Seorang siswa SMA, Asdar (17), viral setelah menggendong adiknya yang masih kelas 1 SD dan menggandeng sepupunya menyeberangi sungai banjir di Nias Selatan.
Mereka sempat menunggu dua jam hingga air surut, sebelum menyeberangi sungai sepanjang lebih dari 50 meter dengan ketinggian air hingga 1 meter.
Setiap hari, Asdar berjalan kaki 6,5 kilometer menuju sekolah. Setelah videonya viral, Babinsa TNI turun mengecek akses yang dilalui Asdar dan warga.
Penulis: Rahmat Utomo, Ihsanuddin
Kreatif: Putri Aulia
Produser: Elizabeth Ayudya
#NiasSelatan #Pendidikan #Read
Jurnalisme menunjukkan bahwa ia diperlukan oleh masyarakat. @BBCIndonesia melakukan investigasi soal kekerasan seksual di pesantren Abul Barokat Wannafahat, Pulau Lombok. Ini kerja jurnalistik yang terhormat termasuk keberanian beberapa santri buat mencari kebenaran.
Moch Yusron Azzahidi, santri di Lombok Tengah, dgn dukungan kawannya, merekam abah Ahmad Imanuddin Sumar, pendiri pondok pesantrennya, mengakui pemerkosaan thd beberapa santriwati https://t.co/svAV1f8ao5
In 1924, Hachiko, an Akita Inu, came to Tokyo with his owner, Professor Hidesaburo Ueno of the University of Tokyo. Every morning, Hachiko walked with him to Shibuya Station, and every afternoon he returned to meet him after work.
But in May 1925, Professor Ueno died suddenly and never came home.
Hachiko was taken in by another family, but he continued returning to Shibuya Station, waiting for the man he loved. For almost 10 years, he came back again and again — through rain, snow, and countless ordinary days.
Hachiko died in 1935. By then, his story had become known throughout Japan, and a bronze statue was erected at Shibuya Station in 1934, while Hachiko was still alive.
Today, the statue remains one of Tokyo’s most recognizable landmarks — a quiet reminder of a dog who simply kept waiting for the person he loved. ❤️
Bila ke Amsterdam, saya usul datangi "pasar buku" di daerah Spui, dari toko buku besar sampai pedagang kaki lima, dari lukisan sampai poster, semua ada https://t.co/QQofJ16TaN
Dari benteng marwah sang ayahanda hingga pelukan suci Sang Nabi, Khadijah meretas takdir cinta terakhirnya demi menggapai persatuan abadi dengan Sang Pencipta. ✨🤍🙏🏻🤲🏻
https://t.co/OKgIL5qM3t #maulidNabi#siratNabi
Jangan tukar ruh Maulid Nabi ﷺ dengan keringnya perdebatan tanggal dan mewahnya panggung; sebab, cinta pada Rasūlullāh tidak diukur dari riuh perayaan, melainkan dari seberapa jauh akhlaq beliau hidup dalam diri kita.✨🤍🙏🏻🤲🏻 https://t.co/UjAdJ4f7wV
Bro Iftekhar merangkai dalil² klasik. Praktik berdiri dalam majelis Maulid Nabi ﷺ yang sebagian ulama anggap itu bid‘ah, namun tetap membuka ruang bagi kemungkinan pengalaman rohani yang tulus tanpa harus mengorbankan kejernihan akidah. Mā syā' Allāh✨🤍🙏🏻🤲🏻
Do Muslims actually perform qiyām because they believe the Holy Prophet (sa) has become present in a mawlid or is this reason merely attributed to them?
The sources are clear: some do.
Such standing is bidʿa.
This does not deny that the righteous may see his soul. (1/14)
@DuniaNarutoID Biasalah, namanya juga shinobi yang nyoba cengli dan cincay supaya cuan Nyambi startup. Lumayan kan buat portofolio ke para daimyo✨🤭🙏🏻🤲🏻