Ada satu kalimat tercantik di buku The Alchemeist:
"Ketika kamu menginginkan sesuatu, seluruh alam semesta akan bersatu membantumu mendapatkannya." ๐ฅบ๐ป
Berhubung saya sekarang udah dicap sebagai si paling jurnal, izin berbagi cara "sederhana" untuk membaca jurnal ilmiah. Skill ini sebenarnya penting, tapi sangat jarang diajarkan, bahkan semasa S1, apalagi dengan adanya AI sekarang yang bisa dengan mudah membuat summary-nya agar mudah dipahami.
Kebetulan ada satu paper menarik yang menjelaskan itu dengan membaginya menjadi 3 tahap, agar lebih mudah.
Yuk kita bahas!
1. ๐ง๐ต๐ฒ ๐๐ถ๐ฟ๐๐ ๐ฃ๐ฎ๐๐
Dalam 5-10 menit, lakukan hal ini:
-Baca cepat judul, abstrak, dan pendahuluan,
-Baca sub judul
-Baca kesimpulan dan referensi
Niatkan fase pertama untuk menjawab 5C (Category, Context, Correctness, Contributions, Clarity).
Setelah melalui fase ini, kalian bisa memutuskan apakah jurnal ini menarik atau apakah kalian bisa membaca ini dengan baik. Karena untuk membaca jurnal ilmiah dibutuhkan ekspertise tertentu.
Tentunya saya yang backgroundnya medis, akan kesulitan membaca jurnal ekonomi atau mengenai mesin pesawat.
2. ๐ง๐ต๐ฒ ๐ฆ๐ฒ๐ฐ๐ผ๐ป๐ฑ ๐ฃ๐ฎ๐๐
Dalam 1 jam, lakukan hal ini:
-Perhatikan gambar, diagram, atau ilustrasi lainnya, terutama grafik. Perhatikan apakah memang hasilnya valid atau "dibuat-buat".
Setelah fase ini, harusnya kita sudah bisa menangkap isi dari jurnalnya, serta mampu membuat summary dari jurnalnya untuk diceritakan ke orang lain.
Bila kalian membaca jurnal yang BUKAN ekpertise kalian, maka membaca sampai second pass itu sudah bagus banget.
3. ๐ง๐ต๐ฒ ๐ง๐ต๐ถ๐ฟ๐ฑ ๐ฃ๐ฎ๐๐
Fase ini terutama ditujukan bila kalian adalah reviewer dari jurnalnya, yang artinya mencapai fase ini tidak selalu dibutuhkan. Pada fase ini kita harus mengidentifikasi dan challenge asumsi pada setiap statement penelitian ini. Bahkan kita harus mempertanyakan apakah argumen dan hasilnya valid, apakah bukti ilmiahnya sudah cukup atau belum untuk support kesimpulannya.
Jujur, saya baru belajar fase 3 ini saat pendidikan S3, karena benar-benar dilatih untuk melakukan review pada studi ilmiah yang belum dipublikasikan.
๐๐ธ๐ต๐ถ๐ฟ ๐๐ฎ๐๐ฎ
Ini adalah tahapan yang sangat disederhanakan dan mungkin sangat berbeda antar bidang ilmiah.
Semoga bermanfaat!
Sumber:
Keshav. How to Read a Paper.
I used to wonder why Allah describes Himself as โcloser to you than your jugular vein.โ
Not your heart.
Not your soul.
Not your mind.
The jugular vein.
โAnd We are closer to him than his jugular vein.โ (50:16)
I looked into it. The answer stopped me completely.
@tanyarlfes hmmmm kalau he decided to go, knpa masih berharap kembali kaa, just let him. mau nnti bakal ketemu di depan atau engga, make sure kalau km udh move forward, jangan stuck di satu titik nungguin dia๐ aky tau ini berat, tapi its just a phase kok kaaa u will pass this๐ซฐ๐ป๐ซฐ๐ป
@tanyarlfes Pesan buat ciwi2: kalo ada cowo yg kembali ke kamu tp dalam keadaan dia udh punya cewe, pls don't give any access to him. As simple as you respect your boundaries n his gf feelings. Percayalah, itu hal terbaik yg kalian lakukan. Udh aku terapkan, dan aku ngerasa tenang.
@tanyarlfes aku gaakan share pengalaman but i just wanna say u should be ashamed if a man comes back to u after he left, karena berarti kamu dianggap gampangan dan mudah dibodohi sih nder. most of them balik cuma karena gabut bukan karena nyesel atau masih sayang๐
@tanyarlfes Di luar sana ada loh yang bisa ngetreat kamu like a queen you are. Kenapa kamu ngarepin orang yang gabisa diharapkan? You're not a trash yang bisa dipungut balik kapan aja. Yang ada kamu makin diinjek. Love yourself before anyone else. Kalo bukan kamu, siapa yang sayang kamu?
@tanyarlfes men always comeback emg, tp u have to remember most of them cm gabut. ngerasa kosong sm hidupnya dan tau bahwa u can be his comfort zone mangkanya balik. Cause he's fucking know that you'll always open to him no matter how many times he leaves you. You're not rest area babe))
@tanyarlfes Jangan mau jadi badut yang dicari disaat dia butuh validasi, kesepian, gebetan barunya zonk, lagi berantem sama pasangannya, penambal hati yang kosong, atau objek birahi ya adik-adik. Fakta pahitnya, dia memang come back, tapi dia ga beneran milih kamu. Yuk move on.
pada akhirnya ini bukan lagi tentang "if he want, he would" tapi "if Allah has written it for you, it will find its way to you, at the right time, in the right way" inget ya, apa yang emang buat kamu, pasti akan jadi milikmu, dan ga akan jadi milik orang lain.
IQ, EQ, dan SQ adalah tiga aspek yang berbeda dari kemampuan manusia. Ketiganya bisa dilatih, meskipun dengan cara yang berbeda.
1. Melatih IQ (Intelligence Quotient)
IQ berkaitan dengan kemampuan berpikir logis, analitis, memahami pola, dan memecahkan masalah.
Cara melatih:
Membaca buku yang menantang pemikiran (sains, filsafat, sejarah, ekonomi).
Belajar bahasa baru.
Bermain catur, sudoku, teka-teki logika.
Mempelajari matematika dan statistik dasar.
Melatih kemampuan berpikir kritis dengan mempertanyakan asumsi dan mencari bukti.
Menulis ringkasan atau analisis dari apa yang dipelajari.
Contoh latihan harian:
30 menit membaca buku nonfiksi.
15 menit mengerjakan teka-teki logika.
Belajar satu konsep baru setiap hari.
---
2. Melatih EQ (Emotional Quotient)
EQ adalah kemampuan memahami, mengelola, dan merespons emosi diri sendiri maupun orang lain.
Cara melatih:
Mengenali emosi yang sedang dirasakan dan penyebabnya.
Mendengarkan orang lain tanpa langsung menghakimi.
Belajar mengendalikan impuls saat marah atau tersinggung.
Memahami sudut pandang orang lain meskipun tidak setuju.
Meminta umpan balik dari orang terdekat tentang perilaku kita.
Melatih komunikasi yang jelas dan asertif.
Contoh latihan harian:
Menulis jurnal emosi selama 5 menit.
Saat ada konflik, tanyakan:
Apa yang saya rasakan?
Kenapa saya merasakannya?
Apa yang sebenarnya ingin saya capai?
---
3. Melatih SQ (Spiritual Quotient)
SQ berkaitan dengan makna hidup, nilai-nilai, integritas, dan kemampuan melihat sesuatu secara lebih mendalam.
Cara melatih:
Melakukan refleksi diri secara rutin.
Meditasi, doa, atau kontemplasi sesuai keyakinan masing-masing.
Membaca filsafat, etika, atau literatur spiritual.
Memikirkan pertanyaan besar seperti:
Apa tujuan hidup saya?
Nilai apa yang ingin saya pegang?
Orang seperti apa yang ingin saya menjadi?
Melakukan tindakan yang selaras dengan nilai yang diyakini.
Melatih rasa syukur dan kesadaran diri.
Contoh latihan harian:
10โ15 menit refleksi atau doa.
Menuliskan satu hal yang disyukuri dan satu hal yang bisa diperbaiki hari ini.
---
Kombinasi Latihan Terbaik
Jika ingin meningkatkan ketiganya sekaligus:
1. Baca buku berkualitas (IQ).
2. Diskusikan ide dengan orang lain dan dengarkan pendapat mereka (EQ).
3. Renungkan bagaimana ide tersebut berhubungan dengan nilai hidup Anda (SQ).
Secara sederhana:
IQ membantu Anda mengetahui apa yang benar.
EQ membantu Anda menyampaikan dan menerapkannya dengan baik.
SQ membantu Anda menentukan mengapa hal itu penting.
Orang yang sangat efektif biasanya bukan yang paling tinggi IQ-nya, melainkan yang mampu menyeimbangkan ketiga aspek tersebut.
SQ
(Tujuan & Nilai)
โฒ
โ
โ
EQ โโโโโโโโผโโโโโโโบ IQ
(Empati & โ (Logika &
Emosi) โ Analisis)