Naik lagi nih di Hari Kartini, nambah up podcast lain pula. Di Tribun Solo tutup komen ya min @tribunnews@video_tribunid
Permohonan maaf belum, lalu dengan entengnya naikin ulang. Emang gak penting ya perjuangan korban? Semakin diperlihatkan ada relasi kuasa yang jelas banget
Terkait kasus rame2 d grup wa.
Hikmah yang diambil, tolong Biasakan jangan bercandaan mesum, karena bercandaan tersebut akan menjadi kebiasaan yg dibawa terus menerus sampe dewasa.
Kalo ngacengan itu dikontrol.
Bukan ngacengan sak nggon2.
Otak kok isine kenta kentu
Ilmu menarik ini. Mau nambahin… Pernah gak, banyak hal positif kamu alami, tapi kamu lebih fokusnya ke negatif, yg lebih kamu inget yg negatif?
Kenapa ya kita lebih inget yg negatif daripada positif?
Ternyata ini disebut negativity bias. Manusia emang cenderung lebih ingat hal negatif daripada positif.
Maksudnya gimana? Yuk kita bahas.
Studi lintas negara oleh Soroka et al. (2019) menemukan bahwa manusia secara fisiologis lebih reaktif terhadap berita negatif dibandingkan berita positif.
Atau istilahnya: “Bad is stronger than good.”
Ini sejalan sama temuan bahwa bagian otak yang jadi pusat emosi, yaitu amigdala, lebih reaktif terhadap ancaman dibanding kabar menyenangkan.
Kalo dari sisi evolusi, itu karena mengenali ancaman lebih meningkatkan peluang bertahan hidup.
Dulu itu berguna untuk menghindari hewan buas, kini juga bereaksi terhadap email kantor, komentar online, atau ekspresi muka orang lain.
Jadi, kenapa kita lebih inget yang negatif?
Karena memang default sistemnya gitu.
Maka bukan lalu kita mesti berusaha melawan ingatan negatif. Melainkan menyadarinya: Memang begitulah pikiran.
Dengan kesadaran itu, kita mulai punya jarak dengan pikiran. Sehingga kita nggak tenggelam dalam ingatan negatif itu. Akibatnya, ada ruang buat menyadari hal yang positif.
Bukan berusaha ngilangin yang negatif, tapi sadar… hidup ini selalu tersusun bukan cuma negatif, tapi juga ada positifnya, hanya saja sering kita lupakan.
Referensi: Soroka, S., Fournier, P., & Nir, L. (2019). Cross-National Evidence of a Negativity Bias in Psychophysiological Reactions to News. PNAS.
Mungkin di depan semua keliatan baik-baik aja,
sampai kita tahu cerita aslinya.
Sampai kita tahu, ternyata banyak yang lagi berjuang diam-diam.
Sampai kita benar-benar tahu, teman kita sehat dan bahagia.
Gramedia Pustaka Utama mengutuk dan menyatakan keprihatinan mendalam atas terjadinya dugaan kekerasan seksual yang melibatkan Panji Sukma, penulis yang menerbitkan karyanya di Gramedia Pustaka Utama.
Pesan Layanan Masyarakat:
BERHENTI KASIH RUANG KE PELAKU KS. Di sirkel, di komunitas, di organisasi, di tongkrongan, di panggung, DI MANAPUN.
Nggak punya teman itu rasanya sepi, tapi kalau karena itu jadi bela-belain tetap berteman dengan pelaku KS, maka kalian adalah enablers.
untuk teman-teman X yang merasa kesulitan membaca kronologiku karena sangat panjang, tribun solo membantuku membuat versi visualnya. aku sungguh telah menempuh segala cara agar PS bisa dihukum. aku mohon, bantu aku. https://t.co/hjcgVHyMPc
TW: ABUSIVE RELATIONSHIP, SH, RAPE AND SABOTAGE TO MENTAL HEALTH ACCESS (Kronologi Peristiwa Kekerasan Seksual Berbasis Relasi Kuasa dan Manipulasi Psikologis)
- thread memuat dokumen visual dan peristiwa di atas yang dapat memicu, prioritaskan keselamatan sebelum lanjut membaca
Media sosial, bikin kita tau berbagai hal yang sebenarnya nggak penting buat kita tau, sampe kita menumpahkan banyak energi buat ngurusin & ngributin itu, hingga kita nggak punya energi buat tau berbagai hal yang sebenarnya penting buat kita tau. Bijaklah bermedia sosial.