodal di balik pembakaran kawasan konservasi ini tidak diseret ke meja hijau dan dimiskinkan!
Semoga masih ada keajaiban bagi harimau dan satwa-satwa lainnya untuk selamat dan menemukan ruang baru. Namun, sampai kapan kita cuma bisa ngucapin PRAY FOR KERUMUTAN?
Apakah kasus Kerumutan ini bakal menguap begitu saja seperti karhutla tahun-tahun sebelumnya? Suarakan dan tanyakan keberadaan penegak hukum
selain orangutan, bisa juga donasi untuk satwa lain, seperti macan dahan kalimantan yg habitatnya juga di hutan borneo https://t.co/wXeJPH80Pz
kalo kalian donasi buat macan dahan kalimantan jangan lupa tulis di komennya "Bornean Clouded Leopard"
ngga tau gw udah berapa kali nangisin video video evakuasi orang utan😭😭😭
makhluk selucu ini harus kena dampak dari keserakahan oknum oknum… padahal mereka juga ngga ngerti apa apa😭😭😭
Di Indonesia ada apa saja ya?
Yaaa ada berita terbaru, yaitu p3njual4n monyet ekor panjang .
Ohh ternyata, di balik pembakaran hutan yang terjadi di mana mana ini, ada salah satu aktivitas yang GAK WAJAR?
Kok bisa yaa orang kepikiran, disaat ada musibah kebakaran yang terjadi di mana mana, mereka masih sempat mikir buat jualin satwa satwa itu
Udah rumah di bakar, sekarang malah mau di ekspor ke luar,
Kalian ga malu kah jadi manusia, sudah jdi perusak alam, sekarang malahhhhhh.....
Bener bener deeh ternyata ga hanya manusia yg sengsara jdi WNI, hewan bahkan tumbuhan pun ikuta sengsara...
Poor WNI
#PrayForIndonesia
#PrayForSatwaIndonesia
bantu share, klo salah satu rare ancient species lizard di indonesia ga cuma komodo tapi juga borneo earless lizard. adanya spesifik cuma di kalimantan (incl malaysia) klo hutan kita dirambah terus, dibakar terus,siap2 besok klo mau liat spesimennya kudu ke tetangga sebelah.
Hewan selembut ini musuhnya pembakar lahan, alat berat, pembalakan liar & oligarki.
Pelakunya berwujud manusia.
Jika kita tidak bisa memberi mereka makan, setidaknya jangan ganggu tempat tinggal mereka.
belum genap 2 minggu hari gajah sedunia
Satwa gak pernah jahat, mereka cuma berusaha bertahan hidup di bumi yang makin diserakahi manusia.
Up terus beritanya biar isu perlindungan hutan gak makin redup!
Saat kita sibuk menyorot orangutan dan kawan-kawannya, ada spesies lain yang diam terlupakan.
Padahal ia bagian penting dari ekosistem hutan. Pohonnya jadi sarang dan pakan orangutan. Kayunya mungkin dipakai di rumahmu.
Namanya Ulin.
Saking padat, tahan air, dan anti-rayap, ia dijuluki kayu besi dan jadi andalan para arsitek.
Sayangnya ia terancam deforestasi dan alih fungsi lahan. Padahal untuk mencapai diameter 50 sentimeter aja ia butuh sekitar 100 tahun.
A thread 🧵 by Narasi Visual