Plis Wo berhenti menyembah komoditas. Kita sudah tahu polanya. Setiap komoditas yang dipuja akan segera diberi julukan bombastis dan dari sanalah kegilaannya.
-Tebu disebut Emas Putih, tanah Jawa dieksploitasi habis.
-Tembakau jadi Daun Emas, siklus perbudakan di Deli dimulai ulang.
-Pala dipuja sebagai Buah Emas dari Timur, dan proyek genosida JP Coen pun dimulai.
Ujungnya selalu sama: nilai komoditas dianggap lebih berharga daripada nilai manusia. Commodities before people
Mendengar berita yang sungguh membagongkan tentang apa yang mereka lakukan ke band Sukatani. Maka, saya hanya mau bilang: "HAI, KAMI ADA DAN BERLIPAT GANDA!"
#kamibersamasukatani
Gue ngobrol sama @jawafess sharing screenshot kalau sama2 dapet tawaran tapi yg ngontak beda 🤣
Angkanya juga beda anj gue murah banget ditawarnya taek.
Gue tolak juga. Cuma kirim memenya jangan terlalu keras ges. W takut soalnya ni orang ngewasap. Dapet darimana nomor gue coba
Per malam ini Jawafess dapat brief untuk memecah suara dukungan terhadap aksi besok.
Nilainya bombastis dan masih dapat voucher gratis ini itu.
Kami tolak.
Tapi ada ratusan KOL di luar sana. Kawal terus lur. Akan ada banyak impostor. Hati hati 🙏🏻🙏🏻
Semakin jelas kenapa manajemen JKT48 ngotot milih lagu "Belalang yang Membangkang" untuk dirilis beberapa belas jam sebelum krisis konstitusional di negara kita.
Apakah kalian sudah siap menjadi pasukan belalang yang membangkang dan melawan kekuasaan yang represif?
- KPK dilemahkan revisi UU KPK
- Rakyat digebuk atas nama investasi lewat UU Ciptaker
- Pemerintah cawe-cawe IUP tambang sama ormas
- IKN ugal-ugalan
- Jurnalis mau diberangus RUU Penyiaran
- Dwifungsi ABRI mau dibalikin RUU TNI
26 tahun reformasi diacak-acak dua periode Jokowi
Kritik food estate dicap "antek asing", kritik makan siang gratis dicap "gak cinta tanah air, kini dokumenter akademis 3 pakar hukum pun mereka tuduh "fitnah"
Paslon yang paling getol menuduh kritik valid. Dari sini aja keliatan kok mereka ini anti-kritik dan otoriter
Pemakzulan Jokowi di depan mata, semua mentri yang tidak mendukung langkah Jokowi dalam memenangkan Prabowo dan anaknya akan mundur sehingga menimbulkan gejolak di bawah. Kejatuhan Jokowi bukan hadiah turun dari langit tapi karena rakyat muak sama para Oligarki di negeri ini.