Santet dan sihir sama mistisnya dengan asumsi bahwa dunia kita mengikuti hukum alam yang mekanistik.
Aku kasih argumen tandingan:
1. Jika hukum alam mekanistik, maka realisme lokal benar
2. Realisme lokal salah
dengan demikian,
3. Hukum alam tidaklah mekanistik
Sekian cerita dari saya. Terima kasih. Semoga penelitian yang saya lakukan ini dapat bermanfaat. Mungkin saya ada pertanyaan penutup untuk pembaca tweet ini.
Menurut kalian, usaha apa yang dapat dilakukan untuk menyelaraskan CI siswa dengan CDF? Diskusikan dengan mutualmu!
Adapun implikasi dari temuan saya, yaitu guru perlu menyusun suatu pengajaran yang berfokus pada aspek konseptual, termasuk penguatan konsep-konsep prasyarat. Selain itu, guru juga perlu mengintegrasikan konsep-konsep yang telah dipelajari siswa pada pembelajaran selanjutnya.
Hal ini terhubung pada fakktor dominan kedua, yaitu konsep-konsep prasyarat siswa terganggu karena pandemi. Untuk itu, guru memutuskan untuk berfokus pada hal prosedural saja terlebih dahulu, dengan harapan siswa dapat mengeksplorasi konsep yang lebih mendalam secara mandiri.
Saya rasa tweet ini ada benarnya. Jadi, saya mau coba nyeritain ulang tentang penelitian saya dalam bidang pendidikan matematika. Penelitian saya mengkaji mengenai concept image siswa. Apa itu concept image?
mengingatkan temen2 mahasiswa
kalau Skripsi kalian umumnya hanya akan dibaca maksimal 10 orang:
- dirimu
- pembimbing 2
- penguji 1
- adik kelasmu
KECUALI kalian bercerita isinya dan membuat PDF-nya bisa diunduh dari repository
Ketika saya melakukan triangulasi pada guru, guru mengakui bahwa pengajaran yang dilakukannya memang fokus pada hal yang prosedural terlebih dahulu. Hal ini karena guru memahami bahwa siswa mengalami hambatan belajar di jenjang sebelumnya karena adanya pandemi.
2) terganggunya konsep variabel siswa sebagai konsep prasayarat, sehingga pembelajaran kedepannya juga terganggu; dan 3) jarang dilibatkannya kembali materi eksponen dan sifat-sifatnya, sehingga CI siswa memudar atau bahkan menghilang.
Adapun konteks dan struktur dari ketidaksesuaian CI dengan CDF, saya menemukan ada 8 faktor yang mempengaruhinya. Di mana ada 3 faktor yang dominan penyebabnya, yaitu 1) pengajaran guru yang cenderung berfokus pada aspek prosedural saja; ..
Hasilnya, CI siswa beragam. CI siswa belum sepenuhnya sesuai dengan CDF. Ada siswa yang CI-nya berbeda jauh dengan CDF, ada juga siswa yang sudah sesuai CI-nya dengan CDF pada beberapa konsep, tapi belum sesuai pada konsep lainnya.
Saya meneliti 8 siswa yang telah melalui tes pemahaman konsep. Adapun tes tersebut dijadikan sebagai informasi dasar, apakah siswa memahami konsepnya atau tidak. Kemudian saya lanjutkan penelusurannya melalui wawancara dan penelusuran pada catatan siswa mengenai materi terkait.
tersebut diujikan, nilai siswa banyak yang masih rendah. Untuk itu, saya penasaran bagaimana CI siswa pada materi tersebut dan bagaimana CI siswa dapat terbentuk, sehingga nilai siswa bisa demikian.
Balik lagi ke penelitian saya. Dalam penelitian saya ini saya berfokus mengkaji CI siswa pada materi eksponen dan sifat-sifatnya. Adapun pemilihan materi tersebut didasarkan pada praktik mengajar saya di semester 7, di mana saya menemukan bahwa saat asesmen mengenai materi ..
Berdasarkan pernyataan di atas, pembimbing saya, dalam papernya mengkritik istilah miskonsepsi yang dialami siswa. Yang ada itu CI siswa berbeda dengan CDF. Hal ini ini saya rasa lebih “ramah”, karena kita tidak terlalu menjudge usaha siswa dalam memahami suatu konsep.
Ketika konsep CI kita tarik ke ranah pendidikan, CI siswa ini haruslah sesuai dengan konsep saintifiknya. Konsep ini kita bisa sebut dengan concept definition formal (CDF). Jadi, bisa dikatakan bahwa pendidikan itu merupakan upaya untuk menyelaraskan CI siswa dengan CDF.
Nah, bayangan atas meja yang berbeda-beda pada tiap orang, itulah yang dinamakan CI seseorang atau struktur kognitif/gambaran mental seseorang tentang meja. Karena tiap orang dapat memiliki CI yang berbeda-beda, artinya CI ini sifatnya unik pada tiap orang.
Concept image (CI) adalah keseluruhan struktur kognitif/mental pada suatu konsep. Misalnya, apa yang kalian bayangkan ketika mendengar kata “meja”? Sebagian orang mungkin berpikir bahwa kakinya 4, bentuknya persegi panjang, dari kayu, dan warnanya coklat, seperti meja di sekolah.