Tuhan
Maafkan aku
Aku adalah pelupa perihal nikmatmu
Aku adalah candu perihal dosa
Aku adalah pemalas perihal ibadah
Bodoh, bodohlah aku
Sebab, bahkan ketika doa baikku terwujud
Aku lupa untuk kembali bersujud
Ajari aku bersyukur Tuhan!
@PelangiPuisi
Selain hujan, rindu lebih membuatku gigil, sebab gagal menghadirkan pelukmu, hangat dihilangkan jarak, sedangkan senyummu yang seharusnya purnama, nampak seperti gerhana, temaram kelam di setiap sudut malam.
~@ra_fiktif
Selain hujan, rindu lebih membuatku gigil, sebab gagal menghadirkan pelukmu, hangat dihilangkan jarak, sedangkan senyummu yang seharusnya purnama, nampak seperti gerhana, temaram kelam disetiap sudut malam.
@PelangiPuisi
Sayang, kita hebat karena nyamuk tak pernah mendengar perdebatan kita, kita hebat karena cicak-cicak di dinding tak pernah melihat pertikaian kita, kita hebat karena tak ada yang lebih rendah dan tinggi, setara dan sama, dan satu-satunya. ~Kita.
@PelangiPuisi
Bisik lirih bibirmu menyentuh telinga, tak nyaring namun merasuk jiwa, menjadi suara paling merdu, yang hanya terdengar aku dan kamu, dalam pesta tanpa gemerlap lampu, sebab menurutmu, jika gelap lebih syahdu.
~@ra_fiktif
Bisik lirih bibirmu menyentuh telinga, tak nyaring namun merasuk jiwa, menjadi suara paling merdu, yang hanya terdengar aku dan kamu, dalam pesta tanpa gemerlap lampu, sebab menurutmu, jika gelap lebih syahdu.
@PelangiPuisi
Imajinasiku mendarat di senyummu, tersesat dalam surga tanpa pintu, tanpa penghuni, menutup mata meraba sutra tanpa busana, tenggelam, membuka mata dan memejam.
~@ra_fiktif
Imajinasiku mendarat di senyummu, tersesat dalam surga tanpa pintu, tanpa penghuni, menutup mata meraba sutra tanpa busana, tenggelam, membuka mata dan memejam.
@PelangiPuisi
Lidah belati menyulut api
Marah tak bisa dibayar murah
Kehancuran dimulai saat pajak naik tinggi
Demokrasi dikebiri
Kesusahan dijogeti
Rugi, bangsa yang rugi
Hancur negeri sendiri
Menangis Ibu Pertiwi.
~@ra_fiktif
Lidah belati menyulut api
Marah tak bisa dibayar murah
Kehancuran di mulai saat pajak naik tinggi
Demokrasi dikebiri
Kesusahan dijogeti
Rugi, bangsa yang rugi
Hancur negeri sendiri
Menangis ibu Pertiwi.
@PelangiPuisi
Institusi payung hukum menghujani peluru
Perlindungan tempat perundungan
Diam tertindas, bersuara terlindas
Lantas, siapa lagi wakil keadilan di bumi?
Kemerdekaan memang harus bertaruh nyawa
Tapi bukankah kita sudah merdeka?
~@ra_fiktif
Dewa mencemari langit
Bumi teriak gelap
Dewa menyangkal dangkal
Sumber cahaya direnggut kartel
Kongkalikong dewan-dewan kongkow
Perwakilan bumi gaji naik tinggi
Institusi payung hukum menghujani peluru
Perlindungan tempat perundungan
Diam tertindas, bersuara terlindas
Lantas, siapa lagi wakil keadilan di bumi?
Kemerdekaan memang harus bertaruh nyawa
Tapi bukankah kita sudah merdeka?
@PelangiPuisi
@PelangiPuisi Sudah makan?
Sedang apa dan dimana?
Lalu terbiasa dengan percakapan
Hingga tak terbayang
Tiba-tiba saja saling panggil "sayang"
Lalu setiap ketemu malamnya rindu
Dan setiap tidurku, definisi mimpi indahnya adalah kamu.
Lalu hari berikutnya aku tanya kabar
Basa-basi dengan hati gemetar
Dan aku tidak baik-baik saja
Sebab saat kau membalas pesanku, mungkin kau juga membalas perasaanku.
~@ra_fiktif