HATI NURANI yang hidup akan membuat seseorang sadar telah berbuat kesalahan, dan semangat buat memperbaikinya sehingga kesalahan tidak akan terulang lagi ~ "Andy Noya"
Masalahnya kita sejak kecil hanya diajarin buat mendapatkan yang kita inginkan.
Enggak terampil melepaskan keinginan.
Akibatnya banyak konflik terjadi, karena orang ngotot mendapatkan yang diinginkan.
Berusaha menjadi manusia layak, hingga batas waktu tidak lagi berdetak. Mari pulih, hingga kita selesai dengan bumi. Bahwa masih ada hari" baik yang harus kita selesaikan. Kita akan berusaha menjadi manusia yang layak hingga batas waktu itu tidak lagi berdetak.
Salah satu tanda kedewasaan emosi adalah:
Kamu sadar kamu nggak bisa nyenengin semua orang. Ada yang kecewa sama kamu itu sebuah kewajaran. Berusaha nyenengin semua orang justru bikin kamu nggak bertumbuh, nggak ke mana-mana.
Bagiku hidup sederhana saja. Jika aku tidak baik bagi seseorang, dia boleh meninggalkanku. Jika ia tidak baik bagiku, aku akan meninggalkannya. Aku telah lelah dengan drama panjang, upaya-upaya mempertahankan, yang menghabiskan waktu, sementara waktu hidupku makin terbatas di dunia ini.
Makin tua makin malas drama-drama. Jika tidak penting, tinggalkan. Jika cuma buang waktu, abaikan. Jika malah menambah beban, singkirkan. Ada hari-hari kamu harus tegas dalam hidup ini, agar orang-orang enggak semena-mena dan tega padamu.
Beberapa orang terus saja membiarkan bakat mereka berada di tempat yang salah. Tidak dihargai dan tidak diberi nilai. Sepanjang waktu, hanya menjadi pelengkap yang tidak benar-benar dihitung. Sepanjang waktu, tidak diberi ruang layak untuk benar-benar didukung. Terjebak dalam pujian dan tepuk tangan palsu yang kering dan kerdil.
Bakat itu ada biayanya. Ia tidak tumbuh begitu saja. Ia memakan biaya, ia butuh dukungan biaya. Jika bakat tidak diberi makan yang cukup, tidak dibiayai dengan seharusnya. Ia tidak akan pernah tumbuh seperti seharusnya. Inilah kenyataan yang sering dilupakan.
"Bukti kebodohan seseorang adalah selalu menjawab semua pertanyaan, menceritakan semua yang di lihat, dan menyebut semua yang diketahui."
Syekh Ibnu Atha'illah
"Jika engkau merasakan sakit pada dirimu, itu tandanya engkau masih hidup. Tapi jika engkau merasakan sakit yang dirasakan orang lain, itu tandanya engkau manusia."
Jalaluddin Rumi
Sebab waktu tidak menyediakan tiket kembali, untuk menjenguk masa yang telah berlalu.
Dunia tetap berjalan pada ritmenya, bahkan saat kaki memohon jeda. Tentang hari esok yang datang menjemput tanpa bertanya apakah luka kemaren sudah sembuh.