Mari berterima kasih pada orang-orang yang mengajarkan kita cara baru melihat kehidupan.
Orang-orang yang jika bertemu dengan mereka, tak hanya bertambah bahan obrolan dan panjangnya tongkrongan.
Tapi insight tentang hidup yang membuat semua pikiran kita yang salah terlukiskan. Yang tumpul tertajamkan.
Kamu punya teman seperti itu?
Jangan nyinyir sama pendemo.
THR, upah minimum, hak lembur, sampai Reformasi 1998 yang membuka jalan demokrasi hari ini. Semuanya lahir dari orang-orang yang berani bersuara dan turun ke jalan.
Ragam potret ekspresi di agenda Gelar Wicara semalam. Terima kasih untuk kawan-kawan yang sudah berkenan hadirπ
Btw, masih ingat dengan quotes-quotes yang dibagikan para narsum semalam?
Coba tulis di kolom komentar yang paling jadi favorit kalian.
Konflik sipil vs sipil akan selalu dipelihara oleh negara. Teruskan tembak menembak kalian, bacok membacok kalian, sampe benar-benar sadar bahwa penderitaan kalian hanya akan menjadi statistik bagi negara.
@IniSleman Gampang di tebak lawan. Cuma mengandalkan dua sayap yg begitu-begitu saja. Tidak punya glandang kreative. Counter attack sering delay dan keserang balik bingung. 80% perlu dirombak untuk musim depan.
Kalau Atletico bikin "badai" di Metropolitano, PSS Sleman pernah bikin Maguwoharjo lumpuh 30 menit pakai Paper Roll!
Mundur ke Pekan ke-3 Liga 2 2017 saat Elang Jawa menjamu Persip Pekalongan. Hujan ribuan kertas roll kasir dari tribun nggak cuma ngasih visual estetik layaknya tirai raksasa, tapi intensitasnya sampai memaksa wasit menghentikan laga selama SETENGAH JAM!
Intimidasi visual dapet, chaos-nya dapet. Pure madness and local scene at its finest!