v1.0.6 is coming soon! This version brings major changes and features designed specifically for writers.
It features a cleaner, refreshed interface and a more stable system.
The financial module now includes budget tracking, financial targets, and COGM (Cost of Goods Manufactured). In the to-do list section, you can now establish parent-child relationships and break down tasks into up to three levels.
This is not a SaaS but a desktop application. Once you own it, you can use it whenever you like, it is entirely yours. The same applies to your data; it remains your exclusive property.
@nobody240402@bobibron73 Ga ada yang superior atau inferior dari ekspor impor. Dalam bernegara itu ekspor impor hal yang biasa. negara yang saling bermusuhan juga banyak yang masih punya hubungan dagang. Faktanya, pengiriman sudah terjadi.
Malaysia, Anwar Ibrahim sudah umumkan maklumat kesiapsiagaan hadapi krisis. Indonesian, mari kita hadapi dengan Al-Mulk dan Al-Waqiah.
Senang satu Negara dengan kalian.
DS @anwaribrahim umum kesiapsiagaan hadapi krisis global & ancaman siber yang melanda dunia:
• Kerajaan pantau ketegangan geopolitik & serangan siber luar
• Mesyuarat khas MKN selaras agensi keselamatan, KSN & BNM
• Kawalan ketat infrastruktur kritikal (tenaga, kewangan, makanan) dipertingkat
• ATM & PDRM beri jaminan keselamatan negara
Briefing kepada semua ahli parlimen termasuk pembangkang dalam 1-2 hari lagi.
@denis_zonrembo @Tptrdo75 @DihyahQalbi ini lucu 😂
Apakah dia kira yesus asalnya dari washington DC. wkwk. Zoroaster dan Majusi aja juga dari wilayah gurun kok wkwk
@SeekHustle Memang naik, pakai token biasanya 100 ribu bisa untuk 5 hari atau 4,5 hari. sekarang 3 atau 3,5 hari. Padahal ga nambah apapun dan udah kurangin AC juga
@Handozichain kalo pilihannya cuma mulyono dan Presiden Terpilih meskipun kita ga suka, ya Presiden Terpilih lah. Satu-satu aja biar fokus, urusan Wowo bisa setelah ini.
Mari kita bicara tentang Manifestasi dan Islam
Sebelum saya bahas, mari kita samakan persepsi tentang apa itu manifestasi. Dalam KBBI, Manifestasi adalah perwujudan sebagai suatu pernyataan perasaan atau pendapat, perwujudan atau bentuk dari sesuatu yang tidak kelihatan. Ini merupakan kata yang diserap dari bahasa Inggris yaitu manifestation.
Dalam kamus Oxford sendiri, manifesting memiliki arti "menunjukkan sesuatu dengan jelas atau to show something clearly atau to appear or become easy to notice. Di masa kini, definisinya berubah menjadi "To make something happen by using your mental powers".
Kita memiliki sinonim kata manifestasi yang dulu juga sudah digunakan, yaitu Ejawantah, atau Pengejawantahan. Akar katanya dari jawa kuno, jawantah atau jawat yang artinya menjelma atau menitis dan memiliki definisi sangat dekat dengan kata manifesting "to make something happen by using your mental powers".
Konsep ini bukan konsep baru. Lalu apakah Islam support manifestation?
Jawabannya tidak sesederhana ya dan tidak. Karena, banyak sekali bukti dari realita yang berubah, rezeki yang didapatkan, mendapatkan situasi yang diharapkan setelah seseorang melakukan "manifestasi". Lalu, banyak juga bukti dari manifestasi yang gagal dan membuat seseorang kemudian menjadi bergantung 100% terhadap kemampuan dirinya sendiri.
Ini adalah dua kutub yang berlawanan. Saya jadi ingat kisah Imam Malik dan Imam Syafi'i tentang Rezeki. Imam Syafii berkata bahwa untuk bisa makan anggur, maka seseorang harus bekerja. Imam Malik berkata bahwa untuk bisa makan anggur, Allah akan memberikannya rezeki buah Anggur. Lalu Imam Syafii bekerja selama 1 bulan, mendapatkan Anggur dan membawanya ke Imam Malik-gurunya-untuk membuktikan bahwa dia benar. Lalu Imam Malik berkata, "Aku tidak bekerja, tapi aku juga makan anggur". Riwayatnya tentu lebih panjang dan tidak sesingkat ini, mungkin teman-teman bisa lihat sumbernya langsung.
AlQuran menjelaskan ini dalam beberapa ayat
Rezeki yang dijamin untuk setiap makhluk. Surat Hud ayat 6, "Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya..."
Rezeki karena bersyukur. Surat Ibrahim ayat 7, "“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.”
Rezeki dari jalan yang tak disangka-sangka (kaget). Surat At-Talaq ayat 2-3. "...Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. dan menganugerahinya rezeki dari arah yang tidak ia sangka-sangka. Dan siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya..."
Rezeki karena berikhtiar (usaha dan kerja keras). Surat An-Najm ayat 39-40. "dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya, dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya),"
Rezeki karena beristighfar. Surat Nuh ayat 10-12. "Lalu, aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia memperbanyak harta serta anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu serta mengadakan sungai-sungai untukmu.”
Rezeki karena Menikah. Surat An-Nur ayat 32. "Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka fakir, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui."
Rezeki karena Gemar bersedekah. Surat Al-Baqaraoh ayat 245. "Barangsiapa mau meminjami Allah dengan pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak. Dan Allah menahan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan."
Rezeki karena silaturahmi. "Siapa yang suka dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi." (HR. Bukhari & Muslim)
Dari 8 sumber rezeki ini, kita bisa membaginya menjadi 2 kategori besar yaitu rezeki yang diusahakan oleh manusia dan rezeki yang diberikan oleh Allah. Rezeki yang diusahakan oleh manusia, didapatkan melalui Syukur, Takwa, Doa, Istighfar, Sedekah, Bekerja, Menikah, dan Silaturahmi. Rezeki yang diberikan oleh Allah diberikan kepada seluruh makhluk, bahkan orang kafir sekalipun.
Practically, manusia itu tidak bekerja sama sekali. Jika difilter kembali menjadi pekerjaan yang dilakukan menggunakan tangan, maka manusia hanya melakukan 1 dan Allah melakukan semuanya. Bahkan untuk melakukan 1 bagian yang manusia kerjakan yaitu bekerja menggunakan tangan mereka, manusia memerlukan kemampuan dan kesehatan yang itupun juga diberikan oleh Allah.
Manusia disuruh bersyukur. Mengucapkan Alhamdulillah, lalu merasa cukup dan memaksimalkan apa yang mereka miliki.
Manusia disuruh bertakwa dengan memilih jalan yang terbaik yang Allah ridhoi.
Manusia disuruh untuk berdoa, untuk meminta kepada Allah.
Manusia disuruh untuk beristighfar, mengucapkan istighfar dan menahan diri serta bertakwa.
Manusia diminta untuk bersedekah, memberikan sebagian hartanya dalam bentuk uang atau bahkan dalam bentuk menyampaikan ilmu yang mereka miliki.
Manusia diminta bekerja, dan tidak melupakan syukur, takwa dan doa.
Manusia diminta Menikah dan tidak melupakan syukur, takwa dan doa.
Manusia diminta Bersilaturahmi dan tidak melupakan syukur, takwa dan doa.
Jika ini yang dikatakan sebagai manifesting, yaitu meminta, percaya dan menjadi. Maka Islam sudah melakukannya. Lalu, apa batasan antara Manifesting antara Wokism dan Islam? Batasannya ada pada Surah Ash-Shaffat Ayat 123–126
"Dan sungguh, Ilyas benar-benar termasuk salah seorang rasul. (Ingatlah) ketika dia berkata kepada kaumnya, 'Mengapa kamu tidak bertakwa? Patutkah kamu menyembah Baal dan kamu tinggalkan (Allah) sebaik-baik Pencipta? (Yaitu) Allah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu terdahulu?'"
Surat Yasin ayat 60. "Bukankah Aku telah perintahkan kepadamu, wahai anak-anak Adam, supaya kamu jangan menyembah setan? Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu."
Surat Al-Isra ayat 23, "Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak..."
Surat An-Nahl ayat 51, "Dan Allah berfirman, "Janganlah kamu menyembah dua tuhan; hanyalah Dia Tuhan Yang Maha Esa. Maka hendaklah kepada-Ku saja kamu takut.”
Perbedaan antara manifestasi dan berdoa/bertakwa adalah pada objek manifesting tersebut. Wokism melakukan manifestasi dengan mengerahkan kekuatan mental, pikiran, berserah diri kepada semesta, bersandar kepada semesta dan dirinya sendiri atau pada kekuatan pikiran dan kekuatan law of attraction
Sementara Islam melakukan manifestasi dengan berserah diri kepada Allah.
Semesta bukan Allah, diri kita seperti yang dipahami oleh sebagian kaum sufi spiritualis sebagai Nur Muhammad juga bukan Allah atau bukan Muhammad. Menyembah mereka, semesta atau menyembah diri sendiri adalah jalan yang dilarang oleh Islam karena artinya menduakan Tuhan. Percaya dengan Law of Attraction? Syirik. Karena LoA adalah rezeki yang Allah berikan, bukan rezeki yang semesta berikan karena kamu berpikir positif.
Perbedaannya adalah, Wokism dan seluruh yang mengamalkan manifesting adalah menyembah setan dan baal, sementara Islam berserah diri dan menyembah Allah. Berserah diri secara total, tidak sama dengan manifesting. Tidak ada manifesting dalam berserah diri. Berserah diri artinya, menerima dan menyerahkan Qada dan Qadar kepada Allah, bekerja sebaik-baiknya, berprasangka baik kepada Allah dan menerima bahwa Dunia ini adalah tempat manusia diuji dan hidup kita memiliki perannya masing-masing.
Ujung-ujungnya, Tauhid. Memilih antara Allah atau Baal/Setan. Ini bukan hal yang mudah. Karena dalam beberapa fase hidup, saya juga melakukan manifesting dan menganggapnya sebagai berserah diri, garisnya tipis sekali.
Semoga Allah membukakan kepada kita pintu-pintu rezeki, membuat kita kokoh di dalam Haq dan memperjelas pandangan kita terhadap suatu syubhat.
Kok jadi begini negara kita. Kok begini liar politik kita. Sepertinya untuk mendapatkan kekuasaan (political power) cara apapun dibenarkan. Tidak peduli baik atau buruk. Bermoral atau tidak bermoral. Saya khawatir kalau akhirnya rakyat merasa takut dan tidak tenteram hidup di negaranya sendiri.
Sebagai warga bangsa yang sangat mencintai negeri ini, seperti juga warga negara Indonesia yang lain, saya bermohon kepada Presiden Prabowo untuk menghidupkan kembali politik yang berkeadaban. Ini panggilan sejarah. Ini amanah rakyat. Semoga Tuhan memberikan kekuatan dan tuntunan kepada Pak Prabowo untuk menjalankan misi mulia ini.
*SBY*