sebenarnya, pada sebuah momen orang yang kelihatan paling tenang justru yang paling butuh diselamatkan.
mereka gak teriak, gak minta-minta bantuin, tetap senyum, tetap jawab ‘nggak apa-apa’ tiap ditanya, tetap baik dan respon penuh ceria.
meraka selalu tetap datang, tetap dengerin cerita orang lain, sambil diam-diam nahan luka yang ga keliatan di belakang.
orang begini mau cerita pun orang tak percaya. mau cari orang yang mau jadi tempat cerita sungkan merepotkan.
neraka mereka adalah tetap senyum, tapi hatinya penuh luka, duka, dan kelelahan tak berujung
biasanya mereka udah terlalu biasa jadi tempat sandaran, sampai lupa caranya bersandar. bahkan kena ilusi mungkin hidupnya untuk orang lain terus.
jadi kamu lihat seseorang yang keliatan kuat terus, jangan lupa tanya, “kamu gimana?” bisa jadi, itu satu-satunya pertolongan yang bisa dia dapatkan hari ini.
atau kalau bisa peluk, coba peluk saja
karena yang lain tak banyak tahu kalau sebenarnya dia ga baik-baik saja.
Ketakutan perempuan untuk menikah:
"Gimana kalau dia ga bela aku di depan keluarganya?"
"Gimana kalau dia mikir tugas suami cuma cari uang aja?"
"Gimana kalau dia marah suka ngebentak dan teriak-teriak?"
"Gimana kalau dia pelit, perhitungan dan suka ngungkit apa yang dia kasih?"
Tidak mau memaafkan, tidak mau berhubungan, tidak mau tau apa pun tentang orang itu lagi is normal, people.
Like, you don’t forgive, you don’t forget, and they never existed in your life.
woi tapi anak laki lebih mudah diterima di keluarga cewe dibanding anak cewe di keluarga laki…
tolong tips buat cewe yg mw caper ke calon mertua selain nyuci piring di rumah orang dong 🙏🏻
Aku akhirnya ketemu dengan “calon korban,” sebut saja Joko. Begini percakapanku dengan mas Joko.
Me: “Ini nanti transaksinya sama ya, mas. Kalo duit belum saya terima, barang ga akan saya lepas.”
(Aku bermain defensif sejak awal, biar mas Joko ga salah paham. Sekaligus biar aku ga terkesan menuduh kalo ternyata dia beneran ipar si penipu. 😀)
Jk: “Lho, sesuai kesepakatan sama ipar sampean, ini nanti aku tf ke rekening iparnya sampean, mas.”
(Mulai deh, siapa yang iparnya siapa ini yang bener. Wkwk.)
Percayalah, luka innerchild akan lebih terasa saat sudah menikah dan punya anak. Sadar atau tidak, yg kena itu pasangan/anak..
Semoga kita akan menyadari dan berdamai dgn innerchild sebelum menikah yaa agar tidak ada korban lainnya🥺
Adekku waktu umur 4 tahun dibukain tabungan bni sama mamiku. Walaupun ga rutin nabung tp alhamdulillah setiap butuh uang utk keperluan sekolahnya ambil dari tabungan itu. Adekku ini udah lulus SMA mau kuliah semoga keterima di univ negeri jalur SNBT biar bayarnya ga mahal2 amat
Mau cerita kalo aku hepi banget habis buka tabungan anak buat babyku yg masih 5 bulan. Mau terus komitmen sama suami biar nanti waktu dia besar tabungan ini bisa bantu di masa sulitnya