Aku setuju dengan statement ini:
"Bahwa hidup akan jauh lebih tenang ketika kita tahu batasan. Not everything is our attention, not everything deserve our energy. Ada banyak hal yang lebih baik dibiarkan berlalu, tanpa harus selalu kita dengar, kita bahas, ataupun kita lihat".
aku suka banget sama orang yang fokus sama hidupnya sendiri, enjoy sama dunianya, enggak berisik, enggak banyak show off, dan enggak ngejar perhatian. Hidupnya tenang, kerja stabil, work-life balance, enggak haus validasi dan enggak sibuk ngurusin urusan orang lain.
🫶🏿🤍
Boleh jadi rezekimu tdk menjelma harta, melainkan tubuh yg masih diberi sehat, aib² yg Allah tutupi rapat,
keluarga yg memelukmu dgn tulus,
serta langkah yg Allah ringankan utk bersujud kepada-Nya.
Karena tdk semua rezeki bisa dihitung, sebagian hanya bisa disyukuri dalam diam.
Jika waktunya habis meski di satu kota tetap tidak akan pernah lagi bertemu. Semua benar-benar seperti lenyap. Tidak akan ada pertemuan-pertemuan kebetulan.
Pernah gak kamu ngerasa pemasukan gak seberapa, tapi anehnya mau beli apa aja bisa kebeli?
Berkali-kali aku merasakan hal seperti ini, kayak ada aja tiba-tiba rezeki yang datang.
Hal ini membuktikan kalo matematika Allah mencukupkan kebutuhan hambanya diluar kemampuan manusia.
Kalau ngeluhnya hanya sekedar cape kerja, berarti emang lagi cape aja. Bukan gak bersyukur, jangan sangkut pautkan dengan kata “masih mending bisa kerja” but, bukan karena itu, tapi dijelaskan pun juga percuma karena hanya diri sendiri yg paham apa yg sedang kita rasakan.