@Hnirankara Baguslah...biar malu..padahal sengsara loh hidupnya kalau udah kena virus hiv/aids...gw dulu pernah nengokin temen yg udah kena virus...karna dia nggak ngerokok yg kena otaknya ( balik kaya anak balita yg blm bisa jalan) rongga mulut jamuran..akhirnya ya meninggal juga sih.
@sosmedkeras Jaman smp dan sma thn 80an gw ngerokok mpe thn 93an berhasil berhenti, 94 pas kerja ternyata paru2 gw ada bercaknya mpe batuk darah...berobat...akhirnya sembuh dan sampai skrg tetep berhasil tidak merokok atau ngevape
Seorang pria berusia 20 tahun pergi ke dokter karena batuk yang tidak kunjung sembuh. Dia mengira itu hanya hal ringan… mungkin flu atau alergi. Tapi diagnosisnya berbeda. Paru-parunya menunjukkan kerusakan seperti milik seseorang berusia 60 tahun. Penyebabnya? Dua tahun menggunakan vape beraroma.
Sekarang kita tahu bahwa vape menyebabkan kerusakan paru-paru yang tidak bisa diperbaiki. Ini bukan teori. Ini bukan berlebihan. Ini nyata. Dan ini terjadi pada ribuan anak muda. Penyakit seperti bronkiolitis obliterans —dikenal sebagai “paru-paru popcorn”— meninggalkan bekas luka di saluran pernapasan yang lebih kecil.
Hal ini menyebabkan batuk kronis, sesak napas, kelelahan ekstrem, dan, dalam banyak kasus, kehidupan yang terbatas. Rasa buah atau manis tampak tidak berbahaya... tetapi ketika dipanaskan dan dihirup, banyak di antaranya berubah menjadi bahan kimia beracun yang masuk langsung ke paru-paru dan aliran darah, tanpa tubuh dapat menyaringnya.
Vaping telah menjadi tren berbahaya. Dan kebanyakan remaja yang menggunakannya tidak menyadari kerusakan yang mereka timbulkan di dalam tubuh mereka. Oleh karena itu, sangat penting bagi orang tua dan remaja untuk mendengarkan cerita ini.
Bukan untuk menakut-nakuti. Tetapi untuk meningkatkan kesadaran. Karena hari ini mungkin sedang tren... tetapi besok mungkin sudah terlambat. Tentang Hidup
@feiash_ Sama aja di stasiun gambir, masuk jumat malam keluar minggu malam 101rb, sayang di gambir nggak ada penitipan motor di luar stasiun kalau di senen banyak dan murah.