Dulu, nenek moyang mereka gak butuh peta. Gak butuh kompas. Mereka cukup percaya pada angin, pada gelombang, pada matahari, dan pada satu sama lain.
1.000 tahun yang lalu, bangsa Viking telah berlayar melewati Atlantik dan menginjakkan kaki mereka di Amerika Utara, jauh sebelum Christopher Columbus bahkan tahu benua itu ada.
Kini keturunan mereka kembali berlayar ke benua yang sama. Tapi kali ini bukan dengan longboat, perisai dan kapak, melainkan dengan studs dan jersey merah andalan mereka. Norwegia sudah absen 28 tahun dari Piala Dunia.
Saatnya pulang ke Amerika. ⚔️🛡️🇳🇴
_________
Foto ikonik ini diambil oleh fotografer David Yarrow atas permintaan Norwegian Football Federation (NFF). Konsepnya lahir dari keinginan NFF untuk menghidupkan kembali narasi Viking yang memang sudah melekat pada Norwegia. Yarrow, yang direkomendasikan langsung oleh Erling Haaland memilih lokasi pantai privat di Oslo dengan longboat asli, kostum Viking yang authentic, bahkan membangun dermaga kayu khusus untuk sesi foto ini.
David Yarrow adalah fotografer yang sama yang mengabadikan momen Diego Maradona mengangkat trofi Piala Dunia 1986 di Estadio Azteca.
📸: @David_Yarrow
📝: @TheAthleticFC
Dua hari lalu mouse saya rusak ketika di kantor, sedang darderdor revisian pula, tuh. Maka saya iseng bertanya kepada salah satu senior desainer, "Kang, di kantor ada mouse cadangan? Mouse saya rusak, eung."
"Ada, ambil aja di ruangan tim X. Tapi agak rajet," jawabnya.
Setelah berterima kasih, dengan gembira saya masuk ke ruangan tim X untuk meminjam mouse. Begitu melihat penampakannya yang aduhai pikarunyaeun, terus terang saya tidak berharap banyak.
"Enggak apa-apa, deh. Yang penting masih bisa berfungsi," pikir saya.
Tidak disangka, begitu megang dan pakai, langsung jatuh hati.
Logitech Wireless Mouse M331 Red Silent ini punya bobot ±110 g (dengan baterai), cukup berat jika dibandingkan dengan M170 yang ringan dan ngoleang.
Saya memang suka mouse yang berat agar sesuai dengan beban kerja dan beratnya kehidupan yang fana ini.
Selain itu, fitur silent-nya benar-benar diam seribu bahasa. Enggak berisik.
Satu hal lagi, desainnya yang ergonomis membuat jempol saya yang sudah kapalan ini bisa sedikit reda. Pokoknya mah enak digenggam.
Scroll wheel-nya juga mantap, cocok untuk layouter buku yang melakukan ALT+scroll jutaan kali setiap harinya.
Kesimpulannya, saya rek meuli mouse M331 ieu. Tapi engke, mun parantos gajian.