@Pintardikits@PMHalll@nocturneorbite@junathearcher Nope, Lo yg male centered. “Gue bilang dua2nya bisa dikritik, kok malah dibilang nerapin standar sebelah? Lu yg nyari pembenaran dgn "tapi cowok jg". Ngaco.
@Pintardikits@PMHalll@nocturneorbite@junathearcher Karena yg lu kritik salah, goblog. Lu bebas bahas apa yg lu mau, tapi kalau argumen yg lu pilih nggak relevan sama poin yg lagi dibahas, ya wajar dikritik.
@Pintardikits@PMHalll@nocturneorbite@junathearcher "Standar ganda" lu lahir dr definisi objektifikasi yg lu sendiri sederhanain. Nyebut organ seksual ≠ otomatis objektifikasi. Jd yg lu kritik sebenernya asumsi lu sendiri.
@Pintardikits@PMHalll@nocturneorbite@junathearcher Poinnya perempuan direduksi, lu malah sibuk ngurus kontol buat jadiin topik utama. Kritik penghinaan perempuan lu samain dgn hinaan balik, seolah isu awalnya nggak ada.
@Pintardikits@PMHalll@nocturneorbite@junathearcher “Berlaku dua arah, iya. Tp "berlaku dua arah" bukan berarti semua hinaan ke cowok otomatis objektifikasi. Jelasin dulu apa unsur objektifikasinya di "mokondo/manchild", baru bandingin sm baju.
@chwaelus@febr2504 At first aku setuju dengan statement awalmu tapi interpretasi mu salah disini. Ga mendukung aktivitas ≠ ga dukung orang untuk mendapatkan hak.
@oioi_damnshi7@eruzilla@junathearcher Makin kocak makin tolol. Gue bilang dua-duanya bisa dikritik, lu malah nanya apakah yang satu bermasalah atau nggak. Itu bukan membantah argumen gue, itu literally mengulang pertanyaan yang sudah gue jawab.
@oioi_damnshi7@eruzilla@junathearcher Lu sadar gak kalau "klian jg prnh ngatain cwok" bkan pembelaan terhadap bajunya? Itu cuma whataboutism. Kalau dua-duanya bermasalah, ya dua-duanya bisa dikritik. Ngapain satu dipakai buat menghapus kritik terhadap yang lain?