“Trus solusimu apa?”
Ya solusinya cuma bisa kontrol keuangan masing2 sambil berharap ke government soal kebijakan fiskalnya.
Yg finansial terbatas dan menengah yg apes.
Mau ga mau harus ngirit, dan substitusi barang fungsi sama tapi lebih murah
Mau nambah job juga susah di era gini.
Michael Jackson’s drummer, Jonathan Moffett, performs “Smooth Criminal,”
MJ once said: “My bass player makes a mistake, my guitar player makes a mistake, I make mistakes sometimes, but Sugarfoot never makes a mistake.”
EMPAT ULAMA YANG BERGELAR
SYAIKHUL ISLAM
Syekh Ibn Hajar Al-'Asqalani
Syekh Ibn Hajar Al-'Asqalani (1372-1449 M) adalah ulama Islam Sunni terkemuka dari Mesir, ahli hadis, sejarah, dan hukum Islam (Mazhab Syafi'i) yang dikenal sebagai "Amirul Mukminin dalam Ilmu Hadis"
Gus Ulil cerita kisah perampok yang mencegat Al Ghazali dan meminta seluruh harta bendanya, termasuk buku hasil belajarnya bertahun-tahun.
Tidak disangka pertemuan dengan perampok ini mengubah perspektif Al Ghazali tentang ilmu.
#GusUlil#AlGhazali#Ilmu#IhyaUlumuddin
Gus Baha sering bilang:
"Saya ini..."
"Saya itu..."
"Saya blablaba.."
Adalah sesuai prinsipnya: orang kalau paham dan expert, sebaiknya mengaku. Biar orang-orang tidak salah meminta rujukan.
"Saya hafal Majmu."
Itu untuk ngasih tahu orang bahwa dia paham pokok fikih beserta cabang-cabangnya. Jadi, jika ada pertanyaan detail, dia memberikan deklarasi bahwa penjelasannya otoritatif.
Lima tahun sebelum Kanjeng Nabi Muhammad diangkat menjadi Nabi, orang Quraisy merobohkan Kakbah dan membangunnya ulang.
Yang merancang struktur baru: seorang tukang Romawi bernama Baqum. Ia adalah korban kapal karam di pelabuhan Syu'aybah.
Pemicunya dua. Seorang perempuan membakar dupa di dekat Kakbah, percikan apinya menyambar kiswah, lalu temboknya yang rapuh ikut melemah.
Kemudian, sekelompok pemuda membongkar sumur di rongga Kakbah dan mencuri harta simpanannya.
Di saat yang sama, sebuah kapal Romawi karam di Syu'aybah, pelabuhan Mekkah sebelum Jeddah. Orang Quraisy mengangkut kayunya ke Mekkah, beserta seorang tukang di dalamnya.
Tukang kayu itulah yang bernama Baqum.
Bagi yang belum tahu, najjar sekaligus banna' artinya tukang kayu sekaligus tukang batu.
Al-Azraqi mencatat di Akhbar Makka (ed. Ali Omar, hlm. 124):
ثُمَّ إِنَّ سَفِينَةً لِلرُّومِ أَقْبَلَتْ... فَأَخَذُوا خَشَبَهَا وَرُومِيًّا كَانَ فِيهَا يُقَالُ لَهُ: بَاقُومُ، نَجَّارًا بَنَّاءً
"Sebuah kapal Romawi datang... Mereka mengambil kayunya dan seorang Romawi di dalamnya bernama Baqum, tukang kayu sekaligus tukang bangunan."
Hasil rancangan Baqum: tinggi Kakbah dinaikkan jadi 18 hasta, dari sebelumnya setinggi sembilan hasta. Pintu diangkat ke atas permukaan tanah, atapnya rata, dan ada enam tiang dalam dua barisan di dalam ruangan (Akhbar Makka, hlm. 130)
Strukturnya bertahan 88 tahun, dan baru dibongkar Ibn al-Zubayr setelah Kakbah terbakar pada 64 H.
Jadi, sepanjang masa kenabian Nabi Muhammad, sampai 53 tahun setelah wafatnya, ternyata Kakbah yang berdiri di Mekkah adalah rancangan seorang tukang Romawi yang nyasar ke sana karena kapalnya karam.
@Stakof@dliyaulhaqqii Dua orang keren bertemu dalam diskusi keren. Kami, pembaca, disuguhi Ilmu keren dengan biaya sangat murah (Kuota).
Terimakasih, yik
Halo.
Beragama memang sulit. Bahkan ketika saya jelaskan, masih banyak yang bilang "sah-tidaknya tergantung Allah".
Jelas ini keliru.
Sah-tidaknya salat itu tergantung fikih. Diterima-atau tidak, urusan Allah.
Saya memulai utas dengan kondisi:
- jika ada musala,
- jika bisa bersuci,
- jika bisa melakukan rukun fi'li (rukuk, sujud, dan menghadap kiblat) secara sempurna, maka...
...jika semua hal ini bisa dikerjakan, salat di kursi jelas tidak sah.
Bagaimana dengan salat di kursi diperbolehkan?
Utas kedua dan ketiga sudah saya cantumkan di replies.
Penting: ini bersifat berurutan, bukan langsung meloncat ke praktik termudahnya.
Namun utas pertama terlalu judgmental, saya akui. Tapi setidaknya saya sudah mencantumkan kondisi.
Saya mengunggah teks di bawah ini saya ke media sosial lain, yaitu Facebook dan Threads.
Banyak orang setuju. Tapi ada beberapa orang mengomentari:
"Anda terlalu memandang rendang TNI."
Saya jawab:
"Anda terlalu memandang tinggi TNI."
😅
Dalam sebuah kunjungan kenegaraan ke Singapura, Soeharto menjumpai sang pemimpin Singapura, Lee Kuan Yew.
Soeharto pun mendadak bertanya, kenapa Singapura bisa jauh lebih maju dari Indonesia, padahal luas wilayahnya sangat kecil.
Maka Lee Kuan Yew pun memanggil perdana menterinya, Goh Chok Tong, lalu ia bertanya: "Tuan Goh, siapa itu anaknya bapakmu, anaknya ibumu, tapi bukan saudaramu?" Goh lalu tersenyum, dan menjawab: "Tentu saja saya sendiri.".
Setelah puas mendapat jawaban dari Goh Chok Tong, Lee pun kemudian berpaling pada Soeharto dan menjawab pertanyaan yang tadi diajukan olehnya: "Kami bisa maju karena kami memilih orang-orang pintar jadi pengelola negara."
Soeharto pun pulang ke Jakarta. Ia teringat pada percakapannya dengan Lee Kuan Yew, dan menjadi penasaran: apakah ia telah memilih orang pintar jadi pengelola negara. Maka Soeharto pun memanggil menteri setia-nya, Harmoko.
"Pak Harmoko! ada yang ingin saya tanyaken pada anda.". "Monggo pak Presiden!" tukas Harmoko. "Siapakah anak daripada bapakmu, anak daripada ibumu, tapi ia bukan saudara daripada kamu." Harmoko cepat menjawab, "Mohon petunjuk untuk tindak lanjutnya, Pak"
Soeharto agak kesal, tapi ia masih menyimpan harapan. "Coba Pak Harmoko mencari jawabannya ke menteri-menteri lain." Maka Harmoko pun undur diri. Setelah tak memperoleh jawaban dari Soedharmono, Akbar Tanjung, dll; akhirnya Harmoko menemui Habibie. Habibie tertawa saja. "Pak Harmoko, jawabannya adalah saya sendiri!"
Harmoko langsung cerah. Tak lama ia mohon menghadap Presiden Soeharto.Soeharto menyambut dengan senyum permanennya. "Sudah ada jawaban, Pak Harmoko?" Harmoko tak sabar menjawab dengan ceria, "Sesudah saya gali informasi dari berbagai pihak, ternyata jawabannya adalah: Pak Habibie!"
Soeharto mengernyitkan kening. Tapi ia tak ingin mengecewakan bawahannya yang setia itu. "Bagus!. Itu merupaken upaya yang baik. Jawabannya juga sebenarnya mendekati benar. Tapi sayang memang belum 100% benar. Harmoko agak kecewa. "Jadi jawabannya apa, Bapak Presiden?" "Adapun jawabannya," pungkas Soeharto, "Adalah Goh Chok Tong"
sumber: thread eddiesut
Ada yang jamaah ke masjid dengan membawa sajadah sendiri? Sajadah apa saja.
Seperti sajadah Persia, sajadah lipat dengan kompas kiblat tertanam, sajadah Turki dengan sulaman emas, atau juga sajadah polos minimalis yang dilipat rapi di tas khusus saat tidak dipakai.
Jadi, tiap orang membawa “lantainya” sendiri.
Pernah? Seberapa sering? Ataukah jarang?
Jika pernah, lanjutkan saja. Jika jarang, coba terapkan mulai sekarang.
Kenapa?
Karena ada penelitian tahun 2019 (dan ternyata tahun 2017 juga ada penelitian yang sama), dimana sekelompok peneliti di Riyadh memeriksa karpet seratus masjid di lima wilayah kota itu.
Hasilnya: 94 persen sampel mengandung berbagai bakteri.
Mayoritas adalah flora kulit normal yang relatif jinak, tapi terselip pula MRSA (menurut Grok: sejenis Staphylococcus yang kebal terhadap antibiotik standar) dan Shigella (penyebab disentri), meskipun dalam frekuensi rendah.
Salah satu rekomendasi praktis yang muncul dari kajian ini, yang juga muncul di studi serupa di Libya dan Turki, adalah: penggunaan sajadah pribadi.
Di samping itu, salat dengan sajadah pribadi itu sah secara fiqih, masuk akal secara higienis, dan tidak melanggar syariat apapun.
Sepertinya di Indonesia perlu ada kajian semacam ini. Siapa tahu bisa jadi dasar “kebersihan masjid” yang tidak hanya mencuci karpetnya setiap mau Ramadan saja.
Hhe~