Rezim Otoritarian Prabowo-Gibran sedang melanjutkan Represifitas kepada gerakan rakyat, seperti rezim sebelumnya.
Tensinya makin kencang di Rezim Prabowo Gibran kedepan ini.
Setidaknya ini yg akan dihadapi oleh gerakan Rakyat selama 5th kedepan.
Kencangkan barisan. Lawan 🔥🔥✊
Tau gak knpa kalimat brengsek ini bisa keluar?
Karena kebanyakan dari mereka itu tujuannya emang bukan "khidmah dluyuf al-rahman" (melayani jamaah haji), tapi buat ngasih makan nafsunya; "Gue jdi petugas haji, bisa sekalian gue manfaatin buat ngelaksanain haji". Akhirnya yg jadi prioritas itu bkan jamaahnya, tapi ritual pribadinya.
Dana Desa ngga bisa dicairkan klo kepala desa belum membangun Kopdes Merah Putih.
Setelah Kopdes dibangun?
Dana desa yang diterima pihak desa malah dipotong dari sebelumnya Rp1 Miliar menjadi Rp200-300 juta.
Kini dana desa bukan lagi bantuan, tapi pemerasan berbalut program.
Kunjungan Tim Agrinas ke Kopdes di NTT membuka mata:
1️⃣ Karyawan Kopdes cuma gotong royong tanpa gaji, hanya manajernya yg dibayar Agrinas.
2️⃣ 400 KK di Desa tersebut diminta belanja Rp1 juta/bulan, agar omset Kopdes Rp400 juta/bulan.
Inilah program yg membebani warga desa.
Pimpinan DPR RI tak berani datang ke pengadilan negeri jakarta pusat dalam sidang gugatan Shuban Palal atas kecacatan persyaratan Gibran sebagai wapres yg tak tamat SMA.
Pimpinan DPR RI menunjuk komisi lll DPR RI namun tak juga berani hadir dan hanya mengutus biro hukum DPR RI.
Shuban Palal menolak utusan itu sebab dia tahu biro hukum DPR RI itu bukanlah bagian dari wakil rakyat.
@DPR_RI
Gibran dan Jokowi digugat rakyat soal keabsahan riwayat pendidikan mereka.
Benar benar keluarga bermasalah.
Giliran MBG, perbandingannya Finlandia dan Swedia. Tapi kalau kesejahteraan guru, fasilitas sekolah, kurikulum, disuruh bersyukur dan gak dibandingkan dg Finlandia dan Swedia.
Kalo gaji bersih lo Rp100 juta per bulan…
Dan setiap rupiahnya bisa lo tabung tanpa dipake.
Lo masih butuh 23 tahun 4 bulan buat ngumpulin Rp28 miliar.
Sampe mumet googling “Prof” Gama ini siapa dan dia Guru Besar dari universitas apa. Ternyata influencer trading dan ASSISTEN PROFESSOR alias BUKAN PROFESSOR beneran.
Yailah kurang-kurangin lah yang begini. Ngabisin waktu hamba buat googling aja 😮💨
di mana cita-cita reformasi kita itu?
Prof. Zainal Arifin Mochtar (@zainalamochtar) mengingatkan:
“kita bercita-cita untuk menghukum KKN, korupsi, kolusi, dan nepotisme. Pada saat yang sama, kita lihat di mana-mana sekarang, kronisme dan kolusi itu berseliweran. Dan tanpa malu diperhadapkan di kita.”
jika kompetensi komisaris BUMN terus dipertanyakan; jika kerja amburadul pembantu presiden sulit dipertahankan; atau jika jabatan publik dari lingkar keluarga dan politik, mungkin semua itu pertanda, bahwa cita reformasi kita sejengkal dari tubir kematian.
bila ini bukan kematian, mungkin kita hanya berbeda definisi tentang kematian.
sebab yang tersisa hari ini tampaknya hanyalah slogan yang hidup, di atas praktik yang sudah lama menjadi jenazah. 🤔
Ingat nama ibu Papua ini:
Melkiana Duwitau, ibu hamil 31 tahun, tewas dibunuh peluru tentara saat sedang hamil 32 minggu akibat operasi militer
Kampung Wandoga, Distrik Sugapa, Kab. Intan Jaya
Never forget, never forgive
Intan Jaya 3 July 2026.
Seorang peserta aksi protes membawa poster terkait pembunuhan yang dilakukan oleh aparat TNI di Intan Jaya:
"Buanglah kami, warga Intan Jaya, ke ujung dunia hingga ke dekat neraka pun kami mau, asalkan tidak ada aparat TNI dan Polri di sana."
@LambeSahamjja Pengakuan ara ini justru jadi bukti amburadulnya sistem pemerintahan era bowo ini. Bagaimana mungkin seorg seskab menjadi layaknya perdana menteri. Emang menteri2 bowo ga kompeten banget kerjanya smpai hrus ada seskab yg bantuin
momen debat denny dan jubir pemerintah :
Denny: MBG 268 triliun, kroninya yang korupsi. Presiden dengar apa pura-pura?
Levenia: Dengar kok, Bang. Sekarang refocus ke daerah 3T.
Denny: Yang korupsi orang dalamnya sendiri. Kok lu jual "presiden tulus" mulu?
Levenia: Saya ke Aceh, anak-anak senang dapat MBG.
Denny: itukan pov kalian saja. Petani diperas, guru honorer digaji recehan, lu diam.
Levenia: Saya cuma nyampein POV pemerintah.
Denny: loh kok malah pemerintah, jadi disini kita bela pemerintah atau rakyat?
"Carilah yang mencintai rapuhmu, bukan hanya kagum pada indahmu. Sebab pasangan sejati ialah yang mampu menenangkan resahmu, menutup aibmu dan selalu bersyukur memilikimu."
KH. Baha'uddin Nursalim
Denny: "Kopdes arahnya ke mana sih? Saya juga bingung"
Purbaya: "Saya juga bingung jujur"
Denny: "Dibangun di tengah hutan pengawasannya gimana?"
Purbaya: "Penyelewengan pasti ada, yang penting dikendalikan dan dihukum"
Denny: "Manajer Kopdes latihan militer, masuk akal enggak?"
Purbaya: "Saya cuma bayar cicilannya, kalau berhasil 50% sudah untung"
gimana ini ceritanya coba purbaya aja gatau kemana arahnya kopdes lohhh