Menurut gw, fiksi ya fiksi. Kita bisa menulis atau membaca tema yang seproblematik apa pun, dan gw setuju soal itu. Bebas kok.
Tapi fakta bahwa sesuatu adalah fiksi nggak otomatis meniadakan ruang untuk kritik dan diskusi. Fiksi tetap bisa dibaca, dipertanyakan, dan dikritisi.
Dosa author ngangkat tema berat perbudakan tapi akhirnya dieksekusi merely sebagai bumbu drama pelakor-pelakoran (cuma dijadiin salah satu flaw antagonis), sampai akhirnya jadi pada downplaying serious issues. "Masa lalu kelam" and it's child slavery, grooming, rape, etc.
@themoonelixir Malah bakal disuruh bikin channel youtube buat review rumah dan koleksi langka yang kalo diselidikin asal usulnya hasil eksploitasi manusia :)
@veryevilkittyy Mentang2 baru dijadiin drama kayaknya logika mereka "OH PENDATANG BARU1!1!1!!1"
Terus ada aja yang bilang serius bgt sama fiksi. Lah elu pada misoginist dan classist-nya dibawa ke real life? Masa gue gak boleh nyanggah😭
🩷 Guys kalian harus baca deh manhwanya. The first thing she said abou rashta. Kek dia gak peduli dia mistress atau luka parah grgr bear trap no, budak. Itu yang muncul pertama dipikiran dia :'(
? Orang jelas gak kritik ke apothecary diaries soalnya pembawaannya beda. Intensi author kan keliatan dari menitik berat topik apa, eksekusi gmn, dibahasnya serius apa engga.
Lagian kritik ke karya≠attack pribadi. Lumrah bgt kritik karya klasik sekalipun di sastra.
omg it pisses me off so much thinking about how fucking easy it was for kim soo hyun to get away w his crimes whilst seo yeji’s career was basically nuked.. not saying she’s a great person but the severity of their actions vs consequences are so disproportionate
Dipikir2 tweet awalnya kek gue bakal jijik (sm mistress) gitu jd merasa butuh klarif😭😭😭😭😭
Gue jijiknya sama kelakuan Sovi yang sok bener macem penengah, ELU yg bakal gue gedik tbtb pulang manfaatin gadis belia gak usah sok akrab
@shodelune Orang pada sibuk menempatkan diri sebagai Navi, padahal harus liat pov Rashta jg. Ketemu Sovi tuh semacam oasis buat dia yang hidupnya susah dari awal.
Ngatain Rashta pelakor juga gacocok kalo sadar ketimpangan.. budak tuh gapunya kepemilikan atas diri sendiri, mana bisa nolak😔
Karena awal rilis, pembaca kebanyakan usia belum matang dan gak ngerti ketimpangan power. Ngeliatnya cuma sebagai genre drama selingkuh biasa, gak mempertimbangkan latar belakang, hierarki, etc. Banyak yang berubah pikiran sejalan sama pendewasaan dan nambahnya ilmu pengetahuan.
Sebenernya yh, fine2 aja menurutku klo emg suka cerita istri sah mengalahkan pelakor... cuma sayangnya TRE ini mengambil setting cerita yg berat dg mengangkat tema perbudakan tpi justru gk dieksplor lbh jauh
Bahkan beberapa pembaca ada yg menjadikan "budak" sbg hujatan utk rashta
saw this when i was in the cinema a few weeks ago and i think this shit is daylight robbery it should be illegal wdym wow spaghetti 1 bungkus 3 rb dijual 50 rb just because you wanna eat it in a movie theater
@Aweelya@helenelakaina Girl if my husband cheats on me with a SLAVE i’ve got much bigger problems than the cheating cuz why tf does my husband have access to a slave???? The victim of human rights violation is a more serious situation than cheating dont you think?