Kasus tragis di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), melibatkan seorang ayah berinisial YGR (34) yang berprofesi sebagai perawat di RSUD Borong,
la ditemukan tewas g*nt*ng dir* di dalam rumah orang tuanya di Kampung Golo Pering pada 11 Juni 2026,
setelah diduga kuat membvn*h anak kandungnya sendiri, BZD (7)
Kasus terungkap ketika ibu dan adik YGR pulang ke rumah sekitar pukul 16.00 WITA dan mendapati pintu terkunci dari dalam.
Karena panggilan mereka tidak mendapat respons, pintu terpaksa dibuka secara paksa.
Mereka menemukan YGR sudah meninggal akibat gAnt*ng diri, sementara anaknya, BZD, terbujur kaku di atas tempat tidur.
Motif dan Hasil Penyelidikan Polisi
Depresi Berat: Pihak Satreskrim Polres Manggarai Timur menyatakan bahwa pelaku diduga kuat mengalami tekanan batin dan depresi berat akibat masalah keluarga.
Gugatan Cerai: Korban diketahui tengah menghadapi proses gugatan perceraian yang diajukan oleh istrinya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku diduga terlebih dahulu membvn*h sang anak dengan cara membekapnya hingga kekurangan oksigen, sebelum akhirnya memutuskan mengakhiri hidupnya.
Virdian Ungkap Cara Berpikir Picik Pemerintah Merespon Kritik dan Tuntutan Stop MBG Bukanlah Tidak Mungkin Dilakukan Meski Kontrak Politik..
Lagian dah jelas kok MBG cuma jadi proyekan bukan untuk gizi anak-anak..
Kalo narsum 3 org sejenis & dr kubu yg sama semua, dgn host yg punya track record bias ke kelompok yg sama, itu namanya bukan diskusi, tapi product marketing. Pelakunya biasanya disebut sales.
Ada penggalan kalimat menarik di dua video ini.
Video 1: "Jadi menurutmu mas kalo wartawan gak kompeten?".
Video 2: "Maksudmu, ustad gak pintar?".
Nah, persamaannya kedua-duanya trmsuk straw man dlm kerangka cacat berpikir. Sdangkn perbedaannya, yg satu goblok natural, yg satu dibungkus dlm komedi.
Tanggapan tim kolaborasi Pesta Babi, Sabtu, 30 Mei 2026
Mama Yasinta Moiwend adalah seorang tokoh perempuan adat Malind yang sudah lama berjuang untuk diri dan komunitasnya, jauh sebelum proses pembuatan film dokumenter ini berlangsung. Kami tim kolaborasi film Pesta Babi menghormati apa pun sikap Mama Yasinta saat ini dan meminta publik untuk tidak menyudutkan atau menghakimi beliau, sembari kami masih berusaha memahami apa yang terjadi dengan perubahan pilihan sikap ini.
Setelah videonya beredar pada Sabtu malam, 23 Mei lalu, hingga mendatangi Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya pada Jumat, 29 Mei, Mama Yasinta belum dapat dihubungi atau ditemui langsung. Kami terus berusaha membangun komunikasi dengan Mama Yasinta dan berkoordinasi dengan keluarganya.
Kami mengharapkan dukungan perhatian publik terhadap persoalan ini, sembari kita melanjutkan solidaritas untuk upaya penyelesaian persoalan yang begitu besar di Tanah Papua.
Kolaborator film Pesta Babi:
Ekspedisi Indonesia Baru
Greenpeace Indonesia
Jubi Media
LBH Papua Merauke
Pusaka Bentala Rakyat
Watchdoc
Narahubung: +628111463105