Dalam rangka World Suicide Prevention Day, saya nulis side story Tingka.
Warning: Angst, spoiler (dari cerita novel Tingka), may be triggering.
Silakan kalo mau baca:
👇🏻
https://t.co/kbb0vHNpuq
Rencana: "Kayaknya bagus nih karakter A dan B dikasih happy ending."
*mikir lagi*
*mikir lagi*
*mikir lagi*
Realisasi: "Nggak deh, kayaknya nggak makes sense kalo mereka happy ending."
pantun termasuk karya sastra, meskipun cuma buat pengantar diskusi.
dan saya tidak akan pernah membuat karya sastra dengan AI.
selagi masih bisa mikir pake otak, semua jenis karya sastra--baik itu cerita, puisi, pantun, apa pun--akan saya usahakan buat sendiri.
lagi ngetik skrip buat jadi moderator besok.
menghabiskan bermenit-menit untuk bikin pantun.
ditanya, "kenapa nggak pakai AI?"
daku sungguh tersinggung😤
Gue jam 3 pagi nelepon layanan psikolog IDR 0, baru kali ini ngerasa pajak gue bener-bener worth it 😭
Makasih Pemprov JKT (bukan buzzer) 🥺
Beneran 24/7, informasinya jelas, terus gue juga diarahkan ke RS terdekat buat dapet penanganan lebih lanjut.
🥺 Jangan jahat-jahat sama gue plis… hehe
a veces un libro es de 5 estrellas porque es una obra maestra. a veces es de 5 estrellas porque hizo que mi cerebro liberara serotonina. y a veces es de 5 estrellas porque me hizo llorar hasta deshidratarme. todas son igualmente válidas.
gue ASN kementerian. gaji + tunjangan sekitar 8 jutaan.
dari situ, biaya ojol PP + KRL ke kantor aja bisa habis sekitar 2 jutaan per bulan. laptop kerja pakai laptop pribadi. internet dan komunikasi juga sering pakai resource sendiri.
jadi pas dengar statement kalau ASN kerjanya cuma “absen, ngopi, pulang”, gue langsung mikir… kita ngomongin ASN yang sama gak sih? 😭
apalagi sejak efisiensi, pendampingan ke daerah banyak dialihkan lewat Zoom. review usulan satu-satu, koordinasi bisa berhari-hari. mata literally sampai jereng gara-gara kebanyakan Zoom 😭
kadang kuota pribadi juga kepakai karena jaringan kantor ya… bapuk.
belum lagi request pejabat yang datang tiba-tiba, bahkan di luar jam kantor. “harus sekarang?”, “malam ini?”, “besok pagi sudah harus ada.”
entah gimana caranya, kita dituntut harus always ready. 😭
bukan berarti semua ASN rajin dan produktif. obviously not.
kalau ada yang cuma absen terus ngopi, ya memang harus dievaluasi. tapi jangan satu stereotip dijadikan gambaran semua ASN.
busy belum tentu productive, gue setuju. tapi produktivitas juga gak bisa diukur cuma dari kelihatan duduk di kantor atau enggak.
banyak kerjaan birokrasi yang hasilnya memang gak langsung kelihatan.
dan kalau mau ngomongin “ASN dibiayai negara”, maybe sekalian apple to apple juga. bandingin beban kerja, gaji, tunjangan, fasilitas, sampai tuntutan responsibilitas ASN dengan anggota dewan.
sebagai pembanding, DPR sendiri pada September 2025 mengumumkan take-home pay anggota sekitar Rp65,6 juta per bulan.
sekian. 😭
Ternyata kalo kamu udah jarang cerita ke siapa-siapa tuh mau ngomong jadi ikutan susah. Mau jelasin sesuatu kadang belibet, muter-muter, padahal di kepala kamu sebenarnya udah jelas. Bukan karena kamu gak ngerti apa yg kamu rasain, tapi karena kamu udah terlalu terbiasa nyimpen semuanya sendiri. Sampe akhirnya buat cerita aja kamu bingung harus mulai dari mana.
gue rasa orang perlu inget kalo rapi itu bukan writing trait milik ai deh... some writers are just good at editing their shit krn bertahun-tahun belajar nulis, revisi, reread, rewrite, terus ujung-ujungnya dibilang “sounds like ai” tuh sakit bgt sih
rusakin barang kesukaan kamu, hairball di mana-mana, di saat anabul bikin fasilitas rusak, and you have to be responsible for that. jadi kalau memang mau pelihara hewan, jangan hanya didasari atas rasa kesepian kamu, i hope you’re ready to be responsible juga atas mereka.
jangan. jangan pelihara anabul karena hanya merasa kesepian. you have to fully commit to them financially and mentally. akan ada hari di mana they need extra cash buat kebutuhan mereka, akan ada hari di mana mereka bikin kamu kesel karena berantakin kamar, buang air sembarangan,-
rewatch Heroes karena ada di Netf.
dulu pas SMA nonton itu ngerasa Peter cakep & memesona banget.... sekarang?
cowok emo, melankolis, dengan superhero syndrome??
meh banget 😂
dan ternyata Peter di Heroes S1 itu baru 23 tahun haha jadi sebenernya cukup wajar ada di fase begitu
Sobat Jakarta, sekarang curhat ke Psikolog udah nggak lagi mahal, lho!
Melalui JakCare, kamu bisa mendapatkan layanan telekonseling dengan Psikolog Klinis secara GRATIS (Rp0) untuk warga Jakarta.
Tanpa biaya. Tanpa stigma. Tanpa harus keluar rumah.
Di momen #SuicidePreventionMonth ini, yuk saling peduli dan ingat kalau kamu nggak sendirian menghadapi masa-masa sulit.
Karena kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik, dan setiap warga berhak mendapatkan akses bantuan profesional.
Akses JakCare dengan mudah melalui:
📞 0800-1500-119 (24/7)
📲 Aplikasi JakSehat & JAKI
Sumber: @dinkesJKT
#JakCare #DKIJakarta #KesehatanMental #JagaJakarta