🇮🇩 Pajak buku di Indonesia : 12%
🇲🇾 Pajak buku di Malaysia : 0%
🇬🇧 Pajak buku di Inggris : 0%
🇮🇳 Pajak buku di India : 0%
Di mana bumi dipijak, di situ rakyat dipalak 🙏🏻
🚨 Paul Pogba on Cristiano Ronaldo during his darkest period :
“When the suspension news came out, my phone was full for two days… then suddenly, silence. People I thought were brothers disappeared. Agents stopped calling. Friends became busy. Football can make you feel loved… but it can also show you who’s real.”
“But one name I didn’t expect to hear from was Cristiano.”
“He didn’t call me to talk about football, training, or headlines. He asked me one thing… ‘How is your family? Are you okay mentally?’ That hit me differently.”
“A few days later he told me, ‘If you need anything anything for your family, your recovery, your life call me. Pride should never stop you from accepting help.’”
“At that moment, I wasn’t talking to Cristiano Ronaldo the superstar… I was talking to a man who understood pain, pressure, and loneliness.”
“I’ve played with champions before… but in hard times, you discover who the real ones are.”
Iya iya percaya kita. Rakyat kan bodoh semua, yang pinter kalian aja 🙏
Andrie Yunus disiram karena motif pribadi. Affan dilindas tidak sengaja. Gas air mata di Kanjuruhan ketiup angin. BGN pengadaannya buat gizi murid Indonesia. Kabinet sekarang efisiensi.
Kalau kata Michael Foucault ini namanya regime of truth. Bahwa kekuasaan bisa mendefinisikan realitas sesuai yang mereka inginkan
Rakyat diminta berhemat. Tapi pejabatnya hedon dan buang buang anggaran.
Bukan ini implementasi kebijakan yang benar! Jangan tebang pilih penegakan hukum!
Lawan politik diadili dengan alasan kerugian negara. Badan Gizi Nasional terang-terangan melakukan pemborosan depan mata justru didiamkan. Adili segera!
Guys, Mahfud MD baru ngomong sesuatu yang bikin gua tidak bisa langsung lanjut scrolling begitu saja.
Di podcast terbarunya dia bahas anggaran MBG
yang sudah lama jadi bahan omongan tapi baru benar-benar diekspos dengan data yang konkret.
Dan yang bikin gua berhenti adalah satu detail kecil yang justru paling menggambarkan betapa bermasalahnya tata kelola program ini.
Kaos kaki.
Rp100.000 per pasang.
Untuk 17.000 pasang.
Total 6,9 miliar rupiah.
Mahfud sampai angkat kaos kakinya sendiri
di depan kamera dan
bilang kaos kaki yang dia pakai itu
Rp100.000 dapat tiga pasang dibeli online.
Dan untuk anggaran MBG satu pasang
kaos kaki dihargai Rp100.000.
Untuk program makan siang anak-anak.
Kaos kaki.
Tapi ini bukan hanya soal kaos kaki yang overpriced. Ini adalah simptom dari sistem
yang jauh lebih bermasalah.
Mahfud ceritakan data dari survei Policy Research Center yang melibatkan 1.168 responden semuanya penerima langsung MBG. Hasilnya sangat mengejutkan.
88 persen mengatakan program ini lebih banyak dinikmati oleh politisi dan pengelola dapur daripada anak-anak penerimanya.
87 persen mengatakan MBG rawan korupsi.
79 persen mengatakan kualitas makanan sengaja diturunkan untuk mengambil keuntungan.
Dan yang paling menohok dari semua pihak yang diuntungkan, anak-anak dan keluarga yang seharusnya jadi penerima manfaat utama hanya dapat 6,5 persen.
Sementara elit dan pejabat publik dapat 44,5 persen
dan pengelola dapur SPPG dapat 44 persen.
Program yang katanya untuk anak-anak hanya 6,5 persen manfaatnya yang benar-benar sampai ke anak-anak.
Mahfud juga cerita pengalamannya sendiri keliling daerah.
Di NTB dia ketemu orang yang sudah punya dapur MBG dan penghasilannya per bulan sudah ratusan juta.
Sudah jadi bahan candaan di kalangan tertentu
eh kamu udah punya dapur belum?
Dan yang punya dapur itu bukan orang sembarangan. Itu aktivis,
orang-orang yang punya koneksi politik,
yang punya akses ke jaringan yang tepat.
Tapi yang menurut gua paling penting dari semua yang Mahfud katakan adalah satu pertanyaan yang dia lempar dengan sangat jelas.
Prabowo sudah keras-keras ancam koruptor. Programnya bagus.
Niatnya bagus.
Tapi yang di bawah tidak menjalankan dengan benar,
laporannya tidak akurat,
dan tidak ada satupun aparat hukum
yang memeriksa kebocoran ini secara serius.
KPK diam.
Kejaksaan diam.
Kepolisian diam.
Padahal kasusnya ada di mana-mana.
Mahfud bilang sesuatu yang sangat tepat
kalau pemerintahan berganti suatu saat nanti
besar kemungkinan semua masalah hukum dari program ini akan terbongkar sekaligus.
Karena sejarahnya selalu begitu.
Yang sekarang aman-aman saja
rezim berganti
semuanya dibuka.
Lebih baik dari sekarang ditata dengan benar.
Lebih baik dari sekarang ada yang berani periksa. Karena semakin lama dibiarkan semakin dalam masalahnya.
MBG itu programnya benar dan rakyat yang benar-benar kekurangan memang senang mendapatkannya. Tidak ada yang menyangkal itu.
Tapi antara niat baik di atas dan eksekusi di lapangan ada jurang yang sangat lebar yang diisi oleh kepentingan politik,
jaringan rente,
dan kebocoran yang sistematis.
Dan selama tidak ada yang mau memeriksa dengan serius uang pajak kita terus mengalir ke kaos kaki seharga Rp100.000 per pasang dan dapur-dapur yang pemiliknya sudah bisa mentraktir orang makan malam mewah setiap bulannya.
Guys, lu pada tau gak?
Ketua BGN baru aja klarifikasi soal anggaran makan gratis,
tapi jujur ya,
denger penjelasannya
malah bikin gue makin pengen nanya:
Ini Mau Ngasih Makan Anak Sekolah
Atau Mau Buka Toko Elektronik?
Gue beneran gagal paham sama logikanya.
Dia bilang datanya meluruskan tapi buat gue ini mah malah makin bengkok.
Nih, kita pretelin satu-satu biar lu tau yang dia bilang:
1. Laptop 5.000 Unit:
Klarifikasi Dia:
Bukan 32.000 unit kok,
cuma 5.000 unit doang di tahun 2025.
Logika: Woy, Pak! 5.000 unit itu kalau satu laptop harganya 10 juta (standar kantor),
totalnya 50 miliar
Itu baru urusan administrasi doang.
Pertanyaannya:
Ini Badan Gizi atau Call Center?
Emang anak-anak di pelosok kalau laper mau disuapin motherboard?
2. Alat Masak 245 Miliar:
Klarifikasi Dia:
Pagu alat dapur cuma Rp 252 Miliar,
realisasinya Rp 245 Miliar buat 315 titik.
Logikanya:
Berarti satu dapur jatahnya sekitar 780 juta
Lu bayangin,
modal 780 juta cuma buat beli alat masak di satu lokasi?
Itu mah udah bisa buka resto
fine dining di Jakarta Pusat
Rakyat itu pengen liat dapurnya ngebul pake bahan makanan lokal,
bukan liat perabotan dapur seharga mobil mewah yang ujung-ujungnya mungkin cuma dipake buat masak mie instan kalau anggarannya bocor.
3. Bayar EO 113 Miliar
Klarifikasi Dia:
BGN ngaku butuh EO karena internal belum siap.
Logikanya :
Ini paling ngeri.
Lu bikin badan baru
dapet duit triliunan
tapi lu bilang Gue gak siap kerja,
makanya gue sewa orang lain?
Terus gaji lu buat apa?
Rp 113 Miliar cuma buat bayar EO itu pemborosan
Itu duit bisa buat gaji ribuan Ibu-ibu PKK di desa buat masakin anak-anak mereka sendiri.
Kenapa duitnya malah lari ke pengusaha EO di Jakarta?
Bau-bau bagi-bagi jatah proyeknya kenceng banget di sini
4. Drama Kaos Kaki
Klarifikasi Dia:
Itu pengadaan Universitas Pertahanan, bukan BGN.
Logikanya:
Saling lempar tanggung jawab??
klasik Mau Unhan, mau BGN,
itu semua pake DUIT APBN,
duit pajak gue dan lu semua
Publik nanya kenapa program makan gratis ada bau-bau belanja kaos kaki lewat kampus militer?
Jawabannya malah teknis "swakelola".
intinya mah sama aja:
Duit rakyat diputer-puter di antara mereka sendiri sampe kita pusing ngelacaknya
Jangan mau dibego-begoin pake istilah Paguatau Realisasi"
Intinya simpel:
Anggaran makan gratis ini rawan banget lumer di jalan buat beli barang-barang yang gak ada hubungannya sama perut anak sekolah.
Mereka lebih sibuk belanja laptop dan bayar EO daripada mastiin peternak ayam dan petani lokal dapet orderan.
Klarifikasi ini cuma strategi "pemadam kebakaran" biar rakyat bisa tenang sementara, padahal lubang boroknya makin kelihatan.
Gimana menurut lu, Guys?
Masih percaya sama klarifikasi gajelas kayak gini, atau lu ngerasa ada yang lagi pesta pora pake duit makan siang anak-anak?
Ilmu menarik ini. Mau nambahin… Pernah gak, banyak hal positif kamu alami, tapi kamu lebih fokusnya ke negatif, yg lebih kamu inget yg negatif?
Kenapa ya kita lebih inget yg negatif daripada positif?
Ternyata ini disebut negativity bias. Manusia emang cenderung lebih ingat hal negatif daripada positif.
Maksudnya gimana? Yuk kita bahas.
Studi lintas negara oleh Soroka et al. (2019) menemukan bahwa manusia secara fisiologis lebih reaktif terhadap berita negatif dibandingkan berita positif.
Atau istilahnya: “Bad is stronger than good.”
Ini sejalan sama temuan bahwa bagian otak yang jadi pusat emosi, yaitu amigdala, lebih reaktif terhadap ancaman dibanding kabar menyenangkan.
Kalo dari sisi evolusi, itu karena mengenali ancaman lebih meningkatkan peluang bertahan hidup.
Dulu itu berguna untuk menghindari hewan buas, kini juga bereaksi terhadap email kantor, komentar online, atau ekspresi muka orang lain.
Jadi, kenapa kita lebih inget yang negatif?
Karena memang default sistemnya gitu.
Maka bukan lalu kita mesti berusaha melawan ingatan negatif. Melainkan menyadarinya: Memang begitulah pikiran.
Dengan kesadaran itu, kita mulai punya jarak dengan pikiran. Sehingga kita nggak tenggelam dalam ingatan negatif itu. Akibatnya, ada ruang buat menyadari hal yang positif.
Bukan berusaha ngilangin yang negatif, tapi sadar… hidup ini selalu tersusun bukan cuma negatif, tapi juga ada positifnya, hanya saja sering kita lupakan.
Referensi: Soroka, S., Fournier, P., & Nir, L. (2019). Cross-National Evidence of a Negativity Bias in Psychophysiological Reactions to News. PNAS.
▶️ UNTAIAN DOA KHB DI BULAN RAMADHAN
📡 Simak kajian selengkapnya:
https://t.co/8gMaF5pkW5
Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momen memperbanyak doa. Di bulan yang penuh keberkahan ini, setiap muslim dianjurkan untuk memohon kebaikan, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk umat, negeri, dan saudara-saudara kita di berbagai penjuru dunia.
Salah satu doa yang patut kita panjatkan adalah memohon agar negeri kita selalu diberi keamanan, kedamaian, serta persatuan. Kita juga berharap agar Allah memberikan pemimpin-pemimpin yang amanah, yang menjalankan tanggung jawabnya dengan adil dan penuh ketakwaan.
Selain itu, Ramadhan mengajarkan kita untuk tidak melupakan saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan dan penindasan, seperti kaum muslimin di P4LE5T1N4, G4Z4, dan R4F4H. Doa adalah bentuk kepedulian seorang muslim kepada muslim lainnya. Rasulullah ﷺ bersabda:
الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يُسْلِمُهُ، وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ، وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرُبَاتِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.
“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, dia tidak menzaliminya dan tidak membiarkannya disakiti. Barangsiapa yang membantu kebutuhan saudaranya, maka Allah akan membantu kebutuhannya. Barangsiapa yang menghilangkan satu kesusahan seorang muslim, maka Allah menghilangkan satu kesusahan baginya dari kesusahan-kesusahan hari kiamat. Barangsiapa yang menutupi (aib) seorang muslim, maka Allah akan menutupi (aibnya) pada hari kiamat.” (HR Muslim: 2580).
Karena itu, selain berdoa, kita juga dianjurkan membantu sesuai kemampuan kita yaitu baik dengan doa, harta, maupun dukungan kebaikan lainnya.
Semoga di bulan Ramadhan ini Allah mengabulkan doa-doa kita, menjaga negeri kita tetap aman dan bersatu, menguatkan saudara-saudara kita yang tertindas, serta memasukkan kita semua ke dalam Surga Firdaus tanpa hisab. Amin.
Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb.
__
♻️ Silahkan disebarluaskan
🚫 Dilarang menambah dan mengurangi isi poster/video ini tanpa izin
#khalidbasalamah #khalidbasalamahofficial #ustadzkhalid #ustadzkhalidbasalamah
▶️ ADA ORANG YANG RUGI DI RAMADHAN!
📡 Simak Kajian Selengkapnya:
https://t.co/8TtsWAWS1p
Ramadhan adalah bulan penuh rahmat, ampunan, dan kesempatan besar untuk memperbaiki diri. Namun ternyata, tidak semua orang beruntung di bulan yang mulia ini. Bahkan ada orang yang justru merugi meskipun ia bertemu dengan Ramadhan.
Rasulullah ﷺ pernah menceritakan bahwa ketika beliau naik mimbar, malaikat Jibril berdoa agar celaka seseorang yang mendapati Ramadhan tetapi tidak mendapatkan ampunan dari Allah. Rasulullah ﷺ pun mengaminkan doa tersebut. Nabi ﷺ bersabda:
رَغِمَ أَنْفُ، ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُ، ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُ مَنْ أَدْرَكَ أَبَوَيْهِ عِندَ الْكِبَرِ، أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا، فَلَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ
“Celaka, sekali lagi celaka, dan sekali lagi celaka orang yang mendapatkan kedua orang tuanya berusia lanjut, salah satunya atau keduanya, tetapi (dengan itu) dia tidak masuk surga.” (HR Muslim: 2551).
Ini menunjukkan betapa besar kesempatan di bulan Ramadhan. Di bulan ini pintu ampunan dibuka, pahala dilipatgandakan, dan berbagai amal saleh sangat dianjurkan. Namun jika seseorang tetap bermalas-malasan, tidak memperbaiki diri, masih terus berdusta, menipu, atau melakukan dosa, maka ia bisa menjadi orang yang rugi di bulan Ramadhan. Rasulullah ﷺ juga mengingatkan:
رُبّ صائم حَظُّهُ من صيامه الجوع والعطش
“Betapa banyak orang yang berpuasa, namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut, kecuali rasa lapar dan haus.” (HR Ahmad: 8693, Shahih Ibnu Hibban 257/8, Al-Abani dalam Shahih at-Targhib 262/1).
Artinya, puasa bukan sekadar menahan makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari dosa dan memperbanyak amal kebaikan. Karena itu, jangan sampai kita termasuk orang yang merugi di bulan Ramadhan. Manfaatkan waktu dengan memperbanyak ibadah, memperbaiki akhlak, dan meninggalkan dosa. Semoga Ramadhan kali ini benar-benar menjadi jalan bagi kita untuk mendapatkan ampunan Allah.
Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb.
__
♻️ Silahkan disebarluaskan
🚫 Dilarang menambah dan mengurangi isi poster/video ini tanpa izin
#khalidbasalamah #khalidbasalamahofficial #ustadzkhalid #ustadzkhalidbasalamah
Day 16
Jika Allah menolongmu, tidak ada yang (dapat) mengalahkanmu dan jika Dia membiarkanmu (tidak memberimu pertolongan), siapa yang (dapat) menolongmu setelah itu? Oleh karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal
QS. Ali Imran : 160
Ya Allah hapus nama kami dari siksa api neraka.
Ya Allah pertemukanlah kami dengan Lailatul Qadr.
Ya Allah,terimalah amal ibadah kami.
Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.
Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan senang memaafkan, maka maafkanlah aku.