Sejujurnya, aku pengen nangis banget. Brengsek banget kita sampe harus seberdarah darah begini karena pemerintahnya sama sekali gaberpihak pada rakyat, gaada oposisi, aparatnya kaparat. Beneran stress.
Jadi sebenere boleh kritik government ga ini?
Soale tiap kritik dicounter, seolah2 yg kritik tu “ga nasionalis” bahkan dijawab “nyenyenyenye”
Ditanya “trus solusimu apa!”
Banyak juga yg udah kasi solusi. Ttp aja dibales dengan narasi offensive.
Bayangin rakyat cari kerja harus ngelewatin psikotes, online assessment, interview HR, FGD, interview user, sampe direksi. Sementara yang jadi presiden ngitung 10 + 6 = 17 ☺️😇
Buat pemerintah
Jgn lupa jg mikirin middle-class
Di kondisi skrg, kelompok yg pling terdampak justru kelas menengah:
>Terekspos pelemahan nilai tukar
>Nanggung bunga pinjaman yg lebih tinggi
>Menghadapi kenaikan harga Pertamax
Kelas bawah eksposurenya ga terlalu besar + masih dpt perlindungan
Kelas atas punya bantalan aset.
Di tiap krisis, kelas menengah sering harus nanggung adjustment paling besar dan justru paling sering terlupakan
Kita berhutang pada Affan Kurniawan, 135 korban tragedi Kanjuruhan, orang2 yang mengalami kekerasan dan kriminalisasi korp coklat
Hutang itu seharusnya bisa dibayar dengan merevolusi institusi Polri sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya
Tapi apa yg dilakukan negara?
Buka portal berita sana, berita buruk.
Buka portal berita sini, berita konyol.
Buka portal berita satunya, berita buruk.
Buka portal berita lainnya, berita konyol.
Gitu terus tiap hari...
@tempodotco Jujur gua ga empati, ketika dana pendidikan di ambil ga ada yg protes?
Ketika anak" keracunan ga ada yg bela?
Skrng mereka teriak" ah sudahlah