“Mengkritik harus santun” tuh akal akalan penguasa didikte seolah kalau gak santun gak valid isinya, digeser ke tatakrama, jadi gak fokus ke kritiknya.
Lagian ya ngapain santun sama orang brengsek dan jahat.
Lu disuruh santun supaya gak menganggu stabilitas supaya bisa mereka cuekin karena gak menganggu.
Pertamina kan tejerat utang tuh, siapa yang nombok utang 10,5 miliar dolar itu? 😇
Utang $10,5 miliar di tahun 1975 itu setara dengan sekitar 30% dari total PDB Indonesia saat itu.
Yahhh bayangin aja, ada satu BUMN yang total utangnya sepertiga dari total kue ekonomi satu negara. Karena Pertamina berstatus too big to fail, siapa yang nge-bailout? Pemerintah lewat APBN.
DARI DULU EMANG DUIT PAJAK KITA GAK KEMANA-MANA, JARANG DISALURKAN KE HAL YANG BERMANFAAT.
Sekarang kita ber andai-andai yuk
Seandainya tahun 1974 duit $4,2 miliar itu masuk ke Dana Abadi dan diproduktifkan buat industrialisasi
Pas Krismon 1998, Indonesia punya shield. Kita nggak perlu sampai sujud-sujud tanda tangan LoI ngemis ke IMF yang ujung-ujungnya bikin aset-aset strategis negara dijual murah meriah ke asing.
Rupiah kemungkinan besar nggak bakal pernah terjun bebas dari Rp2.500 langsung ke Rp15.000.
Problem sandwich generation dan susah cari kerja hari ini nggak akan se-brutal sekarang, karena pondasi industri manufaktur kita udah matang dari era 90-an bukan industri rapuh yang gampang minggat pindah ke Vietnam kayak sekarang.
Kita pernah dikasih anugerah sama Tuhan buat langsung skip fase negara berkembang, tapi anugerah-nya malah dipakai buat hal kunyuk.
Bocoran Bloomberg soal lingkaran Prabowo:
- Akar masalahnya bukan kebijakan tapi cara Prabowo dan orang-orang dekatnya ambil keputusan, asal-asalan
- Penasihatnya berebut pengaruh sendiri-sendiri, kasih saran yang malah saling bertentangan dan dangkal
- Prabowo digambarkan impulsif main tembak keputusan tanpa mau pusingin detail
- Kalau dikritik, jawabannya cuma: "Aku bukan begok" bahkan ke keluarganya sendiri
- Benci rapat panjang, benci debat kebijakan udah dia akuin sendiri di depan umum
- Hasilnya kebijakan jadi serampangan, komunikasi berantakan, pasar ikut goyang
- Selama gaya kerja di puncak ini enggak berubah, jangan harap ada perbaikan beneran mau reshuffle menteri berkali-kali pun sama aja
- Contoh nyata: aturan ekspor batu bara berubah-ubah kayak anak kecil ganti baju diumumkan, ditarik, diumumkan lagi, akhirnya enggak jalan juga karena emang enggak masuk akal secara bisnis
SEPAHIT dan Sejelek- jeleknya REZIM ini , Mustahil Untuk Mengalahkannya.
Semua Ini Sudah Dikuasai Oleh
KARTEL POLITIK Yang HE*AT Hingga 2029
Tidak Akan Berganti Rezim.
Jalan Satu²nya Yang Mengalahkan Hanyalah
Campur Tangan Yang Maha Kuasa.
Ribuan SPPG berhasil dibangun di Jawa Barat, dan mendapatkan predikat sebagai wilayah terbesar di Indonesia dengan SPPG terbanyak.
Tapi disaat yang sama ribuan guru & tenaga kependidikan kami, banyak yang belum digaji.
Ini suatu ironi, karena guru & tenaga kependidikan membagikan MBG disaat mereka sendiri benar benar dalam kondisi kelaparan. Karena 2 bulan tanpa upah.
“Libraries gave us power.”
30 years ago today, the Manics released ‘A Design For Life’.
A song that changed everything. The first chapter after the darkest of times, and a statement of intent that still resonates three decades on.
Swipe through moments from the iconic video.
Indonesia is on track to become the world champion of tropical deforestation. Under the Prabowo administration, over 433,000 hectares were cleared in 2025, nearly double the previous year. Driven by mining and palm oil, the loss equals six times the size of Singapore.
Sadarkah kalian kalau program MBG ini dampaknya 3 kali lebih besar sehingga hidup rakyat kelas bawah semakin susah?
1. Rp335 triliun pertahun dari uang pajak kita dipakai untuk program ini.
Akibatnya?
Pos penting lain kekurangan dana.
Alokasi untuk membangun jalan, perbaikan sekolah, rumah sakit, menaikkan gaji guru, dan lain-lain yang seharusnya prioritas menjadi terkesampingkan.
2. Dari data yang ada, MBG menjadi kontribusi penyebabnya defisit anggaran, utang negara tambah banyak, bunga utang membengkak, dan ruang fiskal negara menyempit.
Akibatnya?
Negara nggak punya "cadangan" lagi buat bantu rakyat karena fokus untuk menutupi defisit.
3. Kebijakan terpaksa harus diambil untuk menutup defisit anggaran, seperti: menaikkan PPN, memotong subsidi BBM/listrik, mengurangi bansos lain.
Akibatnya?
Harga bahan pokok semakin mahal. Beras, minyak goreng, bensin naik, tagihan listrik melonjak, daya beli rakyat biasa langsung semakin tertekan.
Baru jalan 1 tahun saja dampaknya sudah sangat terasa bagi masyarakat kelas bawah, bayangkan bagaimana 3-4 tahun ke depan.
Sudah saatnya pemerintah meninjau ulang MBG supaya benar-benar hemat dan bermanfaat sehingga tidak semakin membebani masyarakat kelas bawah.
Beberapa hari lalu saya melihat postingan IG @studisejarah ada foto Bung Karno sedang menari dengan seorang perempuan di Istana Cipanas tahun 1963 Saya perhatikan fotonya baik-baik, ada wajah yang raut mukanya saya kenal. Siapakah penari itu?
Hapuskan Pensiun Seumur Hidup Anggota DPR, Demi Keadilan dan Efisiensi Anggaran Negara - Tandatangani Petisi! https://t.co/ZupejU1blw via @ChangeOrg_ID