Aku lebaran ini mudik ke Lampung, i was amazed it has so many potential, pantai nya pasir putih bersih, ombak nya bagus, nggak ada batu karang, dari Jakarta pun tinggal nyeberang fery / naik pesawat, i hope the govt see this big potential
Buat "Tim yang Oral", please be aware ya. Sekarang "oral s*x" sudah menjadi main factor Kanker Tenggorokkan menggeser Rokok dan Alkohol.
Human papillomavirus (HPV) telah menggantikan tembakau dan alkohol sebagai penyebab utama kanker orofaringeal. Galur spesifik ini, yang paling umum adalah HPV-16, menyerang amandel dan bagian belakang tenggorokan, tempat virus tersebut dapat bertahan dan bereplikasi.
Meskipun tubuh mampu membersihkan sebagian besar infeksi HPV, kasus yang menetap dapat memicu perubahan seluler yang berkembang menjadi keganasan seiring berjalannya waktu.
Saat ini, HPV bertanggung jawab atas sekitar 70% hingga 85% dari semua diagnosis kanker tenggorokan di beberapa negara Barat, yang menandai titik balik kesehatan masyarakat.
Penelitian menunjukkan bahwa risiko tertular kanker ini berkaitan langsung dengan riwayat seksual, karena virus tersebut ditularkan terutama melalui seks oral.
Studi menunjukkan bahwa jumlah pasangan seksual seumur hidup yang lebih banyak berkorelasi dengan risiko infeksi yang lebih besar, dengan pria secara signifikan lebih rentan terhadap HPV oral dibandingkan wanita.
Ahli kesehatan masyarakat menekankan bahwa vaksinasi HPV tetap menjadi tindakan pencegahan yang paling efektif, terutama bila diberikan kepada orang dewasa muda, bersamaan dengan peningkatan kesadaran akan risiko yang terkait dengan penularan oral.
‼️Urgent Help Needed‼️
Urusan BPJS PBI ini betul - betul jadi kendala gak terduga, yang makan waktu, tenaga, dan pikiran kami. Ibarat sudah jatuh, tertimpa tangga. Yang tadinya susah, jadi susah banget 😂
Keluarga Rumah Bulan yang terdampak ada 190 orang. Kami sampai harus menunda banyak sesi pendampingan, karena fokus urusan ini. Itu pun gak semuanya berhasil reaktivasi. Sudah cari solusi, dan jawaban ke mana - mana, tapi gak ada jawaban yang memuaskan. Kayanya semuanya sama sama bingung.
Bolak balik hanya dijelaskan sistem desil baru, yang entah datanya dari mana, dan entah parameternya berdasarkan apa atau siapa.
Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, masih terus bertambah. Kini total korban meninggal menjadi 1.068 jiwa, berdasarkan data terbaru BNPB per Jumat (19/12/2025), pukul 09.30 WIB.
"Jumlah korban meninggal dunia bertambah, dari 1.059 jiwa menjadi 1.068 jiwa," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam jumpa pers virtual di YouTube BNPB, Kamis (18/12).
Abdul merinci penambahan 9 korban yang berasal dari 3 provinsi tersebut. Di antaranya dari Aceh Utara 3 orang, Aceh Timur 2 orang, Tapanuli Selatan (Sumut) 1 orang, Langkat Sumut) 1 orang, Agam (Sumbar) 1 orang, dan Padang Pariaman (Sumbar) 1 orang.
Sementara untuk data orang yang masih dinyatakan hilang berjumlah 190 jiwa. Lalu, 537.185 jiwa masih mengungsi. Muhari bilang saat ini terdapat 27 kabupaten/kota yang masih menetapkan status tanggap darurat bencana.
| Narasi Daily
Satu juta. Angka itu bukan statistik. Itu adalah 1.057.482 tatapan kosong di tenda pengungsian, bau basah dari pakaian yang tak sempat diselamatkan, dan 961 kursi kosong di meja makan yang takkan pernah terisi lagi.
Kau tahu apa yang paling menjijikkan dari data 961 nyawa melayang dan hampir seribu orang hilang ini? Estimasi biaya pemulihan.
BNPB bilang, butuh Rp51,82 triliun untuk memulihkan Aceh, Sumbar, dan Sumut. Bayangkan. Kerugian yang disebabkan oleh kelalaian sistematis pembalakan liar, tata ruang abal-abal, dan penegakan hukum tumpul terhadap korporasi perusak kini harus ditanggung negara. Uang kita.
Pejabat datang, pasang wajah prihatin di depan kamera, bilang "Indonesia Mampu Atasi Musibah". Mereka memastikan APBN cukup (Kata Mensesneg 3 Des 2025). Tentu saja cukup! Anggaran untuk event pencitraan, studi banding, atau food security project yang tiba-tiba muncul, angkanya jauh lebih berani.
Lihat kontrasnya:
Biaya pemulihan: Rp51,82 Triliun.
Bantuan yang diserahkan Menag tahap awal: Rp155 Miliar (fakta, 2 Des 2025) – mayoritas dari donasi Baznas dan lembaga lain, bukan murni kucuran APBN Penuh.
Korban meninggal hampir 1.000 jiwa, tapi Pemerintah Pusat TIDAK MAU menetapkan status Bencana Nasional (fakta, dikritik ekonom karena membatasi ruang fiskal darurat - 1 Des 2025). Kenapa? Karena menetapkan Bencana Nasional berarti pejabat harus kerja, bukan pencitraan. Itu berarti membuka dompet sebesar-besarnya, bukan sekadar mengirim 3-4 pesawat Hercules berisi mi instan.
Sementara anak-anak di pengungsian merindukan satu piring nasi hangat, elite di Jakarta sibuk berdebat: Apakah lebih penting kerja lapangan atau administrasi? (fakta, alasan belum ditetapkan Bencana Nasional - 3 Des 2025).
Jutaan nyawa terancam. Ribuan hilang. Puluhan triliun rupiah ludes karena keserakahan yang dilegalkan. Dan kita, yang kehilangan saudara, hanya bisa melihat mereka beradu argumen di podium.
Kita menabur kemanusiaan, yang kita tuai hanya lip service dan angka kerugian yang membengkak.
🥀 Data Korban Bencana di Aceh, Sumbar, Sumut, hingga 8 Desember 2025 pukul 20.00 WIB 🥀
Total Korban
- 961 orang meninggal dunia
- 293 orang hilang
- 5.000 orang luka-luka
- 1.057.482 pengungsi
Detail Korban per Wilayah Sebagai Berikut
📍 Aceh
- 389 orang meninggal dunia
- 62 orang hilang
- 4.300 orang luka-luka
📍 Sumatera Barat
- 234 orang meninggal dunia
- 95 orang hilang
- 113 orang luka-luka
📍 Sumatera Utara
- 338 orang meninggal dunia
- 136 orang hilang
- 650 orang luka-luka
Data mengutip BNPB pada 8 Desember 2025 pukul 20.00 WIB
Deretan angka ini bukan sekadar statistik. Di balik tiap angkanya ada sosok manusia. Sosok yang dicinta keluarganya sepenuh hati. Sosok yang tak akan pernah terganti. Lukanya abadi 🥀
🚨 TEMAN-TEMAN, MOHON BANTU UP DENGAN RT DAN LIKE 🚨
SAAT INI TANGGUL SUNGAI TANJUNGPURA LANGKAT JEBOL. BANJIR MERENDAM PERMUKIMAN DAN AKSES JALAN LINTAS SUMATERA MEDAN-ACEH.
KALAU BEGINI, JALAN MENUJU TAMIANG DAN ACEH AKAN SULIT KARENA TANJUNGPURA INI BERADA DI TENGAH.
Ivan, petugas BPBD Kabupaten Aceh Tamiang, tak mampu menahan tangis saat menceritakan situasi pasca bencana banjir yang menerjang Aceh.
Dengan suara lirih, ia menuturkan ada sekitar 30 jenazah yang terlantar akibat putusnya akses jalan menuju wilayah tersebut.
"Kami sudah 4-5 hari putus akses komunikasi, BBM, semuanya, anak bayi kami, lansia kami, jenazah kami sudah tidak bisa diangkut," katanya menggambarkan situasi di sana.
Para petugas dan warga yang selamat sampai saat ini masih terisolasi dan ia hanya bisa berharap bantuan segera datang sebelum keadaan semakin memburuk.
Hingga Selasa (2/12) malam, BNPB melaporkan lonjakan jumlah korban dalam bencana banjir di Sumatera Utara, Aceh dan Sumatera Barat. Data terbaru, 712 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 507 orang masih hilang.
| Narasi Daily
Bom Bali 2002 kejadian 12 Oktober, Megawati datang ke lokasi 13 Oktober.
Tsunami Aceh 2004 kejadian 26 Desember, SBY berangkat ke lokasi 27 Desember sampai kurleb 2 harian.
Tsunami Palu 2018 kejadian 28 September, Jokowi sampe lokasi 30 September.
Banjir Sumatera 2025 mulai 21 November, mulai tersebar kabar ke luar 27 November, Presiden Prabowo berangkat 1 Desember.
Cuma ngasih tau fakta.