SETIDAKNYA DENGAN INI !!!!๐๐
Meskipun nggak bisa ikutan demo at least turut memeriahkan di dunia mayaโฆ
Lanjutkan dimanapun perjuangan kalian,
semangat terus buat teman teman yang terjun ke jalanโ๐ฅ
Ketika lu punya idol yang setiap kata yang keluar dari mulutnya adalah sebuah kalimat-kalimat yang baik, yang mampu bikin kita termotivasi, atau bikin semagat kita tumbuh lagi. Saat idol bisa jadi contoh yang baik, idol yang gak pernah aneh-aneh, gak pernah kriminal, rapper terkenal tapi lirik-lirik yang ia tulis bukan buat merendahkan siapapun tapi buat motivasi atau bahkan memuji wanita, saat idol memanfaatkan keterannya dengan cara yang amat sangat baik.
Bangga, setiap gerak-geriknya bisa membuat motivasi buat banyak orang.
"Biarlah nanti dibalas di akhirat."
Stop normalisasi kalimat2 kaya gitu.
Kalau kita kebiasaan ngeliat ketidakadilan duniawi dengan frasa "biar Tuhan yang balas", kita sedang memberi panggung buat koruptor berikutnya.
Keadilan akhirat itu porsi Tuhan (bagi yg percaya dan penganut agama)
Tugas kita sebagai warga negara adalah memastikan koruptor dimiskinkan, dihukum berat, dan dihakimi di sini.
Sekarang juga.
Ucapan โLondo Irengโ Mengkhianati Mandat Konstitusi dan Kedaulatan Rakyat
Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mengecam keras pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyamakan wartawan, pengamat, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dengan โLondo Irengโ. Pernyataan tersebut bukan sekadar candaan atau gaya komunikasi personal. Ia merupakan pelabelan terhadap kelompok kritis sebagai pihak yang tidak setia kepada bangsa, bekerja untuk kepentingan asing, bahkan secara tersirat sebagai pengkhianat.
https://t.co/CrGMnwiTzQ
imbas pidato prabowo yang sebut jurnalis = londo ireng:
- aliansi jurnalis independen desak prabowo minta maaf
- istilah itu sejarahnya berat
- dulu dipakai buat sebut pengkhianat bangsa yang berpihak ke belanda
- bayu tegaskan jurnalis itu pilar demokrasi
- enggak pantas disamakan dengan pengkhianat bangsa
- aji minta pemerintah lebih terbuka terima kritik sebagai bahan evaluasi, bukan ancaman