Kututup bukuku, kuperbaiki posisi tidur putriku dan setelahnya kusesap habis tehku.
Teh buatan simbah memang beda. Baunya begitu khas, meski warna dan rasanya tidak terlalu kental. Tapi setidaknya membuatku merasa sedang di suasana lereng Gunung Sumbing"
Perasaan yang aneh ketika membaca novel ini. Hingga sampai pada titik menitikan air mata dengan konfliknya. Ingin merasakan sensasi lebih, kucoba mengajak istri nonton filmnya. Jadinya malah dia nangis wae