Pemerintah Jerman lewat Kedubesnya di Indonesia nawarin solusi yang justru relevan banget buat negara tropis kayak kita:
“Solar Ice Maker”
Mesin pembuat es tenaga surya.
Ini jadi contoh kalau transisi energi tuh bukan cuma soal seminar, baliho hijau, atau pidato penuh buzzword.
i’m 37 and all of this is true.
some are still single, some have been married twice, some have 6 kids.
some are completely consumed by work, some seem like they’re already in their 50s, some still party every day, and some are flying abroad almost every week
If president of Iran threatened that the entire US will die tonight, you’d call it Terrorism
The US president threatened that the whole Iranian civilization will die tonight, why do you call it PEACE?
This’s the first time in history a president announcing war crimes in advance
Interesting how wars are named after the country attacked: Vietnam War, Iraq War, Afghanistan War, Iran War... That's because if they were named after the attacker, it would be too confusing, since 80% of conflicts would be called the US war.
Menurut gw, having a child itu keputusan yang paling sakral dalam hidup manusia. Bahkan daripada menikah.
Karena kita menghadirkan satu jiwa baru lagi di dunia yang seperti ini. Yang one day kita akan lepasin gitu aja, sementara kita jg akan dimintai pertanggungjawaban.
Sayangnya, banyak orang mikir punya anak sekadar ngelahirin, ngasih makan, udah.
Padahal tiap manusia punya kebutuhan dasar dan banyak hak, sampai aspirasi dan cita2 yang menurutku parents musti turut bertanggungjawab.
Guys, ini yang lagi terjadi di Amerika dan skalanya bikin gue dua kali baca.
9 juta orang turun ke jalan.
Serentak.
Di seluruh Amerika.
New York, Washington, Chicago, Boston, Philadelphia semua kota besar jadi lautan manusia dengan satu pesan yang sama.
No to monarchy.
No to extremism.
No to wars.
Our forces are not for sale.
Ini bukan demo biasa.
Yang bikin ini luar biasa pesertanya bukan cuma dari kubu Demokrat.
Sebagian Republikan juga ikut turun.
Artinya ini udah melampaui batas partai.
Ini warga Amerika dari berbagai latar belakang politik yang sama-sama ngerasa ada yang salah dengan arah kebijakan Trump sekarang.
Apa yang mereka protes?
Tiga hal utama yang jadi fokus demonstrasi ini kebijakan perang yang dianggap ceroboh dan sembrono, gaya kepemimpinan yang dinilai semakin otoriter, dan penggunaan kekuatan militer untuk kepentingan yang nggak jelas.
Slogan "our forces are not for sale" itu bukan asal pilih. Ini respons langsung terhadap narasi Trump yang beberapa kali terkesan memperlakukan militer Amerika sebagai alat bargaining politik dan ekonomi.
Dan kenapa ini penting buat kita di Indonesia?
Karena kebijakan Trump tarif dagang, eskalasi konflik Timur Tengah, tekanan ke sekutu semua itu langsung berdampak ke ekonomi global termasuk kita.
IHSG kita turun. Rupiah tertekan. Harga minyak naik. Semua itu sebagian besar dipicu oleh ketidakpastian yang lahir dari kebijakan Washington.
Kalau tekanan dari dalam Amerika sendiri berhasil mengubah arah kebijakan Trump itu artinya ada kemungkinan situasi global sedikit mereda.
Tapi kalau tidak kita harus siap bahwa ketidakpastian ini masih akan berlanjut lama.
Yang menarik dari sisi historis
Demo 9 juta orang ini disebut sebagai tekanan pertama yang terorganisir dan masif dari lawan-lawan Trump untuk memaksa pemerintah berhenti dari kebijakan konflik yang agresif.
Dalam sejarah Amerika, tekanan jalanan skala besar pernah berhasil mengubah kebijakan perang seperti yang terjadi di era Vietnam. Apakah sejarah bisa terulang? Terlalu dini untuk bilang. Tapi skalanya hari ini jelas nggak bisa diabaikan.
Guys Iran baru saja publish peta semua pembangkit listrik di Teluk Persia sebagai target potensial.
Dengan satu kalimat say goodbye to electricity.
Konteksnya langsung. Trump ultimatum 48 jam buka Hormuz atau Amerika hancurkan pembangkit listrik Iran.
Iran jawab dengan peta.
70 sampai 80 persen pembangkit listrik besar di kawasan Teluk ada di sepanjang pantai Persia. Semua dalam jangkauan rudal Iran.
Artinya satu serangan ke infrastruktur listrik Iran bisa dibalas dengan memadamkan seluruh kawasan Teluk.
Saudi. UAE. Qatar. Kuwait. Bahrain. Dalam kegelapan bersamaan.
Dan ini bukan sekadar ketidaknyamanan.
Tanpa listrik pabrik desalinasi yang sudah diancam Iran berhenti. Air minum habis. Rumah sakit pakai generator darurat yang kapasitasnya terbatas. Sistem komunikasi down. Bandara tutup. Rantai pasok pangan kolaps.
Seluruh kawasan yang mengelola hampir sepertiga minyak dunia bisa lumpuh total dalam hitungan jam.
Dan ini yang paling perlu dicermati.
Iran tidak ngomong kalau kami diserang kami balas serang militer. Mereka ngomong kalau infrastruktur kami diserang seluruh kawasan gelap.
Bukan perang militer lawan militer. Tapi perang infrastruktur lawan infrastruktur.
Yang paling menderita bukan tentara di garis depan. Tapi warga sipil di 40 derajat celcius tanpa listrik tanpa air minum.
Trump kasih ultimatum 48 jam.
Iran jawab dengan peta dan koordinat.
Sekarang bola ada di tangan Trump.
After much reflection, I have decided to resign from my position as Director of the National Counterterrorism Center, effective today.
I cannot in good conscience support the ongoing war in Iran. Iran posed no imminent threat to our nation, and it is clear that we started this war due to pressure from Israel and its powerful American lobby.
It has been an honor serving under @POTUS and @DNIGabbard and leading the professionals at NCTC.
May God bless America.
Makin miris aja ya. Sekarang postingan se-harmless apapun ga lolos dr party pooper/orang julid
Kenal engga, cm mau ngungkapin rasa sayang ke pasangan aja diginiin. Orang yg dinamika hubungan/pernikahannya baik2 aja krn sama2 suka, willingly doing things for each other bisa dianggap aneh krn ga sesuai ‘project’ mereka yg julid 💔
If you’re miserable with nothing good to say, just keep it to yourself.. you can just continue growing old with all those wrath & unrealistic concept inside your head, becoming the grumpy old person that you always dreamed of 🥀
🇪🇸 Spainish PM on Gaza —
“Ladies and gentlemen, repeat after me, what is happening in Gaza is a genocide”
🇪🇸 Spain to Trump when asked to use their bases to attack Iran —
“Go Fück Yourself” 🔥
Spain teaching the world how to stand for Humanity. Viva España 🫡
A passenger on an Emirates flight shared: In mid-flight they had to turn back... they closed the airspace because of the attacks. Almost arriving, the commander, for safety, returned to Brazil…
One minute you’re almost home, the next you’re turning around because someone decided to close the sky. You stuck somewhere because of this mess or know someone who is? How bad is it where you are?
Bombing Iran in the middle of negotiations.
Genociding Palestinians in Gaza.
Wiping out entire villages in South Lebanon.
Kidnapping the President of Venezuela.
Suffocating Cuba.
And still they dare to lecture the world about “human rights” and “international law.”
Imagine if Iran bombed Washington and killed students in schools, what would you call it? Terrorists
The U.S. and Israel bombed Tehran and killed students in schools. Why do you call it a "pre-emptive strike"?
Bombing a school is a war crime under international humanitarian law
Bombing Iran in the middle of negotiations, while starving Cuba, while genociding Palestinians, while threatening to invade Greenland… the US and Israel are the single greatest threat to humanity and it’s not even close. We are all forced to live in the nightmare they create.
Kreasi anak SD menyulap kertas menjadi bangun ruang, tugas Matematika sekaligus menjadi karya seni.
📹 : @/diana.indrawati2 via Instagram
Pelajaran Matematika sering dianggap berat, namun belajar bangun ruang untuk mengenal bentuk kubus, balok, kerucut, dan tabung ternyata juga bisa seru seperti ini.
Siapa nih Kawan GNFI yang dulu paling jago buat bangun ruang kayak gini? Absen di kolom komentar, yuk!
As casual and unserious it may sound, when I say “sehat2 ya” to the people around me, I really really do wish you to be healthy. You’re that important to me.
Tanah yang akan dibangun adalah milik warga Palestina, apakah "pembebasan lahan" bisa dilakukan se-adil mungkin, dan apakah warga Palestina bisa menolaknya? Kita melihat ladang pembantaian yang "disulap" menjadi proyek bancakan oleh mereka yang berkuasa dan punya banyak uang, dan ingat, ada andil bangsa kita, Indonesia, di proyek yang mungkin akan mengubah tatanan sosial masyarakat, ekonomi, dan politik Palestina secara cukup drastis, jelas dampaknya signifikan.