@putri_lior4@Stakof Hampir mirip quotes dari cak nun, "Bila air yg sedikit dapat menyelamatkanmu dari rasa haus, tak perlu meminta air lebih yg bisa membuatmu tenggelam."
BATU – Sebuah ironi terjadi ketika pemerintah sedang gencar-gencarnya menggalakkan sektor pangan daging, susu dan padi. Hal tersebut berbanding terbalik dengan kondisi yang ada di lapangan.
Seorang peternak sapi dan pengepul susu di Kota Batu menghubungi kami melalui DM Instagram pada hari Jumat (8/11/24)mengenai sulitnya menjual susu produksinya. Hal ini diakibatkan adanya pembatasan penerimaan susu lokal dari pabrik sehingga ribuan liter susu terpaksa dibuang ke selokan.
Dalam pesan Instagram yang dikirimkan kepada kami, peternak tersebut mengungkapkan kekecewaannya.
"Ditengah wacana susu gratis dan isu kebutuhan susu nasional tinggi, kami pengepul susu dan peternak kesusahan menjual susu karena pembatasan penerimaan susu lokal dari pabrik," ujarnya.
Permasalahan ini telah berlangsung sejak awal November. "Kejadian mulai awal November sudah banyak susu yang terbuang dan yang terdokumentasikan baru dihari kemarin," tambah warga tersebut.
Para peternak telah berupaya membagikan susu kepada warga sekitar. Namun, karena jumlah susu yang sangat banyak dan daya tahannya yang singkat, sebagian besar susu menjadi rusak dan akhirnya dibuang. Terbatasnya fasilitas untuk mengolah susu menjadi produk olahan seperti keju dan yogurt juga menjadi kendala.
"Sudah ada upaya untuk membagikan tapi karena jumlah yang banyak dan ketahanan susu tidak lama maka banyak yang rusak, kalau mau diolah jadi keju yogurt dll dengan jumlah yg banyak fasilitas penunjang tidak memadai," ungkapnya.
Tidak hanya di Kota Batu, permasalahan serupa juga terjadi di wilayah lain. Peternak tersebut menginformasikan bahwa banyak koperasi di Jawa Timur dan Jawa Tengah yang sementara waktu tidak menerima susu dari peternak atau supplier karena pendingin penuh akibat kuota dari pabrik.
Kondisi ini tentu sangat merugikan peternak. Di satu sisi, produksi susu mereka melimpah. Di sisi lain, mereka kesulitan menjualnya.
Laporan: Kontributor Malang Raya Media I Jumat, 8 November 2024
🎥 kiriman warga
@yusufgunawan@infomalang
@rodi_mufrodi @neVerAl0nely Krn si seragam jg doyan malak. Ga ada duit malah dipersulit. Org China udah sadar diri minoritas, drpd dipersulit yah mnding cari jalan pintas. Yg penting kerjaan beres.
Kalo si seragam anti suap, gak bakal jg ada kejadian gini kan?
@gojekindonesia@jatimtimescom@KebunPintar So dengan ambil keputusan jadi driver ojol ini adalah my biggest turning point.
Definisi "the power of kepepet" is real.
Kalo dalam kasusku, sengaja membuat kedalam posisi "kepepet" berhasil ngebuat pemuda rebahan ini jadi bergerak dan lebih punya arah tujuan hidup.
Dikira main2 kali ya buka usaha itu, asli diremehin bgt! Lulus S1 masih mau main2 katanya, iya gw main toko2an dahh wujudkin mimpi aku dari kecil punya toko usaha sendiri🫵🏻
Klo punya usaha emg kudu udah siapp diremehkan😃 baik dari yg jauh sampe keluarga dkt sendiripun wkwkwk.
Pura2 bego aja gw mah😃 ntar giliran udah jadi sukses ngatung tu🫴🏻
Terima kasih Ayah @jokowi
Berkat kerja keras Ayah, kami hari ini ada di tempat ini.
Kaka pertama jadi Wapres..
Kaka kedua jadi Ibu Walikota dan Ibu Calon Gubernur
Dan Bungsu, jadi ketua Partai.
Tidak sia-sia ayah...
Anak Tukang Kayu, yang bernama Yesus saja tidak mampu menjamin Muridnya Hidup Sejahtera... Bahkan Para Muridnya harus merasakan Kekejaman Para Penguasa...
Kita anak Tukang Kayu, Syukur Alhamdulilah...
Hari ini Sukses Semua Ayah....
Dan Dekat dengan Kekuasaan....
Terima Kasih Sekali lagi Ayah...
Cc @gibran_tweet@kaesangp@bobbynasution_