Nongkrong santai di malam minggu? Ah, itu masa lalu! Sekarang, di mana pun Anda berada, asalkan masih di bawah langit Indonesia, bayang-bayang petugas pajak siap menghampiri. Luar biasa memang dedikasi Bapak-Bapak ini! Rela lembur malam-malam, weekend pula, masuk ke area tongkrongan sampai depan minimarket demi memastikan tidak ada satu rupiah pun yang terlewat bayar pajak. Inovasi "menjemput setoran" yang sangat menginspirasi, sungguh. Lain kali sekalian buka stand di kamar mandi umum ya, Pak, siapa tahu ada yang belum bayar pajak air! ๐ฏ๐ธ
Ini video reka ulang TKP kasus pembunuhan di India yang viral, tapi coba tonton pelan-pelan: yang bikin heboh bukan detail pembunuhannya, tapi cara aparat "menghukum" tersangka di tempat kejadian sebelum ada vonis apa pun dari pengadilan.
Ini soal ilusi yang gampang banget kita percaya: kalau orangnya "kelihatan pantas dihukum", kita anggap wajar hukum dilangkahi.
Padahal justru di titik itu sistem hukum diuji , bukan pas kasusnya jelas, tapi pas kita tergoda buat skip prosesnya.
Psikologi sosial punya penjelasan simpel: kasih seseorang seragam, otoritas, dan penonton yang mendukung, dan batas moral pribadi gampang runtuh ,bukan karena dia jahat, tapi karena sistem tidak menahannya.
Proses hukum yang lambat itu bukan bug, itu fitur biar kekuasaan gak jadi alat balas dendam.
Sumpah.. eneg banget lihat gayanya waktu ngomong, โsilahkaaan, mari mari silahkan..โ.
Dengan nada di bindeng-bindengin seakan isi otaknya diatas para audiens yg rata-rata berpendidikan tinggi.
Pas menjawab pertanyaan, ternyata isinya Enol se Enol Enolnya..!!๐คฎ
@Opposisi6890@DlVHUMASPOLRI Kebiadaban ormas premanisme grib hingga merenggut nyawa seorang bapak bambang setiawan (60 thn) warga pejompongan Beliau bukan pendemo, hanya seorang warga sedang lewat hendak pulang ke rumah setelah menolong tetangganya ke rumah sakit๐
dari 2002 alias sudah 24 tahun yang lalu karya anak bangsa yang mendunia di sia siakan oleh pemerintah RI
Simpel:
Tinggal lempar dan api padam
Sekarang kita butuh hasil karya nya untuk padamkan api kebakaran hutan tapi sayang karya nya sudah menjadi milik jepang
Bukan lagi sekadar ternak yg kerasukan Raja Ngibul, akalnya sudah disembelih, nuraninya digadaikan, dan harga dirinya rela dijadikan tumbal setiap kali kebohongan Sang Raja Ngibul dipertontonkan.