Ini bukan sekedar soal menerima jabatan. Ini soal apakah kau pantas memberi nasehat ketika pikiranmu disandera kepongahan.
Mana sikap 5 menit setlah menjabat Presiden bakal kritik. Oh watimpres itu adalah jabatan kritik katamu. Semantiknya pun kau salah bang!
"They [Man City] bought all my players!" 🙃
"If there’s no respect for the rules then it’s not real sport!" 😤
Back to this classic Arsene Wenger interview on FFP 🧠
Meanwhile kita pernah punya Manager yang bernama Arsène Charles Ernest Wenger, sesorang yang rela ‘berkorban’ demi melunasi hutang club, bagaimanapun caranya. ICYMI bagaimana si Opa dikatakan berkorban buat Emirates, saya inget pernah baca-baca di BBC, ESPN, dan dari Reddit, itu penjabarannya kurang lebih kek begini:
Jadi, ketika Arsenal mulai membangun Emirates Stadium di bulan Februari tahun 2004 tuh, Arsenal mengajukan pinjaman ke bank. Nah kek pada umumnya, pinjaman itu pasti ada syarat kan, apalagi ke bank gitu.
“Lalu, apa hubungannya sama Wenger?”Ketika Arsenal bersiap membangun Stadion Emirates, bank-bank yang membiayai pinjaman tersebut membutuhkan jaminan atas stabilitas dan potensi dari pendapatan klub yang berkelanjutan sebagai persyaratan dari mereka.
Bank-bank tersebut menuntut agar Opa Wenger menandatangani kontrak multi-tahun (yang awalnya komitmen lima tahun) untuk memastikan "konsistensi teknis" di lapangan — dalam artian kualifikasi yang konsisten untuk bermain di Liga Champions UEFA yang menguntungkan untuk segi pemasukan klub. Dan itu merupakan salah satu faktor yang sangat penting untuk melunasi utang.
Pengorbanan Opa Wenger di sini adalah.. Wenger setuju, menolak tawaran dari klub-klub elit Eropa seperti Real Madrid, Barcelona, dan Manchester City selama periode tersebut untuk menghormati komitmennya di bawah kendala keuangan yang berat. Beliau sampai harus berkorban jadi samsak fans Arsenal yang marah-marah karena pemain bintangnya pada dijualin.
Kalau kalian termasuk dari orang-orang yang menyesal pernah berprasangka buruk sama Opa Wenger bahkan sampai ikut menyurakan #WengerOut, kita sama 😔😔. Sorry, thank you, and love you, Opa Wenger!
Kita mau wisata enak 1 bulan di Eropa, butuh 100 juta.
Orang Eropa mau wisata enak di Bali 1 bulan cuma butuh 30 juta.
Semua efek mata uang sampah. Dan UMR yang rendah, cuma 2-3 juta. 100 juta aja itu kemewahan di sini.
Bener-bener riil negara miskin kita ini. Ngakunya berpendapatan menengah, tapi 64% rakyatnya masih hidup di bawah standar kemiskinan Bank Dunia.
Ga pantas rasanya ngaku-ngaku negara besar dan si paling patriotik.
Harusnya malu, miris dan introspeksi.
Bayangin lo hidup di negara yang ketika cari kerja buat nyambung hidup dgn gaji pas-pasan, syaratnya:
• IPK minimal
• Berpenampilan menarik
• Usia dibatasi
• SKCK
• Surat keterangan sehat
Meanwhile untuk jadi wapres, pendidikan lo bahkan ga diverifikasi sama sekali!
Sepintar-pintarnya orang, sefilsuf-filsufnya orang, kalau harus membangun argumentasi untuk membela rezim hari ini ya jatuhnya akan jadi tidak logis, tidak sesuai nalar, tidak sesuai akal sehat. Singkatnya, jadi dungu.
Kita hidup di negeri dimana BBM-nya langka padahal sangat dibutuhkan, sementara MBG-nya malah deras padahal tak dibutuhkan/tidak urgen.
Akar masalahnya keduanya sama: kelangkaan berpikir.
abang ini bilang dia gak bakal pilih prabowo di 2029:
- alasannya kejadian koperasi merah putih di sampangan semarang
- koperasi itu jalan bagus
- omsetnya udah 60-70 juta sebulan,
- pengurus pede bisa tembus 100 juta
- tapi koramil gajahmungkur minta koperasinya ditutup dan dikosongkan
- alasannya barang yang dijual gak ambil dari agrinas,
- dan managernya bukan hasil seleksi agrinas
- inisiatif masyarakat yang bagus malah digagalin cuma
- karena gak ikut mekanisme pemerintah
Di darat kita sekarat.
Di laut kita kalang kabut.
Di udara kita sengsara.
Alamnya kaya, tapi bencananya raya. Ada yang haus tapi bukan karena butuh minum.
Aktor intelektual tidak terungkap, aktor lapangan tidak jadi dipecat.
Setelah ini, siapapun bisa mengalami ini, disiram air keras, diteror, dibunuh, para pelakunya dilindungi negara.