I wish someone would have told me that this life is ours to choose.
No one's sending you the keys or a book with all the rules.
The little that I know I'll tell to you.
When they dress you up in lies and you're left naked with the truth
Kalau Pak Prabowo bilang, “apakah adil jika anak koruptor menderita saat aset disita?”, mungkin yang lebih fair ditanya balik: adil nggak sih, kalau jutaan anak-anak Indonesia tumbuh miskin, pendidikannya nggak layak, rumahnya bocor, makannya seadanya, karena uang negara yang seharusnya buat mereka malah dikorupsi? Rakyat udah lama menderita akibat korupsi — bukan cuma dalam bentuk uang yang hilang, tapi dalam bentuk masa depan yang dirampas. Dan ya, anak koruptor juga rakyat, tapi rakyat yang lain juga punya hak untuk hidup layak tanpa harus terus dibajak oleh elite yang rakus.
Kita ngerti, mungkin ada sisi emosional saat bicara soal anak. Tapi, let’s be real — korupsi itu bukan kejahatan individual semata, itu kejahatan struktural yang efek dominonya brutal. Ekonomi stagnan karena uang pembangunan bocor. Kemiskinan meningkat karena subsidi disunat. Kualitas pendidikan jeblok karena dana BOS dimainin. Jadi, kalau negara akhirnya menyita aset, itu bukan soal balas dendam, tapi bagian dari pemulihan keadilan sosial. And sorry, justice shouldn’t be compromised just because the guilty has a family.
Yang bikin perih, Pak Prabowo sering banget orasi bawa nama rakyat. Demi rakyat, demi keadilan sosial, demi masa depan bangsa. Tapi rakyat yang mana? Karena anak petani yang putus sekolah karena dana pendidikan dikorupsi juga rakyat. Pedagang kecil yang gulung tikar karena infrastruktur nggak merata juga rakyat. Kalau negara lebih sibuk mikirin rasa kasihan pada anak koruptor, daripada mikirin anak-anak yang masa depannya hancur karena korupsi... ya narasi “demi rakyat” itu cuma tagline politik aja, bukan komitmen.
Terkait AI ghibli dll. Gini aja deh,
"Lo ngga akan tau rasa sakitnya gimana dimaling, ditiru, sampe lo sendiri yang dirugiin."
Gausah AI, foto lu dipake sama faker aja pasti lu akan heboh share kemarahan lo kan? Simple.
Nemu kalimat bagus
"Jika pemerintah lebih sibuk mengamankan kekuasaanya daripada mensejahterakan rakyat, maka itu bukan pemerintahan, melainkan penindasan baru."
- H.O.S. Tjokroaminoto
Miris banget rasanya liat temen-temen media/PERS dibungkam kayak gini. Bukan lagi perkara THEY SILENCING US, ini tuh MEDIA-nya aja udah DITUTUP AKSESNYA duluan.
Mereka dikunciin di kantin & sebagian diisolasi.
Source: Savero Aristia W., wartawan Tempo.
#kawalkeputusanMK
Why are there mass protests in Indonesia?
I am going to try my best to quickly summarise this for non-Indonesian readers.
The current Joko Widodo (Indonesia’s president) government was trying to undo a court ruling that could challenge the status quo by lowering the seat threshold for regional assemblies, essentially making all future elections more competitive, which could pave way for new political parties to challenge the current ruling elite.
However, the current government, which is dominated by the president’s allies, are pushing back aggressively against the constitutional court’s ruling and wanted to reverse this decision in order to maintain political influence, which then led thousands of people across multiple cities in Indonesia to protest.
On 22/08/2024, under pressure from protesters, Indonesian lawmakers announced that they had scrapped plans (though many fear it’s more of a postponement) to alter the Constitutional Court’s election laws. Critics argued these changes would have ensured Joko Widodo’s influence and paved the way for a political dynasty designed by him and his allies.
So why are these protests important?
The legal breaches, which many suspect were orchestrated by the presidential office, could trigger a constitutional upheaval and eventually an economic downturn for the country.
Indonesians worry that these actions could weaken their already fragile democracy, pushing the country back toward corrupt authoritarianism and jeopardising its stability as a functioning democratic state.
This is why Indonesians are protesting.
I will link more tweets about this situation below: