Vonis 18 tahun nadiem makarim itu final warning buat semua orang pinter: jangan sekali kali punya niat baik buat negara ini kalau gak mau sial
habis ini, jangan tanya kenapa birokrasi isinya cuma sisa orang orang yang korup, the system is literally designed to kill the good ones
Kasus nadiem efek dominonya besar banget loh. Akhirnya orang yg bener-bener punya kapasitas intelektual takut dan ogah buat terlibat dalam tata kelola pemerintahan Indonesia. Dampaknya pejabat kita ke depannya diisi sama orang-orang yg ga kompeten.
Hukum yg Gaib....
Sejak kapan ada org di tuntut hukuman 27.5 th padahal :
1. Tdk terbukti ada means rea
2. Tdk terbukti ada aliran dana masuk rekening pribadi
3. Tdk terbukti memperkaya diri
4. Tdk terbukti ada persengkokolan
5. Tdk terbukti merugikan negara
Dan yg aneh lagi @nadiemmakarim didakwa korupsi 2.1 T tp disuruh mengembalikan totalnya 5 T lebih...
Yg dakwa waras...❓❓
Cc.
@bang_dasco@puanmaharani_ri@habiburokhman
Istri Nadiem Makarim Tertunduk Menangis Mendengar Tuntutan
- Penjara: 18 Tahun
- Denda : 1 Milyar (190 hari)
- Uang Pengganti 809 Miliar + 4 T (9 tahun)
Negara Kalau susah jangan juga merampok uang Nadiem Makarim dengan cara begini!!!
Tetap kuat orang baik 🙏🏻
Pd hari yg sama Nadiem menjalani sidang tuntutan..
Blio hrs menjalani operasi.
Meski hari yg berat & mengecewakan, blio tetap hrs kuat u/ memutuskan menjalani operasi agar tidak semakin buruk kondisi kesehatannya.
Yg istimewa, di tengah hal buruk yg terjadi, blio masih sempat berpikir & mendoakan orang lain yg mengalami spt blio.
Tetap kuat Nadiem
Tetap semangat
Selalu ada harapan
Masih ada proses selanjutnya 🙏🏻
OC Kaligis selaku advokat senior ikut menghadiri persidangan Nadiem sebagai bentuk dukungan moral, ia menilai Nadiem seharusnya mendapatkan tuntutan bebas, karena dari sisi "Mens Reanya" Nadiem tak punya niat jahat, hasil dari audit BPK tidak ada kerugian negara, serta proses pengadaan laptop sudah diawasi kejaksaan, jadi tidak mungkin ada niat jahat karena sudah melibatkan kejaksaan.
Sehingga kalau ditelusuri unsur niat jahat dan unsur melawan hukumnya tidak terpenuhi.✍️⚖️
Maudy Ayunda turut berikan pesan terkait tuntutan yang diberikan ke Nadiem, dlm tulisannya:
"My heart breaks for Indonesia and its well-meaning, talented people. Who now undoubtedly have to think a thousand times over before EVER working in/with the government in any capacity."
Jahat banget cok!! 😠
Kalau semua yg diomongin nadiem ini bener, dahlah hopeless banget sama penegak hukum di negara kita capt. Antara inkompeten atau emang ada niat jahat.
Kenapa gue bilang gitu? Coba lo tonton video ini sampe kelar. Lo bakal merasa apa yg disampaikan nadiem itu semua logis dan seluruh tuntutan jaksa jadi ga berdasar.
Lo inget ga suami dewi Sandra, Harvey Moeis? Berapa potensi kerugian negaranya? Berapa tahun dia dituntut jaksa? Berapa banyak denda yg harus dia bayar??
Jauh banget dari tuntutan ini capt!
At least, Gue gatau nadiem ini kesalahannya seberapa besar, tapi dengan tuntutan setidak masuk akal itu gue rasa ini sangat ga adil.
Semoga ada keadilan di negeri tercinta kita ini.
Nadiem Makarim akhirnya dituntut hukuman total 27, tahun penjara (18 tahun penjara, denda Rp1 miliar subsider 190 hari kurungan)
Sampai azan magrib saya nonton persidangan itu. Dan sehabis magrib, nonton Nadiem diwawancarai pers.
Kalian tahu kasus Nadiem? Dia dituduh melakukan tindak pidana korupsi dan merugikan keuangan negara. Tapi apa fakta yang ditemukan?
- Tidak ditemukan PPATK yang masuk ke rekeningnya,
- Tidak ditemukan aliran dana dari vendor ke Nadiem,
- Tidak ditemukan aliran dana dari Google ke Nadiem,
- Tidak ditemukan aliran dana dari PT Akab ke Nadiem, dan
- Tidak ditemukan aliran dana dari PT GI ke Nadiem.
Ada pernyataan menarik dari Pak OC Kaligis:
“Kalau bicara soal Pasal 2 & 3 Undang-Undang Korupsi, maka cantolannya adalah BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). BPK mengatakan bahwa tidak ada kerugian negara. Namun, oleh jaksa penuntut, BPK dibilang tidak independen.”
Karena gagal membuktikan semua aliran dana ini, maka ada nuansa menciptakan fakta, seolah-olah ada pemufakatan jahat atau penyamaran penipuan uang yang dilakukan Nadiem.
Itulah berita hukum terkini, Gais. Dan hal yang sama juga saya temukan di kasus Gus Yaqut (baru sampai pra-persidangan, namun sudah ditetapkan KPK sebagai tersangka).
- Tidak ditemukan bukti korupsi ketika rumah Gus Yaqut digeledah,
- Tidak ditemukan aliran dana ke Gus Yaqut,
- Tidak ditemukan suap ke Gus Yaqut,
- Tidak ditemukan gratifikasi ke Gus Yaqut,
- Tidak ditemukan intervensi apapun dari Gus Yaqut terkait pembiaan jamaah haji khusus, dan
- Tidak ditemukan mens-rea (iktikad jahat).
Bahkan untuk sangkaan $1 Juta, ternyata hal itu dikerjakan oleh bawahannya ketika Gus Yaqut di Eropa. Sekembalinya Gus Yaqut ke Indonesia, ia memerintahkan bawahannya untuk menarik uang itu kembali.
Saya tidak sedang bilang Nadiem bersih. Saya juga tidak sedang bilang Gus Yaqut tidak bersalah. Saya cuma mau bilang, mengutip Fiersa Besari:
“Negara sedang dirusak secara sistematis, dan sepertinya kita cuma bisa menonton saja.”
Guys, Nadiem Makarim baru saja berbicara di depan media setelah mendengar tuntutan jaksa dan apa yang dia katakan menurut gue adalah salah satu momen paling menggetarkan yang pernah terjadi di depan kamera dalam sejarah hukum Indonesia belakangan ini.
Bukan karena dramanya.
Tapi karena pertanyaannya
yang tidak bisa dijawab dengan mudah.
Angka yang tidak masuk akal:
Jaksa menuntut Nadiem 18 tahun penjara
ditambah denda.
Kalau uang pengganti tidak dibayar
ditambah 9 tahun lagi.
Total efektif: 27 tahun.
Uang penggantinya? Rp809 miliar
ditambah Rp4,8 triliun.
Total sekitar Rp5,6 triliun.
Sementara total kekayaan Nadiem di akhir masa jabatan menteri menurut pengakuannya tidak sampai Rp500 miliar.
Dan Nadiem langsung mengajukan pertanyaan yang menurut gue tidak ada jawaban rasionalnya:
"Tuntutan saya lebih besar dari pembunuh.
Tuntutan saya lebih besar dari teroris.
lebih parah dari kasus ferdi sambo
lebih parah dari kasus pembunuhan
yang menghilangkan nyawa seseorang
Kenapa?"
Dari mana angka Rp4,8 triliun itu:
Ini yang paling mengejutkan.
Angka Rp4,8 triliun diambil dari SPT pajak Nadiem tahun 2022 di mana dia melaporkan nilai IPO Gojek sebagai kekayaan.
Bukan uang yang dia terima tunai.
Bukan transfer yang masuk ke rekeningnya.
Tapi nilai saham pada saat IPO yang sifatnya sementara dan tidak pernah dicairkan dalam jumlah itu.
"Itu bukan uang yang saya terima.
Itu cuma nilai IPO.
Dari situ dia ambil,
oke sekarang harus dibayar balik.
Apa logikanya?
Dan untuk Rp809 miliar menurut Nadiem itu adalah transfer antara dua perusahaan Gojek yang tidak ada hubungannya dengan dirinya,
tidak ada hubungannya dengan Google,
tidak ada hubungannya dengan pengadaan Chromebook.
Yang paling telak tidak ada aliran dana ke Nadiem:
Di sinilah argumen Nadiem paling kuat dan paling sulit dibantah.
PPATK tidak menemukan transfer ke Nadiem.
Tidak ada aliran dana dari vendor ke Nadiem.
Tidak ada aliran dari Google ke Nadiem.
Tidak ada dari PT Akap.
Tidak ada dari PTG.
Nol.
Dan Nadiem mengajukan satu analogi yang sederhana tapi sangat mengena: "
Di dalam sidang mobil yang dihadirkan itu biru, harganya 100.
Di dalam tuntutan tiba-tiba mobilnya merah dan harganya 50.
Sesuatu yang sudah dibuktikan dengan dokumentasi, dengan saksi di dalam tuntutan balik lagi ke dakwaan awal. Buat apa sidang?"
Yang paling menohok dari seluruh pernyataan Nadiem:
Dia tidak memilih untuk pergi.
Dia tidak menyesal masuk ke pemerintahan.
Bahkan setelah semua ini.
"Untuk mencari uang itu bisa seumur hidup.
Untuk membantu generasi penerus bangsa kita menjadi lebih baik itu hanya kesempatan sekali dalam hidup."
Dan kemudian dia bilang sesuatu yang membuat ruangan itu hening:
"Saya sakit hati.
Saya patah hati.
Tapi orang cuma patah hati kalau dia cinta.
Saya patah hati karena saya cinta negara ini."
Yang perlu dikawal masyarakat:
Malam setelah pernyataan ini Nadiem
menjalani operasi.
Dia bilang kondisinya akan semakin parah
kalau tidak segera ditangani.
Ini bukan drama.
Ini realitas dari seseorang
yang sedang menghadapi ancaman 27 tahun penjara sambil menjalani prosedur medis.
Dan pertanyaan yang harus terus diajukan adalah:
kalau memang tidak ada aliran dana yang bisa dibuktikan kalau PPATK pun tidak menemukan transfer ke terdakwa atas dasar apa tuntutan sebesar ini bisa dikeluarkan?
Sistem hukum yang baik tidak seharusnya membuat seorang mantan menteri yang membangun Gojek dan menyuarakan pendidikan digital harus bertanya kenapa tuntutannya lebih berat dari teroris.
Kalau faktanya sudah terang benderang di persidangan tapi tuntutannya mengabaikan fakta itu maka yang sedang kita saksikan bukan proses hukum. Itu adalah sesuatu yang jauh lebih berbahaya.
Dan Nadiem benar soal satu hal:
kalau orang tanpa nama besar dan tanpa suara mengalami hal yang sama tidak akan ada yang tahu. Tidak ada yang meliput.
Tidak ada yang peduli.
Berapa banyak Nadiem-Nadiem tanpa nama yang sudah terjebak dalam sistem yang sama?
just for nadiem
yang telah membuka lapangan pekerjaan
yang mungkin lebih berjasa daripada pemerintah itu sendrii,aparat dan penegak hukum itu sendiri
Melawan fitnah Jaksa langsung di daerah 3T.
Chromebook faktanya dapat digunakan. Kami cross check langsung faktanya di Kecmatan Kie, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur
Bebaskan Nadiem dan Ibam! Kriminalisasi seperti ini hanya membuat Indonesia semakin tidak aman untuk orang muda!