Sepertinya, menjelekkan mahar gini ga pantes, apalagi dateng dari kelompok yang tidak mampu menunjukan laporan keuangan dari donasi selama pandemi. Ditambah disiyalir membalik nama pribadi kendaraan yang harusnya hak orang lain.
Kok ga tau malu dah.
betapa jahatnya feminis ke sesama perempuan
ngerik
yg ngaku feminis muslim mau brp lma lg klian mau sadar,
agama kalian itu di injak2 am pmikiran feminis
org zina yg jelas haram dibilang โyaelah gausah ngurusin org lain~ yg penting sama sama consentโ
giliran org nikah yg jelas halal dan sama sama dewasa malah pada ribut maharnya lah, tafsirnya lah, semua diurusin๐
cenblu sotoy ๐น
pdhal AD itu anak emas ๐น
rumahmu rata tanah kena missile khan mungkin baru ngeh sebagus apa yd dipunya AD๐คฃ.
akun tipikal dikasih tau ndableg ๐น๐น
Gw berani bilang bahwa Habibie punya visi politik yang jauh lebih jelas dibandingkan para aktivis Reformasi.
Ideologi para aktivis Reformasi itu seperti ini:
1. Gulingkan Orde Baru
2. ????
3. Indonesia Emas 2045
Sementara Habibie, setidaknya sebelum Krismon 1997, punya visi yang sama sekali berbeda:
1. Ciptakan pabrik-pabrik IPTEK raksasa yang menciptakan uang raksasa, lapangan kerja, dan bisnis bagi puluhan juta orang Muslim.
2. Puluhan juta orang Muslim kelas menengah yang terutama hidup di kota ini kemudian punya uang gaji dan bisnis untuk menyekolahkan anak, membangun masyarakat yang kompleks dan maju, dan menuntut perubahan.
3. Kelas menengah industri ini kemudian melahirkan intelektual-intelektual dan cendekia-cendekia Muslim yang mampu memperjuangkan visi-visi itu, membentuk organisasi, menguasai Golkar, menggulingkan ABRI dengan rapi, dan menggantikan mereka sebagai ruling class baru dan terbarukan di Indonesia.
Habibie dan mesin politiknya, ICMI, berkonspirasi supaya pada suatu hari nanti, uangnya ada, otaknya ada, kapasitas organisasinya ada, massa pemilihnya ada, dan ambisinya ada. Orang Indonesia "bodoh ber-IQ 78?" Sekolahkan dalam jumlah puluhan juta orang.
4. Indonesia Emas 2045
Pabrik menciptakan uang, uang menciptakan sekolah, sekolah menciptakan pabrik.
Masyarakat yang semakin maju dan semakin cerdas secara alami akan menuntut supaya sumber penghasilannya aman: UMR, pesangon, kepastian hukum, representasi politik, kekuasaan politik untuk menciptakan lebih banyak pabrik, lebih banyak uang, dan lebih banyak sekolah.
Mimpi ini pupus setelah Krismon 1997. IMF yang mengeteng uang yang Indonesia butuhkan untuk pulih berhasil memaksa pemerintah Indonesia, di bawah Habibie, untuk secara praktis membubarkan semua industri strategisnya dan semua kebijakan industri strategisnya. Deindustrialisasi masif pun terjadi.
Satu-satunya yang bisa Habibie lakukan setelah lengser adalah coping lewat proyek pendidikan elite seperti MAN IC, berharap bahwa generasi baru akan berhasil di mana ia gagal.
Pada zaman Reformasi dan zaman SBY, yang terjadi adalah kebalikan dari visi Habibie.
Uang ribuan triliun Commodity Boom 2000-2014 hilang dicuri oleh oligarki-oligarki raksasa dan dibawa lari ke luar negeri atau ditanam menjadi spekulasi properti di PIK dan BSD, bukannya diputar di dalam negeri menjadi pabrik, penciptaan lapangan kerja, dan pembangunan infrastruktur logistik dan energi yang diperlukan untuk menyokongnya.
Ketika kamu mengendarai motor di jalanan BSD yang mulus di sekitar ICE dan AEON, ketahuilah bahwa jalan aspal itu terbuat dari sawit.
Salah satu oligarki itu bahkan berhasil membeli Golkar dengan harga 1 triliun pada tahun 2009 dengan uang rampokannya. Sudah sangat jauh dari visi Habibie.
"Pertumbuhan ekonomi zaman SBY itu bagus" itu sebenarnya berbentuk seperti ini: nyawit raksasa. 50 juta hektar hutan dibuka, yaitu 3 kali lipat lebih besar daripada seluruh deforestasi zaman Soeharto.
Kemudian supaya rakyat tidak marah karena ribuan triliun itu hilang dicuri oligarki, disogoklah rakyat dengan subsidi bensin, bansos, BLT zaman SBY.
Deindustrialisasi masih berlanjut hingga hari ini. Rakyat Indonesia terjebak menjadi pekerja informal dan driver Gojek.
B.J. Habibie adalah kebalikan total dari stereotype orang ITB. Makanya ia berhasil jadi presiden.
Triknya, Habibie yang profesor doktor sengaja memposisikan diri sebagai orang bodoh tidak berpengetahuan di bidang yang Soeharto kuasai, yaitu politik dan ilmu Jawa.
Soeharto sangat senang karena ternyata, ada bidang di mana ia jauh lebih pintar dari Habibie. Habibie memastikan bahwa hati Soeharto merasakan hal ini.
Habibie secara terencana mengafirmasi ego Soeharto bahwa benar, Soeharto memang layak dan pantas untuk berkuasa sebagai presiden dan sebagai bosnya.
Soeharto yang lulusan sekolah tak jelas di antah berantah dan ahli survivor politik pun menjadi guru dan mengambil Habibie sebagai murid dan protege dan mengajarinya ilmu-ilmu Jawa yang ia kuasai, sementara Prof. Dr. Habibie berperan menjadi murid taat yang mendengarkan dengan antusias.
Ini terus berlangsung selama bertahun-tahun. Orang dan jenderal jadi takut dengan Habibie yang rajin keluar masuk kantor Soeharto. Banyak orang bahkan menduga bahwa Soeharto sedang mempersiapkan Habibie, muridnya, sebagai penerusnya. (Pada akhirnya ternyata Soeharto berencana menunjuk anaknya sendiri, Tutut Soeharto, sebagai penerus).
Habibie bahkan memberi julukan pada Soeharto: SGS, atau "Super Genius Soeharto" untuk memuji ilmu-ilmu dan kebijaksanaan Soeharto yang bersifat non-teknis.
Kerendahan hati yang ditunjukkan Habibie di depan Soeharto ini sangat lucu karena Lee Kuan Yew dalam memoirnya menilai Habibie sebagai orang yang sangat sombong, sok tahu, belagu, tengil di posisi jabatan, bahkan delusional terhadap kepintarannya sendiri, sebagaimana stereotype anak ITB pada umumnya.
Tetapi nyatanya, berbeda dari kritik LKY itu, Habibie ternyata self-aware dengan sifat buruknya itu, dan dapat memanajemennya dengan dewasa dan terkontrol ke kursi kepresidenan. Inilah contoh orang yang pintar jenius betulan.
Orang ITB kebanyakan sok pintar padahal bodoh. Habibie, yang pintar betulan, berlaku sok bodoh, kemudian jadi presiden.
Di kursi kepresidenan, Habibie lalu membuktikan kelayakan dan kompetensi teknokratis dirinya sendiri dengan jelas, yaitu berhasil mengendalikan krisis moneter.
Genjutsu Habibie bahkan terus berlanjut hingga hari ini. Imej publik pribadinya berhasil Habibie bentuk dengan sempurna pasca lengser sehingga berubah secara benar-benar total dari imej publiknya tahun 1999 dahulu.
Tetapi daripada imej tahun 1999, barangkali yang paling sukses Habibie genjutsukan di dalam kabut tebal adalah ambisinya yang sangat, sangat raksasa dan gila menyala, baik dalam hal menciptakan industri pesawat Indonesia maupun dalam mengincar karir yang tertinggi.
Dalam hal ini barangkali Habibie, yang orang Gorontalo, benar-benar berhasil belajar dan mempraktikkan ilmu Jawa yang diajarkan Soeharto. Barangkali hubungan guru dan murid itu ternyata memang nyata.
Live player.