Ayah beli TV baru buat rumah.
Tapi tiap malam, dia nontonnya cuma 10 menit pertama.
Setelah itu — ketiduran di kursi. Mulut terbuka. Kepala nunduk pelan-pelan ke samping.
Selama 15 tahun. Hampir tidak pernah absen.
Waktu kecil saya pikir itu lucu. Saya dan adik suka iseng, pelan-pelan geser channel ke acara yang kami mau — toh Ayah sudah tidur, tidak akan protes.
Tidak pernah saya pikir kenapa dia selalu begitu.
Sekarang, sudah jadi bapak sendiri, baru saya ngerti.
TV itu bukan buat dia.
Tidak pernah buat dia.
Dia beli, biar anak-anaknya ada hiburan di rumah. Biar malam-malam tidak cuma diam saja menatap dinding. Biar rumah ini terasa lebih hidup buat kami.
Dia sendiri? Pulang kerja, badan remuk, paling cuma sanggup duduk 10 menit sebelum mata menyerah.
Saya bayangkan — berapa banyak hal lain di rumah ini yang ternyata sama. Dibeli, disiapkan, diusahakan — bukan buat dia sendiri.
Tapi buat kami yang waktu itu cuma sibuk nonton TV, tanpa pernah nanya: Ayah capek tidak?
15 tahun. Tidur 10 menit, tiap malam, demi anak-anaknya senang.
Itu bukan kebiasaan kecil.
Itu cinta yang dia sendiri mungkin tidak pernah sebut nama.
Lo tau Casimiro Miguel? Seorang streamer asal Brasil yang beli hak siar Piala Dunia dan nayangin seluruh pertandingannya di YouTube-nya secara gratis?
Dia berani keluar modal besar buat beli lisensi hak siar Piala Dunia langsung dari FIFA, dia tayangin ke-104 pertandingannya secara gratis di YouTube channel-nya CazeTV, dan dari situ berhasil kumpulkan sekitar R$2 miliar atau lebih dari Rp4 triliun dari sponsor. Casimiro sengaja menyiarkan seluruh pertandingan Piala Dunia secara gratis sebagai tamparan keras untuk model tv berbayar yang mahal dan ekslusif, yang semakin lama semakin mahal untuk dijangkau masyarakat. Jadi Caze TV ia buat untuk demokratisasi akses untuk bisa dinikmati secara gratis oleh rakyat Brasil.
Tapi buat ngerti kenapa itu bisa terjadi, kita harus mundur dulu ke 2020.
Waktu pandemi, Globo, stasiun TV terbesar di Brasil, revenue-nya anjlok parah. Sementara di waktu yang sama, mereka punya kontrak dengan FIFA senilai US$90 juta untuk hak siar Piala Dunia. Alih-alih bayar, mereka milih minta renegosiasi ke FIFA. FIFA jelas nolak keras, bahkan ngancem bakal bawa kasus ini ke pengadilan Swiss.
Globo meladenin ancaman itu dan bawa ke jalur hukum, dan mereka berhasil menang untuk tunda bayar. Tapi kemenangan itu punya harga yang mahal: ujungnya Globo kehilangan eksklusivitas hak siar digital mereka.
Di saat yang sama, ada anak dari Rio de Janeiro yang karirnya dimulai dari magang di stasiun TV, kerjanya ngadmin akun Twitter stasiun TV tsb. Namanya Casimiro Miguel.
Pas pandemi dia mulai live streaming dengan gaya yang beda, santai, jujur, sama sekali nggak dibuat-buat. Dan lambat laun, penontonnya berkembang hingga jutaan. Sampai Globo sendiri pernah nawarin dia kontrak untuk program di stasiun TV-nya. Dia tolak, karena di internet dia bisa bebas bicara apa aja dan ngelakuin apa aja.
Dan waktu celah itu terbuka, Casimiro bersama partner-nya LiveMode langsung memanfaatkan situasi dengan negosiasi langsung ke FIFA, beli hak siar digital Piala Dunia, dan lahirlah CazéTV.
Piala Dunia 2026, CazeTV pegang semua hak siar ke-104 pertandingan dan nayangin semuanya gratis di YouTube dia. Globo? Cuma kebagian 52 laga doang, setengah turnamen pun nggak nyampe.
Pertama kali sejak 1982, Brazil nonton Piala Dunia bukan lewat Globo. Ini jadi salah satu cerita paling iconic di Brasil, dimana seorang admin twitter yang banting stir jadi streamer berhasil ngalahin stasiun TV terbesar di negaranya 🥹
#FeelEveryGoal | @toshibatv_id
Lo bayar IndiHome 325rb/bulan. Katanya dapet 150 Mbps.
Tapi nonton Netflix buffering.
Zoom meeting patah-patah.
Download 1GB nunggu 2 jam.
Masalahnya bukan provider lo, tapi masalahnya di rumah lo sendiri.
Gue fix WiFi rumah dari 12Mbps → 47Mbps.
Tanpa upgrade paket dan tanpa beli router baru.
Gini caranya:
😳 Italian journalist, Paolo Condò just tore Manchester United apart:
“God bless Manchester United. There’s no club in the world better at ruining talent in the last 10-12 years than them.
Today we saw a great Højlund, last year McTominay led Napoli to a Scudetto, and De Gea’s saves too. We can’t stop thanking them.”
Tau ga, banyak orang yang punya portofolio investasi tapi justru RUGI pas keadaan gonjang-ganjing kayak gini!
Kok bisa?
Gegara mereka ga punya "Save Haven Investment"!
Yok, kita bahas!
🚨 ALERT: Microsoft has discovered a new trojan, StilachiRAT, targeting cryptocurrency wallets in the Google Chrome browser.
The malware attacks 20 different extensions, including MetaMask, Coinbase Wallet, Trust Wallet, OKX Wallet, Bitget Wallet, Phantom, and more.
Lloyds Bank Heist, Perampokan Bank Aneh yang Menyeret Mata-Mata Inggris
Pernah nonton film The Bank job? ini adalah kisah yang menginspirasi film tersebut.
Sejak bank dan deposito diterapkan secara nasional di Inggris, telah terjadi banyak perampokan yang menakjubkan. Salah satu yang paling cerdik adalah Perampokan Baker Street pada tahun 1971.
Pada awal tahun 1970-an, Inggris mengalami kesulitan ekonomi dengan tingkat pengangguran yang meningkat dan pertumbuhan ekonomi yang melambat. Dalam kondisi ini, dunia kriminal mencari cara untuk memanfaatkan situasi tersebut, dan Anthony Gavin, seorang kriminal musiman, memiliki rencana yang tepat. Meski bukan pencuri biasa, Gavin memiliki latar belakang pelatihan militer dari British Army Royal Fusiliers, yang membuatnya disiplin dan cerdas.
Setelah membaca cerita pendek Sherlock Holmes, Gavin terinspirasi untuk merancang perampokan terhadap brankas Lloyds Bank di 187 Baker Street, London.
Ini bukan di Maroko atau negara-negara Timur Tengah ya guys, tapi ini di Tawangmangu 😍
Hotel baru opening Desember lalu, hotel syariah termegah dan terbesar yg pernah gw kunjungi. Low season cuma 300ribuan/malam.
Bagus bgtt. Like & bookmark biar ga lupa!
Deploy an AI Agent on @aiPump__ and farm $AIPUMP
It's a drag & drop AI Agent deployer competing with Virtuals ($5bn), ai16z ($1.2bn), Cookie ($600M)
Listing Tuesday January 7th
Sign up here: https://t.co/xzQF23r84W